Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
BonChap 4


__ADS_3

Empat bulan berlalu,usia kandungan Ica sekarang jalan tujuh bulan.


Mommy Sarah dan daddy Edwin pun sudah pindah ke apartemen,tapi setiap Jumat si aki dan nini itu pulang ke rumah utama dan akan kembali ke apartemen di hari Senin. Di hari pertama baby Millie di tinggal cinta pertamanya,ia menangis histeris bahkan sampai demam. Tapi mama Nivi menyarankan untuk menaruh pakaian daddy Edwin yang belum di cuci untuk di pegang baby Millie dan ternyata cara itu berhasil,baby Millie langsung sembuh walau masih terus mencari sang aki.


Sebenarnya Ica tidak tega,ingin sekali Ica menghubungi daddy Edwin untuk memberitahu keadaan baby Millie,tapi setelah di pikir-pikir lagi melihat baby Millie yang terlalu lengket dengan sang aki,mau tidak mau Ica harus tega.


Di usia kandungan yang jalan tujuh bulan perut Ica pun juga sudah membesar, tidak seperti kehamilan Ica yang pertama,dimana Yordan harus mengalami kehamilan simpatik. Di kehamilan Ica yang kedua ini,Ica malah seperti tidak hamil karena tidak merasakan mual atau pun muntah,begitu pun dengan sang suami yang tidak mengalami kehamilan simpatik.


Tapi di kehamilan Ica kali ini,Yordan harus rela semua isi rekeningnya di jarah oleh sang istri karena di kehamilan Ica yang kedua Ica sangat suka belanja barang-barang branded yang kalau sekali belanja menghabiskan uang hampir setengah miliar.


Hari ini adalah hari Sabtu,seperti biasa di hari weekend Yordan dan Ica mengajak baby Millie pergi ke taman bermain atau kebun binatang atau tempat hiburan lainnya,tapi untuk weekend kali ini Yordan dan Ica memilih untuk pergi ke taman bermain. Daddy Edwin dan mommy Sarah juga tak ketinggalan untuk ikut dengan baby Millie,dan seperti biasa baby Millie akan terus menempel pada daddy Edwin. Tidak ada sus Vina maupun sus Meri yang ikut,mereka pun tidak menggunakan supir keluarga karena mereka ingin benar-benar family time.


Tak terasa hari sudah sore menjelang malam,sebelum pulang ke rumah utama keluarga Adiguna memilih untuk mengisi perut mereka terlebih dahulu. Setelah perut terisi barulah mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah utama.


Kini mobil yang di kendarai Yordan sudah terparkir mulus di halaman rumah utama. Satu persatu personil keluarga utama pun turun dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.


Sus Vina langsung mengambil alih baby Millie yang tertidur dalam gendongan daddy Edwin sedangkan sus Meri langsung mengambil barang-barang baby Millie dari dalam bagasi mobil.


Sus Vina langsung membawa baby Millie ke kamarnya,Ica dan Yordan juga langsung naik ke markas dua begitu pun dengan daddy Edwin dan mommy Sarah yang langsung masuk ke markas satu.


Setelah membersihkan diri,Ica duduk di depan meja rias untuk memoleskan skincarenya,tapi entah kenapa rasanya ingin sekali ia membuka hp nya dan melihat-lihat berlian.


"Kak..." panggil Ica pada Yordan yang sedang duduk di sofa memeriksa email yang masuk.


"Hemh..." jawab Yordan seadanya tanpa melihat Ica.


"Mau ini." Ica menunjukkan layar hp nya ke arah Yordan.


Yordan pun menoleh.


"Kamu mau beli berlian? Ya udah beli aja,kan black card aku sama kamu." Jawab Yordan santai.


Ica menggelang,karena yang Ica mau bukan berliannya.


"Terus kamu mau apa? Kamu mau kesana?" Tanya Yordan lagi.


Ica menggeleng lagi.


"Terus apa?"


"Aku mau beli toko nya." Jawab Ica tanpa ragu.


Yordan menganga.

__ADS_1


"Maksud kamu,kamu mau beli semua isi berlian di toko itu?" Tanya Yordan yang menolak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.


"Iikh...bukan isi toko nya aja,tapi toko beserta isi-isinya kak.!!!" Jawab Ica gemas.


"Jangan aneh-aneh la Ca. Minta yang lain aja,beli toko bunga kek,toko kue kek,toko arwana kek,lah ini toko berlian yang ada di Paris yang namanya udah mendunia."


Seketika Ica cemberut karena sang suami menolak permintaannya.


"Dek..papa gak mau beliin katanya. Kasihan banget sih kamu dek,tiap hari di kunjungin papa kirain papa nya sayang kamu dek,gak taunya cuma mau numpang buang hasrat aja di rumah kamu." Kata Ica dengan suara bergetar seperti sedang menahan tangis sambil mengelus perutnya.


"Kalau gitu mulai malam ini jangan mau yah dek di kunjungin papa." Kata Ica lagi.


Mendengar sugesti Ica untuk anak mereka yang masi ada dalam perut,cepat-cepat Yordan menghampiri Ica.


"Kok ngomongnya gitu Ca? Aku sayang kok sama dedek Durlong." Kata Yordan sambil mengusap perut Ica.


(Ayo tebak Durlong apaan? 😂😂😂)


"Hoaks!!!"


"Ish kok hoaks sih?"


"Buktinya si dedek mau toko berlian,kakak gak mau beliin."


"Kan kakak banyak duit. Uang mommy sama daddy juga gak bakalan habis sampe dua belas turunan. Masa toko gitu doang gak bisa kebeli sih."


"Itu kan uangnya mommy sama daddy Ca,bukan uang aku. Aku aja di perusahaan mommy masih jadi jongos sampe sekarang."


"Akh banyak alasan!!! Beli mobil mewah bisa,giliran istrinya minta di beliin toko berlian gak bisa,padahal baru ini aku minta yang mahal-mahal."


Yordan mengusap wajahnya kasar.


"Oke..oke..aku cari tau dulu perusahaan mana yang menaungi toko itu,kalau mereka mau ngasih toko itu,aku beli,kalau mereka gak mau ngelepas toko itu,berarti bukan rejekinya si Durlong. Oke."


Ica menganggukkan kepalanya.


"Tapi usahain harus bisa yah kak."


Yordan menghela nafasnya.


"Suruh USAHAIN tapi HARUS. Gak ngerti gue sama bahasa cewek. Tinggal bilang aja,POKOKNYA HARUS gak usah sok-sok pake bahasa halus tapi ujung-ujungnya maksa." Gerutu Yordan dalam hatinya.


"Ya udah kamu tunggu sini dulu yah. Biar aku tanya daddy dulu." Yordan pun keluar dari dalam kamarnya dan turun ke lantai bawah untuk mencari daddy Edwin.

__ADS_1


"Mom,daddy mana?" Tanya Yordan pada mommy Sarah yang baru keluar dari arah dapur sambil membawa secangkir teh hijau untuk sang suami.


"Di ruang kerja. Kenapa? Jangan bilang Millie bangun dan nyari aki nya." Tanya mommy Sarah curiga.


Yordan menggeleng.


"Genting ini mom!!!" Kata Yordan sambil menenggak teh hijau yang mommy Sarah buat khusus untul sang suami tercinta.


PLAAK. Mommy Sarah memukul lengan Yordan karena sudah menenggak habis teh hijau untuk daddy Edwin.


"Genting sih genting,tapi gak minum minumannya daddy kamu juga dong!!!"


"Sorry...sorry mom,khilaf."


Mommy Sarah mencebik.


"Memangnya apa yang genting? Kayaknya kondisi perusahaan daddy baik-baik aja deh."


Yordan menggeleng.


"Bukan soal perusahaan daddy,tapi ini menyangkut harga diri Yordan sebagai seorang suami dan menyangkut cuaca dalam rekening Yordan."


"Cuaca dalam rekening? Maksudnya?" Tanya mommy Sarah bingung sambil mengkerutkan keningnya.


"Rekening Yordan bakal dilanda kekeringan mom. Mommy tau kali ini Ica ngidam apa?"


"Apa?"


"Ica minta di beliin salah satu toko berlian di Paris."


"Oooh..terus apa hubungannya sama daddy?"


"Yah rekening Yordan bakal kekeringan lah mom kalau daddy gak bantuin Yordan."


"Cih..istri kamu yang ngidam kenapa suami mommy yang di repotin!!! Lagian bukannya rekening kamu kebanjiran terus? Masa beli satu toko berlian aja bisa bikin rekening kamu kekeringan."


"Mommy kan tau Yordan baru beli mobil."


"Mobil yang baru kamu beli aja cuma dua miliar,kan masih banyak sisanya."


"Itu kan yang kelihatan mom.." jawab Yordan keceplosan.


Mommy Sarah langsung memberi tatapan menyelidik untuk bapak satu anak yang sebentar lagi akan menjadi bapak dua anak itu.

__ADS_1


"Oh..jadi yang gak kelihatan banyak?! Jangan bilang yang gak kelihatan itu kamu taro di garasi rumah wanita simpanan kamu yah?" Tanya mommy Sarah sambil melipat kedua tangannya di dada.


__ADS_2