
Masa nifas Ica sudah lewat tiga hari,tidak ada tanda-tanda Yordan ingin mengajak Ica untuk menyelesaikan masa pingitan Jeki dan Juliet. Padahal kenyataanya Yordan bukan tidak mau menyelesaikan masa pingitan Jeki,hanya saja ada sedikit rasa takut dalam diri Yordan jika harus mempertemukan Jeki dan Juliet. Ia takut akan membuat terowongan Icablanca longsor kembali jika Jeki balapan sebelum dua bulan setelah renovasi. Yordan berencana akan kembali mengajak Jeki balapan di terowongan setelah dua bulan.
Namun keputusan Yordan yang sepihak itu membuat Ica menjadi berpikir negative. Di pikiran Ica,Yordan sudah tidak menginginkan terowongan miliknya. Walaupun tiap malam Ica tak pernah absen memanjakan Jeki,tapi tetap saja Ica takut kalau Yordan kembali lagi menjadi seorang casanova.
Pagi ini setelah selesai sarapan,Yordan langsung berangkat ke kantor. Sedangkan Ica masih belum diizinkan mommy Sarah untuk mengurus butik,karena mommy Sarah tidak mau menantunya itu kelelahan dan stress sehingga membuat produksi ASI nya terganggu.
Cup. Yordan mengecup kening Ica.
"Aku pergi yah." Pamit Yordan pada Ica.
Ica menganggukkan kepalanya.
Cup. Gantian,Yordan mengecup kening baby Millie yang sedang tidur di bouncer.
"Papa kerja dulu yah cantik." Pamit Yordan pada baby Millie.
"Hati-hati yah papa. Jangan genit-genit sama karyawan perempuan yang cantik." Malah Ica yang menjawab mewakili baby Millie yang sedang tertidur.
"Buat aku cuma ada tiga perempuan cantik di dunia ini. Mommy,kamu dan Millie. Perempuan lain di mata aku semuanya datar. Jadi kamu tenang aja,aku gak akan mungkin tertarik dengan perempuan lain. Udah yah,aku berangkat kerja dulu. Bye." Yordan pun keluar dari markas dua.
Setelah Yordan keluar dari markas dua,Ica duduk termenung di sofa sambil memikirkan cara apa yang harus ia lakukan agar Yordan mau berhenti memingit sahabatnya. Karena semua cara Ica sudah lakukan,mulai dari memakai baju dinas balapan,sampai memanjakan sahabat suaminya itu tiap malam,sudah Ica lakukan. Tapi Yordan tetap teguh pada pendiriannya yang belum mau melepaskan sahabatnya sebelum dua bulan.
Tiba-tiba saja Ica menjentikkan jarinya,tanda kalau ia sudah punya ide untuk meluluhlantakkan pertahanan Yordan.
Ica pun mengambil baby Millie yang sedang tertidur di dalam bouncer markas dua dan berjalan keluar dari markas dua menuju kamar baby Millie.
"Sus,tolong jagain Millie dulu yah. Aku mau masak untuk makan siang papa nya Millie."
"Iya buk,gak usah minta tolong kali. Kan ini memang udah tugas kami berdua jagain si cantik." Jawab sus Meri.
Ica pun mengulas senyum sebelum keluar dari kamar baby Millie. Ia pun melangkahkan kakinya menuju dapur.
"Kamu mau ngapain Ca?" Tanya mommy Sarah yang melihat Ica berjalan ke arah dapur.
__ADS_1
"Mau bikin makan siang untuk kak Yordan mom." Jawab Ica.
"Oo..o." mommy Sarah hanya ber O ria.
"Oh iya mom,Ica bisa minta tolong gak."
"Minta tolong apa? Bawain makan siang untuk Yordan?" Tebak mommy Sarah.
Ica menggeleng.
"Terus?"
"Bisa minta tolong jagain Millie gak mom,soalnya Ica mau nganter makan siang langsung ke kantor. Sekalian mau sidak dadakan."
"Sidak dadakan? Kamu mau nyidak si bule kampret?"
Ica menganggukkan kepalanya.
"Emangnya si bule kampret itu kenapa?" Tanya mommy Sarah penasaran. Karena setau mommy Sarah,di kantor maupun di luar kantor Yordan tidak pernah berbuat macam-macam. Namun meski mommy Sarah sudah menyiapkan detektif untuk mengawasi tindak-tanduk anaknya,tidak menutup kemungkinan ada hal-hal yang mommy Sarah tidak ketahui.
Padahal kenyataannya,Ica hanya sedang akting agar mommy Sarah kasihan padanya dan mau menjaga baby Millie.
Mendengar suara menantu kesayangannya bergetar,mommy Sarah langsung mendekati Ica dan menggiring Ica untuk duduk di kursi meja makan.
"Cerita sama mommy,memangnya Yordan berubah gimana?" Tanya mommy Sarah dengan raut wajah prihatin,takut-takut apa yang ada di pikiran mommy Sarah benar adanya. Kalau Yordan kembali ke jalan tikus dan bermain-main di wc umum.
"Ica kan udah empat puluh tiga hari melahirkan." Ica menjeda sejenak kalimatnya untuk menarik nafas.
Mommy Sarah yang sedang dalam mode serius untuk mendengarkan curhatan Ica hanya menganggukkan kepalanya.
"Dan udah tiga hari selesai masa nifas." Kembali Ica menjeda kalimatnya.
Mommy Sarah pun kembali menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Tapi kak Yordan...hiks...kak Yordan..hiks.." Ica pura-pura menangis agar mommy Sarah iba melihatnya.
"Tapi Yordan kenapa Ca?" Tanya mommy Sarah makin panik melihat Ica yang menangis.
"Tapi kak Yordan belum buka puasa juga sampe sekarang. Padahal Ica kan udah kangen sama gaya nya Jeki yang ugal-ugalan mom." Kata Ica masih dengan akting menangis.
Mommy Sarah menganga mendengar pengakuan menantu kesayangannya. Semenjak menikah dengan Yordan,otak polos Ica sudah tercemari dengan kata-kata konyol putra semata wayangnya yang minim akhlak.
Mommy Sarah menghela nafasnya,ternyata ketakutannya tidak menjadi kenyataannya. Padahal rencananya mommy Sarah akan memecat Yordan dan memiskinkan anaknya itu serta mengeluarkan Yordan dari kartu keluarga dan ahli waris jika benar apa yang ia takutkan terjadi.
Tapi setelah tau apa yang menyebabkan Ica menangis,mommy Sarah jadi bingung,siapa yang harus ia bela sekarang,anaknya kah atau menantunya. Menurut mommy Sarah,pasti Yordan mempunyai alasan sendiri kenapa ia belum juga buka puasa setelah Ica selesai masa nifas. Tapi disisi lain,mommy Sarah juga kasihan melihat Ica yang sudah sangat merindukan kegagahan Yordan.
"Menurut mommy Ica harus gimana?"
"Memangnya rencana kamu sekarang apa?"
"Rencananya,Ica mau nganter makan siang buat kak Yordan. Terus..." Ica menjeda kalimatnya sambil menggigit bibir bawahnya.
"Terus apa?"
"Terus ngajak kak Yordan ke hotel. Makanya Ica minta tolong sama mommy untuk jagain baby Millie."
Mommy Sarah kembali menganga sambil manggut-manggut mendengar kata-kata Ica yang begitu blak-blakan,mungkin di dunia ini hanya Ica,menantu yang berani se blak-blakan itu pada me mertuanya.
"Boleh kan mom,Ica titip Millie sama mommy? Ica mau quality time dulu sama kak Yordan." Tanya Ica dengan memasang raut wajah minta di kasihani.
"Boleh sayang...boleh. Lakukan lah yang terbaik untuk keharmonisan rumah tangga kalian. Kalau soal Millie gak usah di pikirin,dengan senang hati mommy akan jagain Millie." Jawab mommy Sarah sambil memeluk tubuh Ica.
"Yah...walaupun Millie nya yang gak senang di jagain grandma nya." Gerutu mommy Sarah dalam hati.
"Ya udah,kalau gitu Ica masak dulu yah mom." Kata Ica sambil menjauhkan tubuhnya dari pelukan mommy Sarah. Ica pun berdiri dari tempat duduknya.
"Millie dimana?" Tanya mommy Sarah saat Ica berdiri.
__ADS_1
"Ada di kamarnya mom,lagi tidur." Jawab Ica. Kemudian ia pun melangkahkan kakinya berjalan menuju dapur meninggalkan mommy Sarah yang sedang termenung memikirkan nasib nya yang akan kerepotan menjaga cucu kesayangannya,terlebih cucu kesayangan suaminya.