
Mommy Sarah langsung menghentikan langkahnya. Senyum tipis pun terbit dari pipi nya,mommy Sarah pikir daddy Edwin akan meninggalkan si pelakor dan ikut dengannya.
"Iya dad." Jawab mommy Sarah sambil memutar tubuhnya.
"Pake black card daddy,ambil aja di dompet. Mommy sama Ica bisa puas-puasin belanja kalau mau belanja." Ah..ternyata harapan mommy Sarah salah besar,seketika wajah mommy Sarah kembali muram.
"Gak usah,mommy pake kartu mommy aja. Simpen aja uang daddy untuk nyenengin si pelakor kecil itu." Mommy Sarah pun langsung pergi dari tempat yang membuat matanya sakit itu.
Daddy Edwin menganga mendengar ocehan sang istri.
"Mommy kamu kenapa Ca?" Tanya daddy Edwin yang belum peka.
Ica menggedikkan bahunya,malas memberitahu daddy Edwin apa yang terjadi pada mommy Sarah.
"Aku pergi yah kak." Pamit Ica pada Yordan.
"Kalau kamu pergi terus Shine gimana?"
"Kan ada kakak."
"Aku ikut,enak aja kamu mau ke salon cuma berdua sama mommy." Jawab Yordan.
"Terus Shine gimana?"
"Kan ada sus Ega sama sus Ika."
"HUAAAAA..." baby Shine langsung menangis saat Yordan mengatakan akan meninggalkan baby Shine dengan dua pengasuhnya.
"Tuh kan nangis. Udah lah kakak di rumah aja,aku sama mommy cuma sebentar kok ke salon."
"Ta..."
"Udah lah Dan,biarin Ica pergi berdua aja sama mommy. Mereka berdua juga butuh refreshing di waktu weekend. Kalau kamu ikut,berarti Shine juga harus ikut dan kalau Shine ikut berarti Millie juga pasti minta ikut. Kamu tau kan gimana gak mau kalahnya Millie dari Shine."
"Tuh denger kata daddy. Udah yah,aku pergi." Pamit Ica lagi. Kemudian Ica mencium Millie dan Shine sebelum meninggalkan tempat itu.
Dan weekend kali ini mommy Sarah dan Ica mereka manfaatkan untuk menyenangkan mata,hati dan pikiran mereka. Mommy Sarah juga mengajak mama Nivi untuk bersenang-senang. Sesampainya di mall,rute pertama mereka adalah makan kemudian nonton bioskop,shopping dan terakhir baru lah mereka kesalon. Tanpa mereka sadari kalau kegiatan mereka menyenangkan diri menghabiskan waktu hingga malam hari,bahkan sampai mall mau tutup.
Sedangkan di rumah utama,ada Yordan yang terus mondar-mandir di teras rumah menunggu kedatangan Ica yang sejak jam lima sore Yordan suruh pulang,tapi sekarang sudah hampir jam sepuluh malam sang istri dan sang mommy belum juga pulang-pulang.
Untung saja baby Shine dan Millie sudah tidur di kamar mereka masing-masing dengan di temani pengasuh mereka masing-masing.
Berbeda dengan Yordan yang terlalu menampakkan rasa cemas dan rindunya dengan gerakan mondar-mandir di teras rumah,daddy Edwin malah memilih untuk menunggu sang istri di markas satu sambil memeriksa email masuk.
Akhirnya dua wanita yang sedari ditunggu suami mereka masing-masing pulang juga.
Yordan langsung menarik tangan Ica saat Ica baru turun dari mobil.
"Yordan!!! Ica nya jangan di tarik-tarik gitu!!!" Teriak mommy Sarah.
__ADS_1
Mendengar teriakan sang mommy yang melarangnya untuk menarik menantu kesayangan,Yordan pun langsung menggendong Ica seperti mengangkat karung beras.
"Aaarrghh...kak turunin!!! Aku jatuh nanti kak!!" Teriak Ica sambil memukul-mukul punggung Yordan.
"Ssst jangan teriak-teriak,nanti Millie sama Shine bangun!!!"
Yordan terus melangkahkan kakinya naik ke lantai atas dan masuk ke markas dua. Dan langsung menurunkan Ica saat sudah sampai di dalam markas dua.
"Kamu dari mana aja sih,dari jam lima aku suruh pulang,eh..pulangnya malah jam sepuluh." Omel Yordan.
"Maaf kak,tadi aku udah mau pulang duluan,tapi mommy ngelarang aku." Jawab Ica memberi alasan.
"Suami kamu itu aku atau mommy?" Tanya Yordan dengan suara meninggi.
Ica menundukkan wajahnya tak berani menatap Yordan yang Ica pikir Yordan sedang memarahinya. Padahal nada tinggi Yordan karena Yordan sangat mengkhawatirkan Ica sekaligus sangat merindukan sang istri.
"Maaf kak." Lirih Ica dengan suara bergetar seperti sedang menahan tangis.
Yordan menghela nafasnya mendengar suara Ica yang bergetar.
Yordan pun mendekati Ica dan memeluknya.
"Maaf,udah bentak. Aku tuh kangen banget sama kamu Ca. Tega banget sih kamu ninggalin aku dari pagi sampe malem gini." Kata Yordan sambil mengelus rambut sang istri.
"Mau gimana lagi kalau mommy yang ngelarang. Mommy bilang biar kamu sama daddy ngerasain rasanya di abaikan gimana."
"Emangnya aku pernah mengabaikan kamu?"
"Kakak sekarang lebih mentingin Shine daripada aku."
Yordan mengendurkan pelukannya dan menatap wajah Ica.
"Jangan bilang kamu juga cemburu ke Shine seperti mommy cemburu ke Millie?"
"Dikit." Lirih Ica.
Mendengar pengakuan Ica,Yordan malah tertawa terbahak-bahak.
"Kok malah ketawa sih?"
"Habisnya kamu lucu sayang,masa sama anak sendiri cemburu."
"Bukan cemburu ke Shine,lebih tepatnya cemburu karena waktu kakak jadi lebih banyak ke Shine. Padahal kita kan udah buat perjanjian waktu Shine lahir,minimal sebulan sekali kita luangin waktu untuk berduaan doang,lah ini udah hampir dua bulan kita gak pernah keluar berdua." Akhirnya Ica mengeluarkan unek-unek dalam hatinya.
"Yah..mau gimana lagi Ca,kamu kan tau gimana Shine. Harusnya kamu bersyukur Ca kalau Shine gak seposesif Millie ke daddy yang bisa buat mommy tersingkir. Buktinya Shine masih mau sama kamu dan mommy,coba Shine kayak Millie,mana mungkin kamu bisa deket-deket sama aku. Makanya kamu sering-sering dong dateng ke kantor,kita kan bisa berduaan di kantor. Jangan ngurus butik mulu,mentang-mentang udah diizinin ngurus butik lagi,kamu jadi jarang ke kantor aku."
"Yah maaf kak,di butik kan lagi banyak pesanan. Jadi mana sempet ke kantor kakak." Jawab Ica sambil memanyunkan bibirnya.
Melihat penampakan bibir Ica yang manyun-manyun,seketika alarm untuk membangunkan sang sahabat balapan pun berbunyi. Apalagi sudah hampir dua minggu terowongan Icablanca tidak di pakai balapan.
__ADS_1
"Ca..." panggil Yordan dengan suara berat. Tanda kalau hasratnya sudah menggebu-gebu.
"Hemh..."
"Balapan yuk,Jeki udah melek nih." Kata Yordan sambil menarik tangan Ica dan menuntun tangan Ica untuk mengelus sang sahabat yang baru bangun tidur.
Ica menggigit bibir bawahnya saat merasakan denyutan sahabat suaminya itu,karena sekarang neng Juliet juga sedang berdenyut.
"Aarrrggh.." tiba-tiba saja Ica berteriak karena Yordan yang tiba-tiba menggendongnya menuju ranjang dan langsung membaringkannya.
"Kakak ikh..suka banget sih bikin kaget!!" Protes Ica karena Yordan yang tiba-tiba menggendongnya.
"Habisnya kamu lama banget jawabnya. Udah gitu malah gigit-gigit bibir lagi,mana tahan lah aku Ca."
"Salah kakak sendiri ngapain pake nanya-nanya,udah tau aku malu."
"Cih...sok malu-malu,padahal mah kalau udah balapan,kamu yang minta nubruk bukan ditubruk lagi."
"Ish...kakak.." rengek Ica malu.
"Jadi udah bisa di mulai belum nih pemanasannya?"
Ica pun mengangguk malu-malu.
Melihat sang istri mengangguk,tak perlu ditanya lagi apa yang selanjutnya Yordan lakukan pada sang istri,yang pasti tak ada bagian dari tubuh Ica yang tangan dan bibir Yordan lewatkan sebelum mengantarkan sang sahabat masuk ke arena balap.
Tak jauh berbeda dengan keadaan di markas dua,di markas satu pun daddy Edwin dan mommy Sarah sedang melakukan pemanasan sebelum ritual mengguncang ranjang dan mengencokkan pinggang. Tapi bedanya,kalau di markas dua Yordan yang menjadi instruktur pemanasan,sedangkan di markas dua mommy Sarah lah yang menjadi instruktur pemanasan. Karena sewaktu mommy Sarah masuk ke markas satu,daddy Edwin langsung memasang wajah ngambek. Ngambek karena mommy Sarah tidak membelikan apa-apa untuk daddy Edwin dan tidak memakai black card milik daddy Edwin untuk di pakai belanja dan yang paling utama,ngambek karena mommy Sarah terlalu lama meninggalkan daddy Edwin. Keadaan jadi berbalik,harusnya mommy Sarah yang ngambek karena sang suami lebih mengutamakan sang pelakor di banding istri sah,tapi ini malah daddy Edwin yang ngambek.
Dan ini lah kelemahan mommy Sarah,sekeras-keras,segalak-galak,setegas-tegas,secemburu-cemburunya mommy Sarah tapi kalau daddy Edwin sudah ngambek,hati mommy Sarah langsung melembek seperti MP ASI nya baby Shine.
Dan malam hari itu,di kala si judes Millie dan si rese Shine sudah tertidur pulas,ada dua pasang manusia yang sedang memadu rasa rindu mereka. Sepertinya untuk hari ini dua pelakor cilik itu sedang bermurah hati kepada dua pasangan itu,dengan membiarkan dua pasangan itu melakukan ritualnya masing-masing. Buktinya ritual dua pasangan itu bisa selesai dengan kepuasan tiada tara tanpa ada hambatan seperti jalan tol sampai pukul tiga subuh. Untuk pasangan Yordan-Ica dan daddy Edwin-mommy Sarah,berterimakasih lah pada dua pelakor cilik yang membawa suasana baru dalam rumah utama,karena sudah membiarkan kalian ritual sampai puas,karena hari esok belum tentu mereka berbaik hati seperti ini.
⭐⭐⭐⭐⭐
Tiga puluh bulan kemudian.
Saat Millie berumur lima tahun dan Shine berumur tiga tahun,lahirlah anak ketiga Yordan dan Ica yang berjenis kelamin laki-laki yang di beri nama Yourshane Fighter Adiguna.
Jika nama Millie di ambil dari nama tengahnya Millionaire karena proses untuk menghadirkan Millie menghabiskan uang dua miliar dan Shine memiliki nama tengah Diamond karena sewaktu Ica mengandung Shine,Ica mengidam minta di belikan toko berlian dan untuk nama baby Fight sendiri juga memiliki peristiwa khusus. Saat baby Fight masih berbentuk prajurit cebongnya Jeki,terowangan Icablanca sedang di blokade oleh alat kontrasepsi,tapi dengan tangguh dan beraninya baby Fight yang masih berbentuk cebong itu sanggup menembus blokade alat kontrasepsi dan berhasil bersemayam di dalam rumah produksi sampai sembilan bulan.
Baby Fight adalah anak terakhir Yordan dan Ica karena sehari setelah baby Fight lahir,Yordan memutuskan untuk melakukan vasektomi agar Ica tak lagi hamil.
Jika Millie lengket dengan sang aki dan Shine yang dekat dengan sang papa. Kalau baby Fight sangat dekat,lengket dan manja pada mommy Sarah dan Ica. Bahkan baby Fight tidak mau tidur di kamarnya sendiri,baby Fight selalu tidur bersama mama-papanya di markas dua. Dan kehadiran baby Fight di markas dua benar-benar membuat acara balapan amburadul,Yordan harus pintar-pintar mencari cela agar sang sahabat bisa balapan walaupun dengan durasi yang sesingkat-singkatnya.
Karena baby Fight juga sangat dekat dengan mommy Sarah,mommy Sarah pun memutuskan untuk pensiun dari SFF Group dan menyerahkan perusahaan sepenuhnya pada Yordan dan dengan senang hati menemani baby Fight di rumah.
Dan ini lah akhir kisah keluarga gesrek bin somplak.
TAMAT.
__ADS_1
Terimakasih sudah setia mengikuti kisah keluarga aneh ini. Akan ada kisah kelanjutan tentang anak-anak Yordan dan Ica saat mereka dewasa tapi setelah PELABUHAN HATI SANG CASANOVA selesai yah.
Bye...bye..kita ketemu di PHSC yah...💋💋💋