Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 161


__ADS_3

Mommy Sarah menganga mendengar pengakuan Ica. Ia tak tau harus berkata apa-apa lagi,apalagi Ica mengatakan kalau cucunya lah yang ingin di jenguk papanya.


"Uluh...uluh..cucu grandma sayang banget yah sama papa sampe-sampe mau di jenguk terus sama papa.? Ya udah kalau cucu grandma mau di jenguk terus sama papa,grandma gak marah,yang penting cucu grandma bahagia di dalam sana." Kata mommy Sarah sambil ikut mengelus perut Ica.


"Jadi mom,boleh kan kak Yordan datengnya agak siang?"


"Boleh dong sayang,kalau perlu Yordan gak usah dateng ke kantor,biar nanti mommy Suruh asistennya antar kerjaannya kesini. Jadi kalau nanti cucu mommy pengen di jenguk sama papanya,papanya bisa langsung dateng." Jawab mommy Sarah. Demi kebahagiaan sang cucu yang masih ada dalam pabrik,mommy Sarah sampai tidak memperdulikan kehamilan simpatik yang Yordan rasakan. Yang penting sang cucu bahagia.


"Makasih yah mom. Kalau gitu Ica anter ini dulu ke atas." Pamit Ica pada mommy Sarah.


Ceklek. Ica membuka pintu kamar.


"Ini teh nya kak." Ica mendekati Yordan yang sedang terkapar di atas sofa dan menyodorkan secangkir teh yang ia bawa pada Yordan.


"Kamu udah bilang sama mommy?" Tanya Yordan sambil mengambil secangkir teh yang Ica sodorkan.


"Udah."


"Terus mommy bilang apa?"


"Katanya gak pa-pa kak,malahan nanti mommy mau nyuruh orang kantor antar kerjaan ke rumah,jadi kakak bisa wfh aja."


"Masa sih? Kok bisa mommy ngasih izin begitu?" Tanya Yordan yang aneh dengan kebaikan sang mommy yang tiba-tiba.


"Perasaan gue kok jadi gak enak gini yah. Bulu kuduk gue jadi berdiri." Gumam Yordan dalam hati.

__ADS_1


"Tadi kan aku bilang sama mommy kalau kakak mabok bukan karena kakak yang ngajak balapan,tapi aku bilang kalau si dedek yang mau di jenguk sama papanya. Terus mommy bilang kalau gitu mulai sekarang kakak kerja dari rumah aja,jadi kalau si dedek lagi pengen di jenguk biar gak nunggu lama." Jawab Ica apa adanya.


Mulut Yordan menganga mendengar jawaban.


"Jadi maksudnya mommy nyuruh aku wfh hanya untuk jaga-jaga kalau terowongan minta di guncang?"


Dengan polos dan tanpa rasa berdosa,Ica menganggukkan kepalanya.


"Astaga marimar!!!! Tega banget sih tuh si bule bar-bar ngorbanin anak kandung senduri cuma buat calon cucu yang belum launching.!!" Gerutu Yordan dalam hati.


"Kenapa kak,kok mukanya sedih gitu? Kakak gak seneng wfh? Kan itu dari dulu yang kakak mau,bisa kerja di rumah biar bisa berduaan terus sama aku. Sekarang mommy udah izinin kakak wfh kok muka kakak ngenes gitu?"


"Gimana gak ngenes Ca. Kamu kan tau sendiri kalau tiap Jeki ngapelin neng Juliet,aku langsung mabok darat. Kalau aku dirumah terus bisa-bisa si neng Juliet minta di apelin mulu sama si Jeki. Bisa tipis nanti badan aku Ca."


"Loh kan kakak yang mau aku hamil,kakak harus terima dong dengan semua konsekuensinya."


"Oh jadi mau kakak,aku hamil,aku morning sickness,aku ngidam,aku bla bla bla bla nya sendiri gitu? Sedangkan kakak enak aja tinggal jenguk."


Yordan tak bisa menjawab,karena yang Ica katakan memang benar adanya. Maunya Yordan,kehamilan Ica seperti kehamilan wanita pada umumnya,yang morning sickness dan ngidam di rasakan sendiri,jadi peran Yordan hanya lah sekedar menjenguk dan memberikan kebutuhan Ica selama ngidam.


"Ya udah kalau kakak gak mau ngerasain kehamilan simpatik,biar aku cari papa baru buat si dedek yang mau ngerasain kehamilan simpatik." Ancam Ica.


"Cih..enak aja mana bisa gitu. Biar kamu cari papa baru buat si dedek,tetap aja si dedek hasil transformasi cebong premium si Jeki. Yah tetap aja aku yang ngerasain kehamilan simpatik."


"Gampang,nanti aku bilang sama di dedek kalau papanya cuma mau enaknya aja,gak mau susah. Biar si dedek kecewa sama papanya. Inget yah kak,anak yang ada dalam kandungan aku itu satu perasaan sama aku. Jadi kalau aku merasa di kecewakan,si dedek juga ikut merasakan."

__ADS_1


Yordan menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena sudah frustasi berdebat dengan ibu hamil yanga ada di hadapannya sekarang. Mengalah adalah jalan yang paling aman menuju kesejahteraan si Jeki.


⭐⭐⭐⭐⭐


Hari berganti minggu,minggu berganti bulan. Usia kandungan Ica pun memasuki lima bulan. Tak ada lagi drama kehamilan simpatik yang di rasakan Yordan,namun sekarang yang adalah drama ngidam makanan tengah malam yang dirasakan Ica. Sama hal nya dengan kehamilan simpatik Yordan yang datang usai tragedi perguncangan ranjang,ngidam makanan tengah malam ini pun dirasakan Ica setiap kang Jeki mengapel neng Juliet.


"Aaarrrrrgh Ca...aaaarrrgghhh kak.." erangan panjang dari mulut keduanya terdengar menggelegar memenuhi seisi kamar.


Karena perut Ica sudah lumayan menggelembung,jadi Yordan memilih untuk menggunakan gaya menyamping,namun sesekali juga si kang modus alias Yordan meminta Ica untuk memimpin jalannya pertandingan.


Setelah Jeki pamit keluar sebentar dari terowongan Icablanca. Yordan langsung melepas APD yang Jeki pakai dan membuangnya ke tempat sampah.


Cup. Yordan mengecup kening Ica setelah membuang APD ke tempat sampah.


"Capek?" Tanya Yordan.


"Lumayan. Jeki sekarang agak lama yah balapannya."


Yordan tersenyum bangga mendengar pujian Ica untuk sahabatnya.


"Iya dong,kan si Juliet juga makin tembem,jadi si Jeki makin betah lama-lama ngapel." Jawab Yordan bangga.


"Kak..." panggil Ica pada sang suami dengan nada yang sangat lembut.


"Hadeh..mulai lagi." Gumam Yordan dalam hati.

__ADS_1


Yordan yang sudah sangat hapal akan maksud dan tujuan Ica memanggilnya dengan nada seperti itu,hanya bisa menyahut sambil memasang senyum dua jari.


__ADS_2