Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 141


__ADS_3

"Sar.." panggil daddy Edwin.


"Ya Ed." Jawab mommy Sarah yang sedang duduk di depan meja rias dan akan memulai ritual skincare an.


"Ayo kita pulang." Ajak daddy Edwin. Nampaknya daddy Edwin sudah bosan di New York,karena tidak bisa melakukan apa-apa. Ia hanya memantau cara kerja Yordan melalui asistennya saja. Mommy Sarah juga melarang daddy Edwin untuk memeriksa pekerjaannya selama mereka honeymoon dan memberi wewenang penuh pada Yordan. Toh,cepat atau lambat Yordan juga memang akan mewarisi perusahaan kedua orangtuanya. Kalau bukan dari sekarang ia belajar jadi Presdir,mau kapan lagi.


"Sabar Ed. Lagian anak-anak kita juga baik-baik aja kok." Jawab mommy Sarah santai.


"Tapi aku yang gak baik-baik aja Sar. Aku bosan gak ada kegiatan apa-apa."


"Cih..gak ada kegiatan apa-apa. Terus kita ritual pagi,siang,sore malam itu apa?" Ketus mommy Sarah.


"Maksud aku bukan kegiatan seperti itu. Aku rindu bekerja Sar. Coba kita pulang ke kampung ku,pasti rasa rindu ku untuk bekerja gak sebesar ini. Di kampung ku kan kita bisa pergi berkebun dan kasih makan ternak. Kalau disini,aku mau bikin apa?!" Rengek daddy Edwin.


"Ayo lah Ed,jangan kayak anak kecil. Anggap saja sekarang kamu sedang belajar pensiun."


"Pokoknya aku mau pulang. Titik. Kalau kamu gak mau pulang,biar aku pulang sendiri." Kata daddy Edwin merajuk. Ia pun berjalan menuju ruang ganti untuk mengambil koper.


Mata mommy Sarah membulat saat melihat suaminya yang merajuk. Ia pun berjalan mengikuti sang suami keruang ganti.


"Ed,jangan gini Ed.." kata mommy Sarah menahan tangan suaminya yang akan menyusun pakaiannya ke dalam koper.


Daddy Edwin langsung menghempaskan tangan istrinya.


"Kamu ini kenapa sih Ed? Kok tiba-tiba ngambek gini.?!" Tanya mommy Sarah penasaran.

__ADS_1


"Aku tau kamu ingin berlama-lama disini pasti karena Luke kan?" Tuduh daddy Edwin. Dua hari lalu,daddy Edwin tak sengaja mendengar percakapan mommy Sarah dengan mama Nivi.


Mommy Sarah menceritakan tentang Luke,laki-laki yang pernah singgah di hati mommy Sarah,begitupun dengan Luke yang pernah mencintai mommy Sarah diam-diam sebelum mommy Sarah menikah dengan daddy Edwin. Hanya saja hubungan mereka sebatas penganggum rahasia,tidak ada yang berani menyatakan cinta terlebih dulu.


Dari percakapan yang daddy Edwin dengar,mommy Sarah tak sengaja bertemu kembali dengan Luke saat mommy Sarah dan mama Nivi sedang meriview toko-toko roti. Dan itu membuat darah kecemburuan daddy Edwin meletup-letup.


Mata mommy Sarah membelalak mendapat tuduhan dari suaminya.


"Astaga Ed. Kamu punya pikiran dari mana itu?!"


"Sudah lah Sar,mungkin di mata mu sekarang aku hanyalah laki-laki tua,wajahku juga sudah dipenuhi kerutan dan tubuh ku juga tak segagah waktu aku muda,makanya begitu kamu melihat Luke,kamu sangat antusias. Kalau kamu ingin berlama-lama bernostalgia bersama dia disini,silahkan saja,tapi biarkan aku pulang ke negara ku." Kata daddy Edwin terlalu mendramatisir.


Mommy Sarah yang menangkap sinyal kecemburuan dan rasa insecure dari sang suami,langsung memeluk suaminya.


"Kamu itu tetap yang terbaik Ed. Kamu adalah laki-laki terhebat dalam hidup ku. Hebat dalam bidang apapun. Jadi jangan pernah cemburu apalagi sampai meragukan cinta dan kesetiaan ku untuk mu."


"Kita ketemu gak sengaja Ed."


"Tapi ada kemungkinan kan untuk sebuah pertemuan yang di sengaja? Apalagi kalau dia tau kamu masih ada di negara ini,bisa-bisa ia datang kemari untuk menemui mu."


Mommy Sarah menghela nafasnya. Ia tidak bisa adu argumen dengan sang suami kalau suaminya sudah di selimuti kecemburuan.


"Jadi kamu mau gimana?"


"Kita pulang. Itu jalan yang terbaik untuk menghindari pertemuan kalian yang di sengaja." Kata daddy Edwin mutlak.

__ADS_1


Pasrah. Hanya itu yang bisa mommy Sarah lakukan. Ia tak ingin suaminya berpikir macam-macam kalau ia tetap bertahan di negara itu.


"Baik lah. Kita pulang,tapi besok pagi,oke." Jawab mommy Sarah mau tak mau.


"Kamu tunggu aja di ruang tidur,biar aku susun pakaian kita." Kata mommy Sarah lagi.


Daddy Edwin pun berjalan ke ruang tidur dan menunggu istrinya yang sedang berkemas sambil menyuruh orang untuk mempersiapkan pesawat pribadi mereka besok pagi. Setelah berkemas,mommy Sarah kembali ke ruang tidur dan mengambil hp nya untuk memberitahu pada mama Nivi tentang kepulangan mereka besok pagi.


⭐⭐⭐⭐⭐


Hubungan Yordan dan Ica pun makin hari makin mesra saja. Begitupun hubungan Jeki dengan soulmatenya. Layaknya minum obat,Jeki selalu mengapel sang soulmate tiga kali sehari. Pagi hari sebelum Jeki menemani Yordan berangkat kerja,siang hari saat Ica datang membawa makan siang ke kantor Yordan dan malam hari sebelum Yordan dan Ica berangkat ke alam mimpi. Dan bisa ada tambahan ronde jika cuaca sedang mendukung.


Ica tidak bisa menolak,karena itu sudah ada dalam perjanjian tak tertulis antara dirinya dan sang suami,hanya demi menunda kehamilan.


Begitu juga malam ini,Jeki baru saja mengapel sang soulmate.


"Kak..ikh.." Ica risih saat tangan Yordan memilin ujung buah siicakama. Kini Ica sedang berada dalam pelukan Yordan dan dengan keadaan polos.


Bukannya menghentikan aksinya,Yordan malah menurunkan wajahnya hingga tepat didepan buah siicakama.


"Kak..udah dong. Aku capek.!" Rengek Ica saat Yordan sedang menyedot sari-sari buah siicakama. Ica yakin kalau ia tak menghentikan aksi sang suami,dan malah ikut terbuai,bisa-bisa malam ini ada tambahan ronde lagi. Padahal tadi malam Ica sudah memberikan tambahan dua kali putaran untuk Jeki balapan liar di dalam terowongan.


Yordan melepaskan sejenak buah siicakama dari dalam mulutnya.


"Aku butuh banyak nutrisi Ca,untuk naikin imun tubuh. Kamu kan tau aku tenaga aku udah terkuras ngurus perusahaan sama bahagiain si Jeki dan soulmatenya." Jawab Yordan.

__ADS_1


"Itu tuh belum ada nutrisinya kak,kecuali udah ada airnya baru ada nutrisinya."


"Buah yang ini kan beda Ca,kalau belum ada airnya bernutrisi buat aku,kalau udah ada airnya yah bernutrisi untuk anak kita. Udah akh,jangan ganggu kesenangan aku." Protes Yordan karena Ica selalu mengajaknya bicara. Ia pun kembali melahap buah siicakama.


__ADS_2