
"Mommy gak sabar pengen cepat-cepat gendong cucu." Bisik mommy Sarah.
"Ica ha..." mommy Sarah langsung menutup mulut suaminya agar tidak keceplosan. Dengan tatapan tajam,mommy Sarah memberi kode pada sang suami untuk diam.
"Kita bicarakan nanti di kamar." Kata mommy Sarah.
"Ica sayang.." panggil mommy Sarah pada menantu kesayangannya itu.
Ica yang sedang asik memilih-milih dekorasi untuk butiknya dari hp nya pun menoleh ke arah mommy Sarah.
"Iya mom."
"Mulai besok kamu gak usah ke proyek. Kan udah ada arsiteknya,kasihan kamu nanti capek sayang."
"Ica gak capek kok mom,Ica seneng banget kok. Lagian Ica disana kan cuma sebentar,jam sebelas kan Ica udah di kantor nemenin kak Yordan."
"Tapi nanti..." dengan cepat Yordan memotong ucapan mommy Sarah.
"Biar aja lah mom kalau Ica seneng,lagian ada Sam dan Ray yang jaga Ica."
Mommy Sarah pun mengalah,kalau suaminya saja mengijinkannya kenapa ia harus melarang Ica melalukan hal yang menantunya suka.
"Ya udah. Tapi kalau kecapean istirahat yah." Mommy Sarah memberi nasehat pada Ica.
"Iya mom,makasih yah udah perhatian banget sama Ica."
"Sama-sama sayang."
"Kita ke kamar yuk Ca." Ajak Yordan sambil mengerlingkan sebelah matanya memberi kode pada sang istri kalau Jeki ingin pergi ngapel.
Ica melototkan matanya karena tau apa maksud dan tujuan Yordan mengajaknya ke kamar.
"Udah ayo akh.." Yordan tak memperdulikan tatapan tajam Ica,ia malah langsung menarik tangan Ica.
"Mom,dad,kita kekamar duluan yah." Pamit Yordan.
Mommy Sarah pun menganggukkan kepalanya tanda ia menyetujui anak dan menantunya pergi ke kamar.
"Yordan.." panggil mommy Sarah saat Yordan hampir saja keluar dari ruang keluarga.
__ADS_1
Yordan pun menoleh.
"Iya mom."
"SEMANGAT!!!" kata mommy Sarah tanpa suara memberi semangat pada anaknya sebelum bekerja keras.
Yordan pun menganggukkan kepalanya mantap.
Sedangkan daddy Edwin yang melihat penampakan anak dan istrinya yang sangat kompak,tiba-tiba jadi merinding.
"Apa dunia udah mau kiamat yah?! Kok tumben mereka berdua akur?!" Gumam daddy Edwin dalam hati.
"Ed...kamu masih mau disini?!" Tanya mommy Sarah saat melihat sang suami masih betah duduk di tempatnya.
Daddy Edwin hanya menjawab dengan gelengan. Ia pun berdiri dari tempat duduknya dan merangkul sang istri keluar dari ruang keluarga menuju markas mereka.
"Kakak apa-apaan sih,masih jam berapa udah ngajak ke kamar aja." Protes Ica. Kini mereka sudah berada dalam kamar Yordan yang ada di rumah utama.
"Ini kan jam nya Jeki ngapel Ca." Jawab Yordan santai,ia mengingatkan istrinya akan jam ngapel sang sahabat.
"Tapi kita sekarang di rumah mommy kak,jangan samain dong kayak kita di apartemen. Pasti mommy sama daddy mikir yang aneh-aneh deh."
"Emang kita mau bikin yang aneh-aneh kan?!" Goda Yordan.
"Au akh." Ica malas memperpanjang perdebatannya dengan sang suami,ia pun berjalan ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya sebelum memakai cream malam.
Kini Ica sudah selesai memakai cream malamnya. Ia pun berjalan menuju sofa depan ranjang mereka untuk mengambil pil kb yang ia masukkan ke dalam tas nya.
"Kak..pil kb aku kok gak ada?!" Tanya Ica pada Yordan saat tak menemukan pil kb di dalam tasnya.
Yordan yang sedang terpaku dengan angka-angka di layar ipadnya pun mengalihkan pandangannya untuk melihat Ica.
"Oh iya,aku lupa." Kata Yordan memulai aktingnya. Ia pun menghampiri Ica dan mengambil satu botol vitamin yang telah disamarkan menjadi pil kb dari atas nakas samping sofa.
"Ini." Yordan menyodorkan botol vitamin untuk menyuburkan kandungan itu ke Ica.
"Ini apa?" Tanya Ica.
"Ya pil kb kamu lah."
__ADS_1
"Kok di botol?" Ica heran karena biasanya pil kb yang ia minum tempatnya berbentuk kotak.
Yordan menggedikkan bahunya pura-pura tidak tahu.
"Kak Irna yang kasih. Katanya yang ini lebih bagus dari yang kemaren-kemaren kamu minum."
"Kak Irna tadi ke kantor?"
Yordan mengangguk.
"Dia bilang pil kb kamu udah mau habis,makanya dia datang sendiri bawa itu tadi kekantor." Jawab Yordan sambil menunjuk botol vitamin.
Ica mengernyitkan keningnya,ia agak ragu dengan ucapan suaminya.
"Kenapa? Kamu gak percaya sama aku?" Tanya Yordan karena melihat wajah Ica yang seperti meragukannya.
"Bu..." belum selesai Ica berbicara,Yordan sudah memotong kata-katanya.
"Telpon aja kak Irna kalau kamu gak percaya.!" Kata Yordan pura-pura kesal. Ia pun berlalu dari hadapan Ica dan kembali ke atas ranjang.
Melihat suaminya kesal karena merasa tak di percayai,Ica pun berjalan mendekati sang suami dan duduk disebelah Yordan.
"Aku percaya kok kak,jangan ngambek gitu akh. Nanti Jeki aku larang loh ngapel soulmatenya selama seminggu." Ica belajar banyak dari Yordan,merayu dengan di bumbui ancaman.
Mendengar Jeki terancam kena lockdown,Yordan pun berhenti dari aksinya yang pura-pura ngambek.
"Abisnya kamu gak percayaan banget sih sama suami kamu sendiri. Emangnya aku pernah apa bohongin kamu? Modusin kamu iya,kalau bohong mah gak pernah Ca."
"Aku percaya kok kak." Rayu Ica sambil mengelus rahang tegas sang suami.
"Ya udah cepetan di minum. Udah telat lima belas menit nih Jeki ngapel." Kata Yordan yang sudah tak sabaran melihat Ica meminum vitamin itu dan Jeki yang juga sudah tak sabar melepas rindu dengan sang soulmate. Padahal tadi siang Jeki sudah bertemu dengan sang soulmate,tapi entah kenapa rasanya tak ada kata bosan untuk Jeki terus ngapel ke rumah soulmatenya itu.
Ica pun menurut pada sang suami,ia pun mengeluarkan satu butir vitamin itu dan meminumnya.
Melihat Ica sudah meminum vitamin yang bertopeng pil kb,hati Yordan bersorak gembira.
"Kalau gini kan gak sia-sia dengkul gue gemetaran!!" Kata Yordan dalam hati.
Tak menunggu lama,Yordan langsung menarik Ica dalam pelukannya dan acara pelepasan pasukan cebong Jeki pun dimulai.
__ADS_1