
Deg..
Benar apa kata daddy nya,baru melihat Ica jalan dengan bang Satria saja Yordan sudah kalang kabut. Apalagi kalau sampai Ica benar-benar membuang nama Yordan dalam hati Ica dan menggantinya dengan orang lain,Yordan tak bisa membayangkan jika itu sampai terjadi.
"Jadi Yordan harus gimana dad??" Tanya Yordan.
"Kamu tanya hati mu,apa yang sebenarnya hati mu mau dan butuhkan. Jangan sangkal kemauan hati mu,sebelum semuanya terlambat dan semakin menjauh."
Yordan pun mengangguk.
"Makasih dad.."
Yordan pun bangkit dari duduknya.
"Mau kemana kamu?" Tanya daddy Edwin melihat Yordan yang sepertinya akan meninggalkan ruang keluarga.
"Mau balik ke apartemen dad."
"Enak aja!! Emangnya daddy udah bolehin kamu pulang??!! Kamu selesaikan kerjaan yang kamu tinggal tadi di kantor sekarang. Daddy udah bawa kerjaan kamu di ruang kerja daddy. Semua harus beres malam ini!!" Kata daddy Edwin tegas.
Yordan membulatkan matanya dan menelan slivanya susah payah. Ia kembali mengingat bertumpuk-tumpuk kertas yang ada di mejanya tadi siang. Dan itu mampu membuat vertigo Yordan kumat seketika.
Ingin sekali Yordan mengatakan 'besok ajalah dad' tapi mulut Yordan seolah terkunci otomatis dan leher Yordan mengangguk-angguk dengan cepat seperti boneka yang ada di dashboard.
Mau tidak mau,Yordan melangkahkan kakinya menuju ruang kerja daddy nya dan menyelesaikan pekerjaan yang ia tinggalkan tadi.
Yordan masuk ke dalam ruang kerja daddy nya,begitu masuk matanya langsung terfokus pada meja kerja daddy nya. Yordan memegang kepalanya yang benar-benar sudah oyong.
"Dosa gak yah kalo gue pura-pura pingsan sekarang???!!!" Ia bertanya-tanya dalam hatinya.
"Kenapa masih disini?!" Daddy Edwin menepuk pundak Yordan yang sepertinya sedang melamun di depan pintu ruang kerjanya.
Yordan tersadar dari pikiran curangnya,dengan langkah pasrah ia melangkah menuju meja kerja daddy nya,membuka satu persatu berkas yang harus ia periksa. Sedangkan daddy nya duduk di sofa yang ada diruangan itu sambil memeriksa beberapa email yang masuk dari beberapa cabang perusahaannya yang ada di luar kota.
Hampir satu jam ruang kerja daddy Edwin begitu hening. Yordan kembali gelisah,karena tiba-tiba bayangan Ica dengan si bang Satria yang sedang mesra-mesraan di dalam bioskop kembali berputar di otaknya. Yordan memukul-mukul kepalanya pelan agar bayang-bayang itu pergi dari isi kepalanya.
Daddy Edwin heran melihat tingkah absurd anaknya.
"Kamu kenapa? Sakit kepala?"
__ADS_1
Yordan menggeleng.
"Gak pa-pa kok dad."
Yordan mencoba kembali fokus dengan pekerjaan yang ada dihadapannya.
"Astagaaa...ini kerjaan kok gak habis-habis yah!!! Perasaan udah sejam gue disini,tapi kok berkas yang harus gue periksa gak berkurang-berkurang.!!" Gerutu Yordan dalam hati.
Yordan menatap ke arah daddy nya,mencoba meminta belas kasihan pada sang pemberi hukuman.
"Dad.." panggil Yordan memulai aksinya.
"Hemh.." jawan daddy Edwin namun fokus matanya tetap pada ipad nya.
"Mommy udah tidur dad?" Tanya Yordan basa-basi.
"Belum. Lagi ada di dapur bikinin susu anget buat daddy. Kamu mau juga?"
"Iya gue mau susu,tapi langsung dari pabriknya!!" Kata Yordan dalam hati.
"Gak usah dad. Lagian mommy mana mau bikinin susu buat Yordan." Tolak Yordan.
Daddy Edwin menggeleng.
"Gak juga. Kalau mommy mu lagi pengen buatin daddy,yah pasti daddy minum."
Yordan menyeringai. Akhirnya dia dapat celah juga.
"Wah kode keras dari mommy tuh dad..!!"
Daddy Edwin mengernyitkan keningnya.
"Maksud kamu?"
"Itu artinya mommy lagi pengen daddy minum susu dari sumber punya mommy. Masa gitu aja gak peka sih dad!!"
Daddy Edwin memutar bola matanya malas.
"Ngawur kamu!!"
__ADS_1
"Ish gak percaya kalau di kasih tau. Daddy buruan gih masuk kamar,bikin adek lagi buat Yordan,biar mommy ada mainan baru."
"Makin ngaco omongan kamu tuh!!"
"Ish si daddy dibilangin gak percayaan banget!! Atau jangan-jangan sinyal daddy udah lemah yah??" Ejek Yordan memancing jiwa kelaki-lakian daddy nya.
"Sembarangan kamu ngomong!! Biar udah tua begini daddy masih sanggup bikin mommy mu kalah telak!!"
"Yes..masuk perangkap. Gue jamin si daddy bucin ntar lagi buru-buru pengen masuk kamar.!" Sorak sorai Yordan dalam hati.
"Heleh..paling cuma ngomong doang. Kalau gitu buktiin dong dad,Yordan pengen liat besok pagi mommy jalannya terseret-seret.!" Pancing Yordan lagi.
Merasa anaknya sudah meragukan keperkasaannya,daddy Edwin pun berdiri dari duduknya. Dia berjalan mendekati pintu.
"Sekarang kamu istirahat ke kamar,selesaikan besok pagi kerjaan kamu itu di kantor. Cih..kita liat besok pagi,daddy akan buktiin sama kamu tentang kata-kata daddy barusan!!" Kata daddy Edwin sebelum keluar dari ruang kerjanya.
"Yes!!!!! Akhirnya gue bisa lepas juga dari kerja rodi ini!!!" Dengan hati senang Yordan membereskan berkas-berkas yang daddy.nya bawa dari kantor,dan memasukkan kembali ke dalam tas kerja milik daddy nya.
Sedangkan Ica setelah masuk kedalam unit apartemennya,ia berjalan kedalam kamarnya kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan dirinya dan memakai baju tidurnya, Ica mendudukkan dirinya di depan meja rias. Ia memakai skincarenya. Saat sedang memoles skincare ke wajahnya,ia kembali teringat dengan tawaran mommy Sarah. Dengan cepat ia memoleskan skincare ke wajahnya,lalu berdiri dan berjalan ke arah nakas tempat ia menaruh tasnya. Ia pun mengambil amplop yang mommy Sarah berikan tadi pagi,ia duduk di tepi ranjang dan membuka kembali isi amplop tersebut. Keputusannya sudah bulat,ia akan mengambil jurusan fashion design agar ia bisa menjadi seorang perancang busana dan bisa memiliki butik sendiri nantinya.
Ica pun memasukkan kembali formulir pendaftaran itu ke dalam amplop. Besok pagi ia akan datang ke kantor mommy Sarah dan memberitahu mommy Sarah tentang keputusannya. Dia mengambil hp nya dan mengirimkan pesan untuk mommy Sarah kalau besok pagi ia akan datang ke kantor mommy Sarah. Mommy Sarah pun membalas dengan senang hati menanti kedatangan Ica besok dikantornya.
Setelah berbalas pesan dengan mommy Sarah,Ica kembali menaruh hp dan tasnya ke atas nakas. Ia pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur,tak lama matanya pun terpejam.
⭐⭐⭐⭐⭐
Pagi ini Yordan sudah terlebih dulu hadir di ruang makan. Semenjak mommy Sarah ngambek sama Yordan,acara ngegym di waktu subuh ditiadakan sementara.
"Mommy sama Daddy mana Din?" Tanya Yordan pada mbak Dini yang sedang menghidangkan beberapa lauk untuk menu sarapan daddy Edwin yang memang tidak bisa sarapan kalau tidak pake nasi dan lauk pauk dan beberapa lembar roti panggang serta isiannya untuk sarapan mommy Sarah yang tidak bisa makan nasi kalau di pagi hari. Sedangkan Yordan,dia tidak masalah harus memakan nasi atau roti di pagi hari.
"Masih di markas kayaknya den.." jawab mbak Dini.
"Cih..gak majikan gak pekerja nya error semua. Kamar di bilang markas!! Berasa tinggal dikandang mafia gue..!" Gerutu Yordan dalam hati.
Seolah tak peduli dengan apa yang menyebabkan orangtuanya belum keluar kamar jam segini,Yordan tetap melanjutkan sarapannya. Dia ingin cepat-cepat berangkat ke kantor,namun sebelum ke kantor ia berniat ingin menjemput Ica di apartemennya.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI BAGI PARA READERS OTHOR TERCINTA DAN TERSAYANG,MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.
__ADS_1