
BRAAAK. Bamper bagian depan mobil menabrak tembok saat mommy Sarah ingin memutar.
Efek sudah lama tidak menyetir,ditambah lagi dengan keadaan panik,membuat mommy Sarah agak kagok.
Dan akhirnya,mommy Sarah berhasil mengeluarkan mobil itu dari garasi.
"Ayo Dan,cepetan!!" Teriak mommy Sarah saat sudah sampai di teras rumah tempat Yordan menunggu.
"Mommy mau nyetir?" Tanya Yordan yang ragu dengan kemampuan mommy nya.
"Iya lah.!!! Udah cepetan masuk!!"
"Mommy di belakang aja deh sama Ica,biar Yordan aja yang nyetir!!"
"Aduh kak,gak usah debat dong!!! Perut aku sakit banget ini!!" Teriak Ica saat mencium aroma-aroma perdebatan antara suami dan mama mertuanya.
"Tau nih!! Udah masuk cepetan!!" Perintah mommy Sarah lagi.
Mau tidak mau Yordan pun masuk ke dalam mobil di bagian kursi belakang.
Setelah Yordan masuk,mommy Sarah langsung tancap gas.
Sangking paniknya,baik mommy Sarah maupun Yordan tak ada yang ingat dengan perlengkapan yang sudah mereka siapkan jauh-jauh hari untuk di bawa kerumah sakit. Jangankan perlengkapan yang harusnya di bawa kerumah sakit,Yordan pun sampai tak sadar mobil siapa yang sekarang di kendarai mommy nya.
"Mom,pelan-pelan mom!!!" Teriak Yordan ketakutan dengan cara mommy Sarah mengendarai mobil. Cara mommy Sarah membawa mobil lebih ugal-ugalan dari pada Jeki saat balapan. Sangking ketakutannya,rasa sakit di lengan Yordan akibat ulah cengkraman Ica sudah tak lagi Yordan rasakan.
"Udah tenang aja!!! Tugas kamu sekarang tenangin istri kamu!!" Jawab mommy Sarah sambil matanya serius menatap jalanan.
"Gimana bisa tenang kalau mommy bawa mobilnya urakan gini!!! Bisa-bisa kita bertiga yang di bawa kerumah sakit pake mobil ambulance.!!"
"Kalau begitu itu mah namanya takdir!!!" Jawab mommy Sarah enteng.
Yordan mengepalkan tangannya dan meninju udara sangking kesalnya mendengar jawaban sang mommy.
"Kak...sakiiiiit!!" Rintih Ica.
Mendengar rintihan Ica,emosi Yordan menjadi teralihkan dan berganti rasa panik karena melihat wajah sang istri yang kesakitan.
"Iya sayang..tahan yah." Kata Yordan sambil menciumi punggung tangan Ica dan tangannya mengelus perut buncit istrinya.
__ADS_1
Setelah hampir setengah jam melewati perjalanan yang sangat menegangkan dan menyeramkan bahkan lebih menegangkan dan menyeramkan dari uji nyali,akhirnya mobil yang mommy Sarah kendarai tiba juga di rumah sakit. Untung saja jalanan sepi,kalau tidak sudah di pastikan mereka tidak akan selamat sampai tujuan.
Dengan brisiknya mommy Sarah membunyikan klakson mobil saat tiba di depan lobi rumah sakit. Jelas aksi mommy Sarah itu membuat para perawat dan dokter yang sedang dinas malam itu langsung keluar.
Setelah memberhentikan mobilnya di depan lobi rumah sakit,mommy Sarah langsung turun dari dalam mobil dan memerintahkan pada perawat untuk membawa brankar. Melihat siapa yang turun dari dalam mobil,perawat yang mendapat perintah dari mommy Sarah pun langsung berlari mengambil brankar.
Setelah brankar datang,dengan perlahan Yordan pun mengeluarkan Ica dari dalam mobil dan membaringkan Ica di atas brankar. Setelah Ica di baringkan,para perawat langsung mendorong brankar menuju ruang bersalin.
⭐⭐⭐⭐⭐
Sedangkan di rumah utama,setelah mommy Sarah pergi. Daddy Edwin yang baru menyadari sang istri sudah tidak ada lagi di sebelahnya langsung keluar dari dalam markas,ia pikir kalau sekarang istrinya sedang berada di dapur.
"Kamu dari mana Din? Kok bawa serokan?" Tanya daddy Edwin saat melihat Dini turun dari tangga.
Melihat daddy Edwin ada dirumah,mbak Dini malah balik bertanya.
"Loh,kok tuan ada dirumah?"
"Maksud kamu apa? Ya memang saya ada dirumah kan? Mau kamu saya ada dimana?"
"Saya pikir tadi tuan ikut ke rumah sakit sama madam."
"Istri saya di bawa kerumah sakit?" Pikiran daddy Edwin melayang kemana-mana,apalagi setelah melihat pecahan gelas yang ada di serokan. Di pikiran daddy Edwin telah terjadi keributan hebat antara istrinya dan anaknya.
Daddy Edwin bernafas lega sesaat saat mendengar Ica yang di bawa kerumah sakit,tapi setelah mendengar Ica yang mau melahirkan,daddy Edwin kembali terlihat panik.
"Ica mau melahirkan?! Terus dari kapan mereka pergi?"
"Baru lima belas menitan lah tuan."
"Astaga!!! Kok kamu gak bilang sih dari tadi!!"
"Maaf tuan,saya gak tau. Saya pikir tuan juga ikut tadi." Jawab mbak Dini merasa bersalah.
Namun tiba-tiba saja otak mbak Dini kembali mengingat rentetan kejadian mulai dari ia masuk ke kamar Yordan sampai saat ia mengekori Yordan yang membawa Ica ke teras depan. Mbak Dini merasa ada sesuatu yang janggal dengan kepergian tiga orang yang sedang panik itu.
"Astaga!!!" Teriak mbak Dini.
Mendengar mbak Dini yang berteriak,sontak daddy Edwin yang baru saja memutar tubuhnya untuk kembali ke dalam markas,langsung memutar tubuhnya kembali menghadap mbak Dini.
__ADS_1
"Kenapa Din?"
"Itu tuan...."
"Itu apa?!"
"Mereka kayaknya gak bawa perlengkapan yang harus di bawa kerumah sakit tuan."
"Ya ampun!!! Ya udah sekarang kamu naik lagi ke kamar mereka,ambil semua perlengkapan yang harusnya di bawa,sekalian ambil hp nya Yordan dan Ica kalau hp mereka juga ketinggalan."
"Ba...baik tuan." Mbak Dini pun kembali menaikki anak tangga.
Baru dua anak tangga ia naiki,ia kembali teringat dengan pakaian yang menempel di tubuh mommy Sarah. Ia pun kembali memutar tubuhnya dan kembali menuruni anak tangga.
"Tuan.." panggil mbak Dini.
Daddy Edwin pun membalikkan tubuhnya saat mbak Dini memanggilnya.
"Apalagi Din?"
"Itu madam.."
"Madam kenapa?" Tanya daddy Edwin sambil mengernyitkan keningnya.
"Itu..madam tadi cuma pake baju haram tuan!!" Karena tidak tau apa nama lain pakaian yang mommy Sarah kenakan,mbak Dini pun menyebutnya dengan baju haram.
"Baju haram?" Tanya daddy Edwin yang tak mengerti apa maksud dari baju haram.
"Itu loh tuan,baju yang kurang bahan,yang keluaran Victoria's Secret."
Mata daddy Edwin membelalak mendengar perkataan mbak Dini,ia baru ingat kalau saat tidur istrinya hanya memakai lingeri.
"Astaga,kok kamu baru bilang sih!!!"
"Maaf tuan baru inget."
Daddy Edwin membuang nafasnya kasar.
"Ya udah..sekarang kamu cepetan kasih turun semua barang-barang yang harus di bawa!!"
__ADS_1
"Bahaya ini kalau sampai ada dokter muda yang lihat body nya Sarah yang masih kenceng!!" Gerutu daddy Edwin dalam hati.
Cepat-cepat daddy Edwin masuk ke dalam markas dan mengganti baju nya dan membawa pakaian ganti untuk istrinya.