
"Bener nih aku beleh jajanin mbak Rini pake kartu kamu?!" Tanya Ica semangat.
Mata Yordan membelalak melihat Ica yang kembali bersemangat.
Yordan pun mengangguk lemah. Ingin sekali Yordan menarik kata-katanya,tapi jika itu terjadi,itu sama saja ia menjilat ludahnya sendiri sewaktu ia mengatakan kepada calon papa mertua kalau laki-laki itu yang di pegang kata-katanya.
"Muaaah..makasih kakak ku sayang.." Ica mengecup singkat pipi Yordan. Sedangkan Yordan memutar bola matanya malas,selain karena Ica yang tak ada sedih-sedihnya dengan perpisahan mereka,Yordan juga sedikit kesal karena Ica memanggilnya dengan sebutan 'kakak ku sayang'.
"Cih...panggilan apa itu!!!" Umpat Yordan dalam hati.
"Kok manggilnya 'kakak ku sayang' sih?! Harusnya 'makasih calon suami ku' gitu dong!!" Protes Yordan dengan wajah cemberut.
Tidak ingin membuat hari terakhir mereka rusak hanya karena panggilan,Ica pun menurut dengan memanggil Yordan seperti keinginan Yordan.
"Makasih calon suami ku."
Mendengar Ica yang memanggil dirinya dengan sebutan calon suami,hati Yordan jadi berbunga-bunga. Panggilan Ica itu seperti moodbooster tersendiri untuknya. Lalu bagaimana dengan sang sahabat yang sedang bersembunyi di balik jeruji kain milik Yordan? Seandainya sang sahabat bisa berbicara,mungkin sekarang ia sudah berteriak 'gue juga butuh moodbooster bule kampret!!'. Tapi untungnya sang sahabat sejati Yordan itu tak bisa berbicara,ia hanya bisa berbicara menggunakan bahasa tubuh.
Setelah puas bersayang-sayangan versi Ica dan Yordan,akhirnya Yordan pun berjalan meninggalkan Ica menuju ruang tunggu.
"Ayo dong Ca,kejar Ca..." Yordan berharap Ica mengejarnya dan mengubah pikirannya untuk mau ikut bersama Yordan pulang ke negara mereka. Tapi sayang harapan Yordan sia-sia. Karena saat Yordan berbalik,Ica sudah menghilang.
Yordan menghela nafasnya kasar.
"Kok nasib kita gini amat yah Jek!! Ini resikonya kalau jatuh cinta sama yang masih polos kali yah Jek.!" Yordan mengelus dadanya meratapi nasibnya.
__ADS_1
Padahal saat ini Ica sedang bersembunyi di balik pilar sambil mengintip Yordan. Jujur,hatinya sangat berat melepaskan kepergian Yordan,tapi ini adalah konsekuensi yang harus diterima Ica saat ia memutuskan untuk menjalin hubungan jarak jauh dengan Yordan. Ica hanya bisa berdoa,agar Yordan selalu menjaga hatinya untuk Ica disaat mereka berjauhan.
⭐⭐⭐⭐⭐
Kini Yordan sudah berada di negaranya,setelah beberapa hari kabur ke New York,sekarang ia harus menyiapkan mentalnya untuk menerima hukuman dari sang bule bar-bar.
"Selamat pagi pak Yordan. Pak Yordan sudah ditunggu madam di ruangannya." Sapa pak Ari,asisten sang mommy. Hampir dua jam Pak Ari sengaja menunggu kedatangan Yordan di lobi,hanya untuk memberitahukan perintah itu pada Yordan
Yordan melihat jam yang ada di pergelangan tangannya,ternyata waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Tiga jam Yordan telat datang ke kantor. Yordan menghela nafasnya pasrah,akibat jetlag kini bertambah sudah hukuman dari sang mommy untuknya.
Dengan langkah mantap,Yordan mengikuti pak Ari dari belakang ke ruang sang mommy. Dalam hati ia tak berhenti berdoa agar sang mommy mau memberikan keringanan hukuman untuknya.
Ceklek. Pak Ari membukakan pintu ruangan mommy Sarah.
"Silahkan masuk pak Yordan." Pak Ari mempersilahkan anak tunggal boss nya itu masuk ke dalam.
Setelah Yordan masuk,pak Ari menutup kembali pintu ruangan boss nya dari luar. Pak Ari pun mengeluarkan earphone bluetooth dari dalam saku dan memakainya,agar teriakan dan bunyi lemparan benda-benda dari dalam ruangan boss nya tidak sampai ke telinganya.
Yordan menelan slivanya susah payah begitu pak Ari menutup pintu ruangan sang mommy.
"Sialan tuh pak Ari,biarin gue di kandang singa betina yang lagi pms sendirian.!!" Umpat Yordan dalam hati.
Dengan dengkul kaki yang sudah gemetaran,Yordan melangkahkan kakinya mendekat ke meja kerja sang mommy.
"Mom.." panggil Yordan,saat melihat mommy nya yang sedang duduk di kursi kebesarannya dengan posisi membelakanginya.
__ADS_1
Mommy Sarah langsung memutar kursi kebesarannya hingga berhadapan dengan Yordan.
Mata mommy Sarah langsung menatap tajam anak semata wayangnya itu.
"Apa ada yang mau kamu jelasin sama mommy?" Tanya mommy Sarah dengan nada yang mengintimidasi.
Yordan menelan slivanya lagi dengan susah payah. Ia tau apa maksud pertanyaan mommy nya.
"Tanpa Yordan jelasin,pasti mommy kan udah tau apa yang udah Yordan lakuin." Jawab Yordan dengan nada suara yang ia buat sestabil mungkin,padahal hatinya sekarang sudah ketar-ketir.
Mommy Sarah memicingkan matanya. Ia berdiri dari kursi kebesarannya dan melangkah ke arah Yordan. Makin ciut saja nyali Yordan saat sang mommy mulai mendekat. Mommy Sarah berjalan mengelilingi Yordan sambil mengendus-endus tubuh Yordan.
"Yordan mandi kok mom sebelum kesini." Kata Yordan yang mengira sang mommy mengendus karena berpikir dirinya belum mandi dan langsung mendapat tatapan tajam dari sang mommy.
"Mommy mencium aroma-aroma pengkhianatan dari tubuh kamu. Apa kamu bisa jelaskan sama mommy pengkhianatan apa yang sudah kamu lakukan?!" Tanya mommy Sarah dengan tatapan membunuhnya.
Yordan menelan slivanya lagi,entah kenapa setiap berbicara dengan sang mommy,tenggorokan Yordan selalu terasa kering dan sangat mencekik.
"Kenapa kok diem? Gak bisa jawab kamu,hah?!" Tanya mommy Sarah sinis.
Dasar Yordan,waktu kabur ke New York untuk menyusul Ica,nyalinya selangit,giliran sudah berhadapan dengan si bule bar-bar jadi diam seribu bahasa.
"Apa perlu mommy ingatkan kamu sekali lagi untuk tidak mendekati Ica kalau kamu hanya ingin bermain-main dengan Ica. Di luar sana masih banyak perempuan model partner ranjang kamu yang bisa kamu mainin!!! Tinggalkan Ica sebelum dia makin baper karena permainan mu." Kata mommy Sarah sudah dengan nada suara yang meninggi. Sebenarnya mommy Sarah tidak serius dengan kata-katanya meminta Yordan untuk meninggalkan Ica,mommy Sarah hanya sedang mengadakan ujian ketahanan hati Yordan untuk Ica.
Yordan langsung menatap mommy Sarah mendengar sang mommy memintanya untuk meninggalkan Ica.
__ADS_1
"Yordan gak akan pernah ngelepas Ica. Yordan serius dengan perasaan Yordan mom,Yordan sayang Ica,Yordan cinta dia. Kalau saja Ica mau ikut Yordan pulang ke negara ini,Yordan pastikan akan langsung menikahi Ica. Tapi sayangnya Ica yang gak mau pulang ke negara ini dan memilih untuk menyelesaikan pendidikannya dulu. Jadi jangan pernah mommy nyuruh Yordan untuk ngelepas Ica,dan jangan pernah sembunyiin Ica lagi dari Yordan.!" Jawab Yordan yang nada suaranya tak kalah meninggi dari sang mommy.
Mendengar keteguhan hati sang anak,mommy Sarah tersenyum puas dalam hati. Akhirnya,roh asli anak semata wayangnya itu sudah kembali ke raganya. Tapi mommy Sarah tidak mau langsung berpuas hati,masih ada tahapan untuk menguji keseriusan sang anak.