Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 62


__ADS_3

"Hei gadis konyol.!!!" Bentak Edwin saat sudah sampai di hadapan Sarah.


Namun tak lama amarahnya berubah menjadi kepanikan karena melihat wajah Sarah yang sangat merah,mata yang sayu serta tubuh lemas dan nafas yang terengah-engah.


"Tolooong.." lirih Sarah dengan suara yang amat kecil karena tenaganya sudah benar-benar habis menahan reaksi obat perangsang.


Tak lama Sarah menjatuhkan tubuhnya ke pelukan Edwin.


Edwin kaget saat Sarah memeluknya. Ini pertama kalinya bagi Edwin berpelukan dengan wanita.


"Heii..kamu kenapa?" Tanya Edwin yang masih belum mengerti apa yang terjadi pada Sarah.


"Toloong..panas...aaakkhh..panas.." rintih Sarah di pelukan Edwin.


Edwin menjauhkan tubuhnya dari Sarah,dan melihat wajah Sarah.


Terlihat wajahnya sangat memerah,kemudian Edwin memegang kening Sarah,tapi tidak panas malah keluar keringat dingin dari tubuhnya.


Edwin mengernyitkan keningnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Edwin sekali lagi.


"Anthony...Anthony berusaha menjebakku dengan memasukkan obat perangsang ke dalam minuman ku. Tolong aku Edwin...pliiiis,rasanya sangat tidak nyaman."


Edwin membelalakan matanya. Ia juga tidak tahu harus berbuat apa,karena ia tak pernah berurusan dengan hal-hal seperti itu. Tapi satu yang Edwin tau,bahwa Sarah harus segera mendapat pertolongan.


Edwin memapah tubuh Sarah menuju motor besarnya,dan memakaikan helm untuk Sarah. Ia membantu Sarah untuk naik ke atas motornya.


Edwin melepaskan jaket kulitnya,dan melingkarkan ke pinggang Sarah dan mengikatnya di pinggangnya sendiri,tujuannya agar Sarah tak terjatuh kalau seandainya Sarah harus tertidur di atas motor.


"Aku akan cari cara untuk menolong mu,jadi tolong untuk tetap sadar,dan pegangan yang kuat,oke.!!" Pinta Edwin sebelum ia melajukan motornya.


Sarah pun mengangguk paham.


Edwin pun melajukan motornya dengan kecepatan penuh. Dia tidak tahu harus membawa Sarah kemana,jadi sekarang tujuan Edwin adalah apartemennya.


Bip..bip..bip


Edwin memencet kode pass pintu apartemennya.


Ceklek. Pintu terbuka.

__ADS_1


Edwin pun memapah Sarah masuk ke dalam apartemennya,dan membawanya masuk ke dalam kamarnya dan membaringkan Sarah di atas tempat tidur sucinya.


Iyalah suci,karena Edwin masih perjaka ting-ting. Dia tidak pernah berurusan dengan yang namanya jalang. Tapi ia tetap laki-laki normal yang sesekali butuh pelepasan. Dan disaat dia membutuhkan itu,dia hanya perlu menonton blue film lalu menuntaskan hasratnya sendiri di kamar mandi.


"Tunggu disini,aku cari tau dulu bagaimana menghilangkan efek obat perangsang." Kata Edwin sambil mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang.


Ia pun mengeluarkan hp nya dari dalam saku celananya. Ia mengetikkan kata-kata di mesin pencarian.


Edwin membaca satu persatu artikel yang ada,namun dari semua yang ia baca hanya satu intinya untuk menghilangkan efek obat perangsang. Yaitu dengan berhubungan intim.


Edwin menelan slivanya,tak mungkin ia melakukan itu pada Sarah. Karena mereka tidak memiliki hubungan apa-apa,lagi pula ia sangat memegang teguh prinsipnya,'satu lubang untuk selamanya'.


"Panaaas Ed.." racau Sarah sambil membuka kaos yang ia kenakan.


Mata Edwin membelalak melihat Sarah yang sudah membuka kaosnya dan menampakkan si kembar yang masih memakai penutup. Lagi dan lagi Edwin menelan slivanya susah payah,keteguhan prinsipnya benar-benar di uji.


"Astagaa Sarah!!" Bentak Edwin.


"Panaas Ed,tolooong." Kini tangan Sarah mulai membuka resleting celananya.


"Stoop,jangan dibuka!! Tunggu disini,biar aku isi air dingin dulu ke bath up.!!" Edwin pun beranjak berdiri dari tepi ranjang.


Namun tangan Sarah langsung menarik tangan Edwin,membuat Edwin terjerembab di atas tubuh Sarah.


Entah siapa yang memulai duluan,kini Sarah sudah dalam keadaan polos sedangkan Edwin masih memakai boxer.


Tiba-tiba Edwin pun tersadar dengan aksinya bersama Sarah. Ia menghentikan aksinya dan menjauhkan tubuhnya dari Sarah dan membaringkan tubuhnya di sebelah Sarah.


Melihat Edwin yang berbaring di sebelahnya dan tak melanjutkan aksinya,membuat Sarah kembali frustasi. Ia langsung menindih tubuh Edwin dan mendusel-duselkan hidungnya di leher Edwin.


"Ssshh.." desah Edwin antara geli dan nikmat. Namun dengan cepat tangannya menarik wajah Sarah agar Sarah menghentikan aksinya tersebut.


"Jangan Sarah,kita tidak boleh melakukan itu. Lebih baik kamu berendam saja dengan air dingin di dalam bath up." Edwin berusaha bangun dari tempat tidurnya.


"Tolong aku Ed,rasanya tidak nyaman sekali,seperti ada sesuatu yang sangat ingin ku lepaskan dari dalam tubuh ku,pliiiis.." Sarah memohon pada Edwin.


Iman lemah Edwin tak sanggup mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Sarah,apalagi nada bicara Sarah seperti orang yang sedang mendesah. Runtuh sudah keteguhan pendirian Edwin hanya untuk membantu Sarah menghilangkan efek obat perangsang.


Edwin berpikir kalau Sarah adalah wanita penganut one night stand,jadi setelah ia membantu Sarah untuk menghilangkan efek obat perangsang pada tubuh Sarah,ia tidak perlu bertanggung jawab. Karena pada dasarnya,Edwin hanya menolong Sarah.


Edwin pun memulai aksinya kembali. Dan pertempuran itu pun terjadi.

__ADS_1


Edwin mengernyitkan keningnya saat ia memasuki Sarah,rasanya sangat sempit dan mengganjal. Mata Edwin membelalak ketika melihat bercak darah di sprei nya.


"Omaigat..dia masih virgin.!!" Lirih Edwin. Ada penyesalan saat ia mengatakan hal itu.


Ia tidak ingin melanjutkan aksinya,tapi hasratnya sudah di ubun-ubun. Lagi pula,ia sudah mengambil kesucian Sarah,jadi tanggung kalau ia harus berhenti di tengah jalan.


Mendengar Sarah yang meracau lagi minta pertolongan Edwin. Edwin pun kembali memasukki tubuh Sarah lagi. Dan Edwin pun menunjukkan aksi terbaiknya sebagai pemula. Racauan,desahan serta jeritan terdengar merdu mengisi kamar tidur Edwin.


Setelah merasakan pelepasannya yang pertama,Edwin hanya membiarkan Sarah beristirahat selama lima belas menit,kemudian ia kembali mengajak Sarah untuk berolah raga kembali. Dan itu terus berulang sampai subuh.


Pagi harinya Sarah terbangun lebih dulu,ia melihat tubuhnya yang sudah polos,dan ia melihat Edwin yang tidur di sebelahnya juga dalam keadaan polos. Sarah mencoba mengingat kejadian tadi malam,ia merutuki kebodohannya karena ia ingat kalau dirinya lah yang memancing Edwin.


Sarah tak ingin meminta pertanggung jawaban pada Edwin karena ia sadar kalau memang dirinya lah yang bersalah. Tapi ia juga tidak sanggup mengucapkan kata maaf atau kata terimakasih pada Edwin.


Sarah mendudukkan tubuhnya.


"Auuw.." pekik Sarah saat merasakan sakit di bagian intinya.


Namun ia mencoba menahannya dan menurunkan kakinya ke lantai dan memungut pakaiannya dari lantai.


Ia memakai pakaiannya satu persatu,setelah ia bersiap,ia mengambil tasnya dan hendak keluar dari kamar tidur Edwin.


Namun suara serak Edwin menghentikannya.


"Mau kemana kamu?" Tanya Edwin yang melihat Sarah sudah bersiap untuk keluar dari dalam hotel.


"Mau pulang. Terima kasih sudah menolongku. Aku tidak akan menuntut pertanggung jawaban dari mu. Kita anggap saja kalau kejadian ini tidak pernah terjadi." Kata Sarah yang tidak mau menoleh ke arah Edwin.


Jujur,hatinya sakit saat harus mengatakan hal itu. Karena kesucian yang telah ia jaga selama ini harus hilang dalam semalam karena efek obat perangsang.


Edwin membelalakan matanya,kaget dengan ucapan yang baru saja Sarah katakan. Semudah itu Sarah mengatakan untuk melupakan yang terjadi di antara mereka,padahal Sarah masih suci. Seandainya Sarah sudah tidak suci,Edwin juga tidak merasa keberatan kalau Sarah mengatakan hal itu.


Tak ingin mengiyakan perkataan Sarah,Edwin pun turun dari tempat tidur dan memakai boxernya. Ia menghampiri Sarah dan memeluk Sarah dari belakang.


"Aku akan tanggung jawab,aku bukan tipe laki-laki yang suka melakukan one night stand. Apalagi perempuan itu masih suci. Jadi tolong antar aku menemui orangtua mu,dan mempertanggung jawabkan perbuatan ku."


"Itu bukan salah mu,aku yang menggoda mu karena aku di bawah pengaruh obat perangsang,jadi kamu tidak perlu mempertanggung jawabkan apapun." Sarah masih menolak pertanggung jawaban Edwin.


Edwin membalikkan tubuh Sarah dan menatap lekat-lekat wajah Sarah.


"Tapi kesucian mu sudah aku renggut." Edwin mulai kesal karena Sarah tetap saja menolak pertanggung jawabannya.

__ADS_1


"Itu tidak masalah buat ku. Dinegara ini,wanita seusia ku sudah banyak yang melakukan hal itu di luar nikah."


Edwin menghela nafasnya,sepertinya kalau ia memaksakan perdebatan ini,sudah di pastikan dirinya akan kalah. Edwin memutar otaknya lagi agar Sarah mau menerima pertanggung jawabannya.


__ADS_2