Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 28


__ADS_3

Mama Nivi dan Nita hanya melihat kepergian Ica dari balkon. Mama Nivi tidak sanggup harus melepaskan Ica. Meski begitu ia mendukung keputusan Ica keluar dari rumah,mungkin dengan Ica keluar dari rumah pikiran suaminya bisa lebih terbuka lebar.


Setelah mobil Yordan meninggalkan halaman rumah,mama Nivi turun dari atas menuju ruang tamu menghampiri suaminya itu.


"Puas papa sekarang!!! Karena keegoisan papa,karena mulut tak berfilter papa itu sekarang Ica jadi pergi dari rumah ini.!!!" Teriak mama Nivi memaki suaminya.


"Gak usah berlebihan kamu,kita lihat aja seberapa sanggup dia bertahan hidup di luar sana tanpa fasilitas dari papa.!" Jawab papa Fano dengan angkuhnya.


Merasa percuma berbicara dengan suaminya yang berotak kolot,mama Nivi memilih pergi meninggalkan suaminya dan kembali ke atas.


"Kalau sampai terjadi apa-apa sama Ica di luar sana,mama gak akan maafin papa!! Dan satu lagi,mulai malam ini papa tidur sendiri,mama mau tidur di kamar Ica!!!" Kata mama Nivi kemudian melanjutkan langkahnya menapaki anak tangga.


Mata papa Fano membulat seketika. Ia tidak percaya dengan ancaman yang terakhir istrinya.


⭐⭐⭐⭐⭐


Kini mobil Yordan sudah terparkir di halaman rumah orangtua Yordan.


Yordan memilih membawa Ica kerumah orangtuanya,daripada harus membawa Ica ke apartemen baru Ica.


Yordan tau yang Ica butuhkan saat ini adalah kehangatan dan dukungan dari keluarga. Dan Yordan yakin mommy Sarah dan daddy Edwin bisa memberikan kehangatan dan dukungan untuk Ica.


"Ca...Ica.." Yordan menepuk-nepuk pundak Ica.


Mata Ica mengerjap merasakan tepukan di pundaknya.


"Ini dimana...?" Tanya Ica yang masih setengah sadar.


"Di rumah mommy,ayo turun." Kemudian Yordan turun terlebih dahulu.


Ica pun ikut turun dan berlari kecil mengikuti langkah Yordan dari belakang.


"Kok kita ke rumah mommy,bukannya ke apartemen?" Tanya Ica heran.

__ADS_1


"Gue gak mau ninggalin loe sendirian di apartemen,nanti loe bunuh diri lagi. Kalau loe bunuh diri di situ kasian nanti bokap gue bangkrut karena gedung apartemennya jadi horor gara-gara hantu loe yang gentayangan." Seloroh Yordan menutupi niat baik yang sesungguhnya.


Ica mencebik kesal.


"Emangnya otak aku sedangkal itu apa,sampe-sampe harus bunuh diri di hari pertama kebebasan aku!!"


Yordan tak menyangka Ica masih saja pandai menutupi rasa sakit hatinya dengan mengatakan hari kebebasan dirinya.


"Mom....Dad..."


Teriak Yordan saat sampai di ruang keluarga dan tidak mendapati orangtuanya di sana.


"Apa jangan-jangan si bule bar-bar dan si bucin akut lagi indehoey kali yah..." Yordan bertanya-tanya dalam hatinya.


Mendengar anak majikannya memanggil-manggil majikannya,Dini si ART muncul dari arah dapur.


"Eh den Yordan,,madam sama tuan ada di halaman belakang den,lagi barbequean den."


"Sinting emang emak sama babe gue,udah jam segini bukannya cuci tangan cuci kaki,minum susu anget,eh...malah main bakar-bakaran.." lirih Yordan pelan namun masih bisa di dengar Ica yang ada di sampingnya.


"Hush..ngomong sembarangan!! Kita susulin yukk" Ica menarik tangan Yordan untuk menyusul mommy dan daddy Yordan di halaman belakang.


"Mom..." panggil Ica saat melihat mommy Sarah.


Mommy Sarah dan daddy Edwin menoleh ke arah sumber suara.


"Ya ampuuuun Icaaa." Teriak mommy Sarah dengan mode hebohnya.


Yordan yang sudah biasa melihat ekspresi lebay mommy nya hanya geleng-geleng kepala.


"Mode lebay ON.." sindir Yordan dalam hati.


"Kamu kok gak bilang mau kesini,kalau tau begitu tadi mommy beli dagingnya banyakan."

__ADS_1


"Jadi kalau ada Ica doang mommy beli daging banyak-banyak? Kalau Yordan dirumah gak gitu?" Sindir Yordan memulai perdebatan.


"Emangnya kamu gak puas tiap malam gonta-ganti makan daging di luar sana??!" Mommy Sarah balik menyindir anak semata wayangnya.


Yordan yang paham maksud mommy nya diam seketika. Dia tidak ingin mommy nya membahas lebih lanjut tabiat nya di depan Ica.


Melihat anaknya mati kutu,hati mommy Sarah bersorak kegirangan.


"Sini,mommy kenalin sama pangeran tak berkuda nya mommy.." mommy Sarah menarik tangan Ica untuk mendekat ke arah daddy Edwin yang sedari tadi melihat mereka dari gazebo.


Mendengar mommy nya memberi julukan pangeran tak berkuda untuk daddy nya. Membuat perut Yordan mual seketika.


"Ya iya lah gak berkuda,orang tiap malam daddy yang jadi kudanya.." lirih Yordan pelan tapi masih bisa di dengar mommy nya.


"Cih...kenapa iri yah?? Udah lama yah gak main kuda-kudaan??!" Sindir mommy Sarah.


Lagi dan lagi Yordan terdiam mengingat ada Ica yang kepolosan otaknya harus tetap terjaga.


Ica yang mendengar perdebatan absurd mommy Sarah dan Yordan hanya geleng-geleng kepala,karena ia tak mengerti apa yang sedang ibu dan anak itu bicarakan.


Mommy Sarah,Ica dan Yordan mendekat ke arah daddy Edwin.


"Dad,kenalin ini Ica yang pernah mommy ceritain waktu itu."


Ica pun menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan daddy Edwin.


"Ica om."


Daddy Edwin menyambut tangan Ica.


"Jangan panggil om,panggil aja daddy kayak kamu manggil mommy nya Yordan."


Ica pun mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2