
Melihat suaminya yang emosi,Ica buru-buru memeluk sang suami lagi.
"Bukan gitu kak. Aku ngerasa aku belum pantes aja jadi orangtua. Dengan sifat aku yang manja dan kekanak-kanakan gini,aku takut nanti gak bisa mengurus anak aku. Lagian aku mau kita berduaan dulu,pengen mesra-mesraan dulu,nikmatin masa-masa pengantin baru kita kak."
Yordan menghela nafasnya.
"Kamu enak Ca masih muda,bisa bilang mau nikmatin masa-masa pengantin baru. Tapi untuk pria dewasa seumuran aku,habis nikah maunya langsung punya anak. Kamu kan tau aku pewaris tunggal,kalau kita kelamaan nunda punya anak,gimana nasib perusahaan mommy sama daddy yang di wariskan ke aku Ca."
"Gak lama kok kak,setahun aja. Boleh yah. Lagian kan kakak janji mau bukain butik buat aku,biar setahun ini biar aku tuangin ilmu yang udah aku dapet di butik aku. Aku janji,setelah setahun kita program lagi. Yah kak..boleh yah kak.." rengek Ica memohon.
Melihat wajah istrinya yang memelas,Yordan pun jadi tak tega. Ia pun menyetujui kemauan Ica untuk menunda kehamilan,lagi pula hanya setahun saja,anggap saja sekarang mereka sedang pacaran halal. Walaupun Yordan sudah mengizinkan keinginan istrinya,tetap saja Yordan mengajukan syarat pada Ica.
"Tapi ada syaratnya."
"Syarat? Syarat apa?!"
__ADS_1
"Sebelum butik kamu selesai,kamu harus ikut aku ke kantor tiap hari,kayak waktu kamu jadi asisten aku dulu. Dan kalau kalau butik kamu udah selesai,sebelum jam lima kamu harus udah di kantor aku,kita pulang bareng. Dan yang paling penting,dimana pun dan kapan pun Jeki mau main bareng soulmatenya kamu harus mempertemukan mereka berdua. Aku gak mau dengar kata penolakan. Kecuali kalau si Sailor Moon lagi jagain rumahnya si Jeki. Gimana?!" Kata Yordan menyebutkan syarat untuk Ica. Maklum jiwa pebisnis,harus memikirkan untung dan ruginya. Ia merasa rugi membuang-buang pasukan Jeki kalau Ica meminum pil kb,jadi untuk membayar kerugian itu,Ica harus membayar dengan semua waktu yang Ica miliki untuk Yordan dan melayani sang sahabat dengan baik dan benar.
Ica pun mengangguk,karena tak mungkin juga ia mampu menolak kemauan suaminya yang satu itu.
"Nah gitu dong,kan kita sama-sama untung." Kata Yordan puas karena Ica setuju dengan syarat darinya.
⭐⭐⭐⭐⭐
Satu bulan berlalu.
New York,dua pasangan tak sadar usia yang katanya sedang honeymoon,nyatanya tak benar-benar sedang honeymoon. Karena sebenarnya hanya pulang kampung saja.
Selain niat untuk pulang kampung,mommy Sarah juga ingin melatih mental keduanya. Ica harus sadar posisinya sebagai istri dari pewaris tunggal kerajaan bisnis mommy Sarah dan daddy Edwin. Begitupun Yordan,walaupun dia adalah pewaris tunggal dua perusahaan besar,dia juga harus pintar mengatur waktu untuk keluarga kecilnya. Karena tak selamanya mommy dan daddy akan selalu mendampingi mereka. Dan rencana ini sudah diketahui mama Nivi dan sudah mendapat persetujuan dari besannya itu.
"Sar,apa gak sebaiknya kita pulang sekarang? Kita gak mendengar kabar keributan mereka,aku rasa hubungan mereka baik-baik saja." Tanya mama Nivi pada besannya itu. Kini mereka berdua sedang berada di halaman belakang. Sedangkan para suami,sedang asik mengobrol di ruang keluarga.
__ADS_1
"Ini baru sebulan Niv. Kita tunggu satu atau dua bulan lagi. Biar ilmu yang mereka dapatkan semakin dalam."
"Tapi apa gak terlalu keterlaluan untuk mereka?"
"Gak ada istilah keterlaluan kalau niat kita melatih mental anak-anak kita Niv. Yordan harus sadar statusnya sebagai suami dan pemimpin perusahaan,begitupun dengan Ica yang harus bisa mengerti akan kesibukan Yordan. Karena menikah itu bukan hanya urusan ranjang saja. Kalau kita selalu memanjakan mereka,nanti disaat kita tiba-tiba tidak ada mereka akan selalu berkelahi karena Ica yang kaget dengan kesibukan Yordan begitupun Yordan yang tidak tau membagi waktu untuk keluarga. Apa kamu mau mereka seperti itu? Lebih baik mereka berantem-berantem manja dari sekarang,daripada mereka harus berantem hebat di saat kita sudah gak ada."
"Iya kamu benar,sedangkan aku sama suami ku dulu sering sekali ribut besar dan hampir bercerai karena kesibukan suami ku. Pikiran ku selalu negatif tentangnya saat suami ku pulang larut malam,padahal di luar sana dia sedang berusaha mati-matian menafkahi kami."
"Bukan hanya kamu Niv,aku juga sama suami ku dulu begitu. Ditambah kami dulu pernah long distance,karena aku masih harus berkuliah disini sedang suami ku harus kembali ke negaranya untuk bekerja. Jadi aku ingin mereka berdua merasakan bagaimana membangun rumah tangga benar-benar dari nol. Karena kehidupan anak-anak kita sudah lebih enak dari kehidupan kita dulu. Coba Yordan itu hanya karyawan biasa yang harus bekerja mati-matian siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-istrinya,maka masalah bukan hanya soal waktu dan perhatian saja melainkan juga soal kantong."
Mama Nivi mengangguk setuju dengan kata-kata mommy Sarah.
"Kamu jangan terlalu khawatir dengan mereka,mata-mata ku banyak. Kalau sampai ada laporan mereka ribut besar,kita langsung pulang. Oke." Kata mommy Sarah menenangkan besannya itu.
"Baik lah Sar,aku ngikut didikan militer mu untuk anak-anak kita."
__ADS_1
"Ya sudah,sekarang kita istirahat,biar besok kita punya tenaga menjelajah toko-toko roti disini." Kata mommy Sarah lagi. Selama disana mommy Sarah dan mama Nivi pergi menjelajah dari toko roti satu ke toko roti lain mencari inspirasi untuk melebarkan bisnis serta untuk menambah jenis roti baru untuk toko roti mama Nivi. Bukan hanya toko roti saja,mereka juga masuk ke restoran yang satu ke restoran lainnya,karena mereka berdua berencana ingin membuka restoran bersama.
Mommy Sarah dan mama Nivi pun masuk kembali ke dalam rumah dan menghampiri para suami mereka. Setelah ikut mengobrol dengan para suami beberapa saat,dua pasangan itu pun kembali ke dalam kamar masing-masing.