
Pasrah dan menikmati permainan sang suami,hanya itu lah yang bisa Ica lakukan sekarang. Karena kalau sudah masuk dalam perangkap suaminya,tidak akan mungkin dirinya bisa keluar sebelum suaminya itu puas,makanya sebelum masuk perangkap,Ica harus pintar-pintar mengetahui akal bulus Yordan. Namun sayang,kali ini Ica terkecoh dengan modus baru sang suami.
Merasakan tak ada lagi rontaan dari sang istri,Yordan yakin kalau sekarang Ica sudah terbuai dengan permainannya.
"Waktu balas dendam dimulai.!!" Kata Yordan dalam hati.
Tangannya pun tak mau ketinggalan,kini si tangan sudah berhasil menyelinap di balik celana tidur yang Ica pakai dan meremas gemas roti burger kanan dan kiri milik Ica. Bibir Yordan juga sudah tak bisa di kondisikan,yang tadinya bermain di sekitar leher,kini bibir Yordan naik ke atas untuk bermain bersama dengan bibir Ica. Aksi kunyah mengunyah bibir dan belit membelit lidah pun terjadi. Suasana pun semakin memanas,tapi sayang walaupun aksi tangan dan bibir sudah semakin menjadi-jadi,Yordan tak kunjung melanjutkan ke tahap berikutnya. Malah kini dengan tiba-tiba,Yordan menghentikan aksi tangan dan bibirnya secara sepihak. Padahal sekarang Ica sedang tinggi-tingginya di atas awan. Bukan hanya Ica,Yordan pun juga merasakan hal yang sama dengan Ica,namun ia harus tetap pada pendiriannya untuk balas dendam pada Ica karena sudah melarang sang sahabat untuk apel wajib.
Cup. Yordan mengecup kening Ica setelah ia melepaskan belitan lidah mereka secara sepihak.
"Udah mau jam tiga subuh,kamu pasti ngantuk kan? Kita istirahat aja yah." Kata Yordan. Kemudian ia meninggalkan Ica yang masih menganga dan masuk ke dalam ruang ganti untuk memakai piyama couple seperti yang Ica pakai. Di dalam kamar ganti,Yordan tersenyum puas saat melihat ekspresi Ica. Terlihat jelas kekecewaan di wajah Ica karena Yordan tak melanjutkan permainan mereka sampai Jeki bertemu dengan soulmatenya.
Setelah memakai piyama,Yordan pun keluar dari ruang ganti.
Melihat Yordan yang keluar menggunakan piyama,hati Ica semakin hancur,karena biasanya setiap malam,sebelum acara si Jeki balap liar di mulai, Yordan hanya memakai jeruji kain untuk membelenggu sang sahabat,dan setelah Jeki puas ugal-ugalan,mereka berdua hanya menggunakan selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Nampaknya malam ini,Jeki benar-benar tak mengunjungi terowongan Icablanca.
"Kok belum tidur Ca? Ayo tidur." Ajak Yordan saat melihat Ica yang masih terduduk di kursi meja rias.
Ica diam tak menjawab,ia malah menggigit bibir bawahnya. Ingin sekali Ica mengatakan 'ayo dong kak di lanjutin.',tapi Ica tak sanggup mengatakan kalimat itu,ia terlalu malu mengatakan hal intim itu lebih dulu kepada sang suami.
"Ya udah,kalau gitu aku tidur duluan yah." Kata Yordan pura-pura tidak peka. Ia pun berjalan mendekati ranjang dan naik ke atas ranjang,ia pun mematikan lampu tidur yang ada di sebelahnya dan tidur terlentang.
"Ish..!!!" Kesal Ica yang melihat Yordan malah memilih untuk tidur. Dengan langkah kasar,Ica pun menyusul sang suami ke atas ranjang.
__ADS_1
Begitu Ica naik ke atas ranjang,Yordan yang belum tidur itu,langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Ica.
Ica menganga melihat Yordan yang memunggunginya,karena tak biasanya juga Yordan seperti itu. Dan aksi Yordan itu semakin membuat Ica dongkol. Ica pun membalas dengan memunggungi balik sang suami. Namun karena hasrat yang penasaran membuat Ica gelisah tak jelas. Ibarat orang yang sedang jatuh cinta dan di tinggal pas sedang sayang-sayangnya,rasanya tuh sakit tapi masih penasaran.
Ica pun membalikkan tubuhnya menghadap Yordan yang masih memunggunginya. Dengan ragu tapi pasti,Ica mendekati Yordan dan melingkarkan tangannya ke dada sang suami dari belakang.
"Kak.." panggil Ica pelan.
"Em.."
"Kakak udah tidur?"
"Hampir." Jawab Yordan,ia pun membalikkan tubuhnya.
Ica menggelengkan kepalanya,ia masih malu mengakui kalau ia ingin sang suami melanjutkan permainan mereka tadi.
Cup. Yordan mengecup kening Ica sekilas.
"Ya udah tidur." Kata Yordan,ia pun kembali memejamkan matanya.
"Sabar Jek,sekali-sekali kita harus jual mahal sama mereka,biar mereka juga ngerasain sakitnya di gantung itu kayak gimana. Jadi loe jangan ileran dulu,calm down oke!!" Kata Yordan pada sang sahabat melalui telepati.
Sedangkan disisi Ica,di bawah sana sang soulmate si Jeki sudah berdenyut menanti kekasih hatinya yang sudah dua malam tidak datang mengapeli dirinya.
__ADS_1
"Ah bodo amat lah!!" Gumam Ica dalam hati.
Ica menurunkan ego nya dan mempertebal urat tidak tahu malunya. Dia langsung menarik kepala sang suami dan langsung menyerang bibir suaminya.
"Hemph.." Yordan pura-pura kaget dengan serangan Ica,tapi ia ikut menikmati permainan bibir istrinya.
"Kamu kenapa sih Ca,kok tiba-tiba ganas gini?" Tanya Yordan setelah Ica melepas pungutan mereka untuk mengambil nafas.
Bukannya menjawab,Ica malah kembali menyerang bibir Yordan,tangan Ica juga tak tinggal diam dan mulai membelai sahabat suaminya itu.
Yordan bersorak penuh kemenangan dalam hati,karena ia berhasil membuat istrinya berinisiatif lebih dulu. Meski permainan Ica yang belum mahir,tapi Yordan tetap menikmati belaian jari jemari Ica pada sang sahabat.
Pelan tapi pasti,Ica yang tadi nya hanya membelai dari luar,lama kelamaan tangannya mulai menyusup di balik dua lapis kain yang membelenggu sahabat suaminya itu.
"Sshh...ah.." Yordan mendesah saat jemari Ica bermain dengan dua kelereng milik sang sahabat.
Cukup lama jemari Ica bermain disana.
"Ah..Ca..sshh..ah..jangan main kelereng mulu dong,Jeki cemburu tuh,dia pengen di belai juga Ca." Kata Yordan di sela-sela desahannya.
Jemari Ica pun berhenti memainkan kelereng sahabat suaminya. Dengan nafas yang memburu,cepat-cepat Ica membuka dua lapis kain yang menutupi sahabat suaminya.
Jeki yang sudah berdiri tegak sejak tadi,langsung memberi hormat pada Ica saat ia berhasil keluar dari dalam jeruji kain.
__ADS_1