Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 138


__ADS_3

Ica tetap diam tak mau menjawab. Ia mau Yordan lah yang berpikir sendiri kesalahan apa yang sudah ia lakukan.


"Ca..denger. Kan aku udah bilang,kalau aku ada buat salah sama kamu,kamu bilang Ca kalau perlu kamu langsung tampar aku,jangan diem kayak gini Ca. Kita tuh break tiga setengah tahun cuma gara-gara kamu yang selalu mendam kekesalan kamu sama aku,dan karena aku gak tau apa kesalahan aku yang sebenarnya sama kamu,aku jadi ngulang kesalahan yang sama yang buat kamu marah sama aku. Jadi aku mohon banget sama kamu Ca,kalau ada perbuatan atau ucapan aku yang nyakitin kamu,kamu langsung bilang sama aku,jangan kamu pendam. Kita ini udah nikah loh Ca,bukan pacaran lagi yang kalau berantem bisa putus atau break." Kata Yordan panjang lebar.


Mendengar perkataan Yordan,Ica pun kembali menangis. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Melihat istrinya kembali menangis,Yordan langsung menarik istrinya dan memeluknya erat. Ia mengelus-elus punggung istrinya sampai Ica lebih tenang. Setelah dirasa Ica sudah cukup tenang,Yordan melepaskan pelukannya.


"Kita ngomong di ruang tidur yuk." Ajak Yordan. Ia pun menggiring istrinya kembali ke ruang tidur dan duduk di tepi ranjang.


"Ini minum dulu." Yordan menyodorkan segelas air putih untuk istrinya itu.


Ica mengambil gelas yang Yordan sodorkan dan menenggak air minum itu sampai tandas. Setelah gelas itu kosong,Yordan mengambil gelas itu dari tangan istrinya dan meletakkan gelas itu di atas nakas.


"Sekarang kamu bilang sama aku,kamu kenapa?!" Tanya Yordan setelah dirinya duduk bersebelahan dengan Ica di tepi ranjang.


"Kakak udah gak sayang lagi sama aku. Kakak cuekin aku terus." Akhirnya Ica mengeluarkan uneq-uneq nya.


"Astaga Ca..kok kamu ngomongnya gitu sih.?! Kamu kan tau aku sibuk kerja ngurus perusahaan mommy sama daddy. Ngurus satu perusahaan aja aku ribet,apalagi dua sekaligus sayang. Apalagi perusahaan daddy banyak banget anak perusahaannya,aku harus periksa laporan ini laporan itu..."


"Iya aku tau,tapi bukan berarti aku di anggurin dong. Masa kita lagi makan juga kakak sibuk sama ipad?! Kakak nerima telpon,aku langsung di tinggal gitu aja. Kakak juga selalu pulang larut malam,malah kakak pernah waktu gak pulang. Pasti alasan kakak aja sibuk kerja kan,padahal di luar sana kakak ketemu sama mantan kakak.!! Kayak kak Irlan dulu." Tuduh Ica.


"Kok kamu punya pikiran gitu sih Ca?! Sebelum nikah sama kamu,aku tuh udah puas banget bandelnya. Jadi setelah kita nikah,pikiran aku tuh bukan kesitu lagi. Pikiran dan tujuan hidup aku tuh cuma bahagian kamu,udah itu aja. Dan kamu jangan pernah samain aku dengan Irlan,walaupun aku sama dia sahabatan,tapi jam terbang kebejatan aku lebih tinggi dari dia,makanya pas dia nikah sama Nia dulu masih penasaran sama yang namanya bandel." Dengan kepedean tingkat tingginya,ia malah bangga dengan kebejatannya.


"Terus kakak kenapa waktu itu gak pulang?!" Tanya Ica menyelidik.


"Waktu itu aku tuh capek banget,tadinya mau istirahat bentar,eh...malah ketiduran." Jawab Yordan.


Meski tak menemukan aroma-aroma kebohongan,tetap saja yang namanya perempuan pasti sangat suka memperpanjang masalah.


"Bohong!! Alasan!!"

__ADS_1


Yordan menghela nafasnya dan mengusap wajahnya kasar. Memang tidak ada artinya menyelesaikan masalah dengan perdebatan,hanya ada satu cara yang bisa menyelesaikan masalah dengan kaum wanita yang bergelar istri. Menyelesaikan secara kekeluargaan di atas ranjang.


"Lihat mata aku,apa ada kebohongan di dalamnya?!" Tanya Yordan,padahal dirinya sengaja melakukan itu untuk menghipnotis Ica.


"Gak ada kan? Aku tuh cinta nya sama kamu Ca. Aku milih kamu untuk jadi pendamping hidup aku,penantian aku tuh bukan cuma sebulan dua bulan atau setahun dua tahun,tapi empat tahun Ca. Apa waktu empat tahun juga masih kurang buat kamu untuk percaya sama aku?!"


Ica tak menjawab,ia malah terbuai dan melayang dengan kata-kata puitis yang Yordan ucapkan.


Melihat wajah Ica yang sepertinya sudah terpukau dengan kata-katanya,Yordan pun melancarkan aksinya. Ia semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Ica. Dan pertemuan dua bibir pun tak terelakkan.


Layaknya permen karet,begitulah Ica dan Yordan saling mengunyah benda kenyal pasangan mereka. Pelan tapi pasti,Yordan membaringkan Ica di atas ranjang dan menindih tubuh istrinya tanpa melepaskan pungutan mereka. Tangan Yordan pun mulai merayap masuk ke balik baju Ica untuk menemukan buah siicakama,yang kalau di sentuh buat Yordan ketagihan tapi kalau tak disentuh Yordan mana tahan.


Layaknya seorang pemain sulap,dengan kecepatan tangannya Yordan membuka kain yang menempel di tubuh Ica. Sedangkan Ica,ia tak sadar kalau sekarang dirinya sudah dalam keadaan polos karena saat ini Ica sedang terbuai dengan indahnya langit ke tujuh yang suaminya berikan.


Dengan nafas yang memburu,Yordan pun cepat-cepat ikut membuka seluruh kain yang menempel di tubuhnya termasuk membuka jeruji kain tempat sang sahabat selalu terbelenggu,dan itu membuat sang sahabat berjingkrak kegirangan. Setelah dirinya dalam keadaan polos,ia kembali menindih tubuh istrinya. Tapi sayang Yordan tak langsung mempertemukan sang sahabat dengan soulmatenya,Yordan meminta sang sahabat untuk menunggu sebentar lagi di depan pintu rumah soulmatenya.


Mulut Yordan pun kembali merasakan kenikmatan yang tiada tara buah siicakama.


Mata Yordan mendelik ke atas untuk melihat ekspresi wajah Ica. Mata Ica yang sudah tak terlihat lagi warna hitamnya dan hanya terlihat warna putih saja,menandakan Ica sudah sangat menikmati suguhan yang Yordan berikan. Bibir Ica yang Ica gigit bagian bawahnya pun membuat Yordan juga ingin menggigit bibir itu. Kini bibir Yordan beralih ke bibir Ica dan kembali mengunyah bibir itu dengan ganas,lidah mereka pun sudah saling membelit di dalam sana.


Permainan pun semakin panas,nampaknya Jeki pun sudah makin blingsatan di depan pintu rumah soulmatenya,seandainya Jeki bisa bicara pasti dia sudah meneriaki Yordan 'kapan gue masuk ini woooy!!!'. Sepertinya bukan hanya Jeki yang merasakan cenat-cenut,tapi sang soulmate pun nampaknya merasakan hal yang Jeki rasakan,dari balik pintu sang soulmate pun terus meneriakki nama Jeki 'oh..kang Jeki,datang lah Juliet merindukan mu.'.


Dan teriakan sang soulmate Jeki itu pun dapat di rasakan oleh Ica. Ica mendorong tubuh Yordan untuk menyudahi aksi kunyah mengunyah mereka. Bola mata mereka pun saling bertemu.


"Kak.." kata Ica dengan nafas yang sudah terengah-engah seperti habis lari maraton.


"Kenapa Ca?!" Jawab Yordan yang nafasnya juga sudah memburu.


Bukan menjawab Ica malah kembali menggigit bibir bawahnya. Ia malu mengatakan pada suaminya kalau soulmate Jeki sudah merengek minta segera di pertemukan oleh Jeki.

__ADS_1


Tapi bukan Yordan namanya kalau ia tak mengerti arti bahasa tubuh yang sedang Ica mainkan padanya.


"Kamu udah gak tahan?!" Goda Yordan.


Ica masih tak menjawab,malah sekarang Ica memalingkan wajahnya dari Yordan karena malu dengan pertanyaan suaminya.


"Gak usah malu Ca,bilang aja iya." Goda Yordan lagi sambil kembali mengarahkan wajah Ica untuk menatap wajahnya.


"Kak..ikh.." rengek Ica manja sambil memukul dada bidang Yordan pelan.


Yordan tersenyum tipis melihat Ica merengek karena malu.


"Ya udah,Jeki masuk arena yah." Izin Yordan sebelum mempertemukan dua makhluk yang sedang saling merindukan kenikmatan.


Ica pun mengangguk malu.


Setelah mendapat persetujuan dari Ica,Yordan pun membantu sang sahabat untuk perlahan membuka pintu rumahnya. Maklum saja,Jeki kan punya kebiasaan mendobrak pintu yang sudah doll,sedangkan pintu rumah baru sang sahabat kan masih keset,jadi harus pelan-pelan membukanya.


"Ssshhh....aaahh...kaaaak." desah Ica saat tubuh sahabat suaminya itu sudah masuk kedalam rumahnya.


"Masih sakit?" Tanya Yordan khawatir,karena saat kepala sang sahabat sudah berhasil membuka pintu,Yordan langsung mendorong sang sahabat masuk,ia takut aksinya yang mendorong sahabatnya itu malah menyakiti istrinya.


"Sedikit." Lirih Ica pelan.


"Lebih banyak enaknya gitu?" Goda Yordan.


Ica yang malu mengatakan 'iya',hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil menutup wajahnya karena sudah memerah.


"Mau ngerasain yang lebih enak lagi gak?!" Goda Yordan lagi.

__ADS_1


Masih dalam keadaan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan,Ica kembali menganggukkan kepalanya.


__ADS_2