
Mendengar pertanyaan Irlan,Yordan memutar bola matanya malas. Karena pertanyaan Irlan seperti sedang meremehkan dirinya karena hubungan dirinya dan Ica yang tak berkembang-berkembang.
"Ya elah Dan,loe kenapa jadi lambat banget sih bergerak,lamar aja udah langsung.." kata Irlan lagi.
"Tau loe,kalau perlu loe jebak aja dia biar jadi milik loe." Timpal Igo dengan entengnya.
Yordan dan Irlan langsung menatap tajam ke arah Igo. Mereka tidak suka dengan ide sahabatnya itu.
Walaupun mereka pria brengsek,tapi mereka tidak pernah mau bermain curang seperti yang Igo katakan. Buat Yordan dan Irlan cara seperti itu menunjukkan bahwa si laki-laki tidak gentleman.
Igo sadar saat ini Irlan dan Yordan tak suka dengan ide yang mereka berikan.
"Kok pada mlototin gue???! Gue kan cuma ngasih ide,kalau loe gak mau ya udah. Santai aja tuh mata. Tungguin aja tuh anak perawan sampe si Jeki jamuran."
"Haloooo cantiiik." Panggil mommy Sarah pada Nia dengan suara khas nya.
Sontak Irlan,Igo dan Yordan menoleh ke arah mommy Sarah yang mendekat ke table Nia dkk berada.
Mommy Sarah mengucapkan selamat pada Nia,dan berbincang-bincang sebentar bersama tiga bidadari. Kemudian pindah table ke table Irlan dkk.
"Selamat yah Lan." Mommy Sarah mengucapkan selamat pada Irlan sambil cepika-cepiki.
"Makasih yah mom." Lalu mommy Sarah ikut duduk di table Irlan.
"Nih,mommy punya hadiah untuk kamu." Mommy Sarah menyerahkan papper bag yang ia bawa kepada Irlan.
"Ini apa mom?" Tanya Irlan setelah mengintip isi papper bag itu.
"Yang kotak hijau itu obat herbal,kan kamu selama ini mengkonsumsi obat antidepresi,jadi obat itu bagus untuk mengeluarkan zat-zat kimia yang ada di tubuh kamu,biar kamu subur dan cepat dapat keturunan." Mommy Sarah menjeda sesaat kata-katanya untuk mengambil nafas.
"Nah kalau kotak yang cokelat itu untuk istri kamu."
"Untuk Nia? Emang Nia kenapa?" Tanya Irlan penasaran.
Mommy Sarah mendekatkan mulutnya ke telinga Irlan dan berbisik.
__ADS_1
"Obat encok,jadi mau kamu gempur Nia tiga hari tiga malem gak jadi masalah,karena selain ini obat encok,ini juga untuk obat kuat juga."
"Oooo" Irlan manggut-manggut setelah mommy Sarah berbisik.
"Emangnya mommy udah pernah nyoba?" Tanya Irlan yang masih sangsi dengan khasiat obat herbal yang mommy Sarah kasih untuk Nia.
"Pastilah. Asal kamu tau,daddy nya si bule kampret ini kalau udah dateng tenaga supernya,mommy bisa kalah telak. Tapi waktu mommy minum obat ini,mommy bisa mengimbangi permainan daddy nya si bule kampret ini." Kata mommy Sarah seperti tukang obat yang sedang menyakinkan calon pembelinya.
Igo dan Yordan yang sedang menyimak pembicaraan mommy Sarah dan Irlan,akhirnya paham kemana arah pembicaraan mommy Sarah dan Irlan.
"Igo juga mau dong madam mommy,buat...."
Belum juga Igo menyelesaikan kata-katanya,ia sudah mendapatkan plototan maut dari sang bule bar-bar.
"Cari yang HALAL dulu,baru nanti mommy kasih kamu sebagai kado pernikahan.!!" Ketus mommy Sarah.
"Yordan aja dulu mom,suruh cepet-cepet halalin Ica." Irlan malah mengejek Yordan.
"Cih..kalau bule kampret ini jadi sama Ica,mommy gak perlu kasih obat ini. Orang si Jeki juga gak bisa bertarung kok,baru masuk ring langsung pingsan.!!" Jawab mommy Sarah sinis.
Irlan dan Igo tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata mommy Sarah,ditambah muka Yordan yang memerah karena malu.
⭐⭐⭐⭐⭐
Saat ini adalah acara dansa,Irlan dan Nia yang jadi raja dan ratu satu malam itu sedang berdansa menikmati musik bersama para pasangan-pasangan dari kalangan muda dan tua. Sedangkan Yordan,Igo,Tia dan Ica hanya memperhatikan para pasangan-pasangan sah itu dari table mereka.
"Gue ke toilet bentar yah." Pamit Igo tiba-tiba saja pada Yordan.
"Mau ngapain loe?!" Pertanyaan tak berbobot keluar dari mulut Yordan.
"Mau ng*c*k,mau ikut loe?!" Jawab Igo dengan wajah malas.
"Najis!!" Cebik Yordan.
Igo pun pergi dari table mereka,tapi tujuan Igo bukanlah ke toilet,melainkan menghampiri waiters untuk memberikan obat perangsang di minuman yang akan ia berikan untuk Tia.
__ADS_1
Sebenarnya sudah lama Igo menyukai Tia. Sejak pertama kali ia bertemu Tia di pernikahan Nia dan Irlan yang pertama kali,Igo juga pernah mencoba melakukan pendekatan ke Tia,namun Tia selalu menjutekki dirinya dan tidak pernah merespon saat Igo menelpon atau mengirim sms untuk Tia. Igo pun menyerah. Namun disaat ia bertemu lagi dengan Tia disaat meeting dengan Irlan untuk mempersiapkan acara lamaran Irlan untuk Nia,disitulah hati Igo kembali terguncang untuk kembali mendekati Tia. Kali ini Igo berusaha lebih gigih dari pada waktu pertama kali ia berusaha mendekati Tia. Namun karena Tia selalu saja mengacuhkannya,sehingga otak kotor Igo pun memberikan ide untuk melakukan jalan pintas untuk mendapatkan Tia.
Segitu besarnya keinginan Igo untuk mendapatkan Tia,ia merasa sudah saatnya mengakhiri pelayarannya mencari cinta sejati. Apalagi ia melihat kedua sahabatnya yang sudah menemukan cinta sejati mereka,membuat Igo juga ingin cepat-cepat memiliki Tia.
"Mas,loe kasih minuman ini ke cewek yang itu yah." Perintah Igo pada waiters laki-laki sambil menunjuk Tia.
"Tenang aja ada tips nya kok buat loe!!" Bisik Igo lagi pada sang waiters.
Minuman yang sudah Igo campurkan dengan obat perangsang dosis tinggi,berharap saat Tia meminumnya,Tia langsung merasakan efek obat itu dan Igo bisa langsung menggarap Tia di dalam kamar miliknya di lantai paling atas hotel itu.
Karena sekarang acara resepsi pernikahan Irlan dan Nia berada di hotel yang sahamnya di miliki oleh Irlan,Yordan dan Igo.
Setelah memberi perintah dan sejumlah uang pada waiters,Igo pun berjalan ke arah mejanya. Sedangkan sang waiters menunggu Igo agak jauh barulah ia berjalan menghampiri Tia.
"Katanya ng*c*k,kok cepat banget? Ejakulasi dini loe?!" Tanya Yordan meremehkan.
"Enak aja loe!! Dragon udah gue sekolahin kok ke Mak Enrot!!!" Jawab Igo tak terima sang Dragon dihina.
"Cih.." Yordan membalas dengan cebikkan.
Kini mata Igo beralih pada waiters yang baru datang ke meja Ica dan Tia.
"Selamat malam nona,ini minuman untuk nona cantik." Kata sang waiters sambil memberikan gelas yang berisi minuman pada Tia,namun Tia menolak menerima minuman itu karena merasa tidak memesan minuman itu.
"Maaf mas,saya gak pesan minuman itu kok."
"Iya,ini servis dari hotel kami,semua tamu di undangan ini juga dapat servis kok nona. Dan kebetulan saya bertugas untuk menyervis nona." Kata waiters itu memberi alasan.
"Kok saya belum dapet mas?!" Kini Ica yang membuka suara.
"Nanti akan ada pelayan lain yang akan menyervis anda nona." Jawab waiters itu lagi.
Mata Ica dan Tia saling berpandangan. Sepertinya Tia kekeh tidak mau menerima minuman itu,bukan karena merasa curiga,hanya saja minuman yang di bawakan adalah koktail,dan Tia tidak pernah minum minuman seperti itu.
¤¤¤ Othor mau nanya nih,part nya Igo sama Tia mau di gabung disini apa di lapak baru nih? ¤¤¤
__ADS_1