
Ica pun berdiri dari pangkuan Yordan dan melihat ke arah paha Yordan. Cepat-cepat Yordan menutup pahanya dengan bantal sofa agar Jeki tidak bisa ber say 'hay' dengan Ica.
"Kamu kenapa?" Tanya Yordan pura-pura bodoh,padahal ia sangat tahu apa yang di maksud Ica.
"Tadi kayak ada tongkat baseball yang aku dudukin." Jawab Ica dengan polosnya.
Yordan tertawa geli dalam hati mendengar kata-kata Ica yang menyamakan sang sahabat dengan tongkat baseball.
"Tongkat baseball apaan sih?!!" Orang gak ada apa-apa!! Nih..." Yordan membuka sekilas bantal sofa yang ada di pahanya agar Ica percaya.
"Beneran,terasa banget kok tadi."
"Ya..amplop!! Calon bini gue kok polos banget sih!!! Mending loe bobok lagi aja deh Jek,kalau loe bangun gue bisa khilaf.!!" Kata Yordan dalam hati.
"Udah akh gak usah bahas tongkat baseball,aku laper Ca,bikinin aku makanan dong.!" Pinta Yordan yang memang sudah sangat lapar,sekaligus mengalihkan pembicaraan tentang tongkat baseball.
Ica pun tersadar,seharusnya saat ini dia sedang marah pada Yordan gara-gara kata-kata Yordan di lobi tadi.
"Enak aja!!! Emangnya kakak pikir disini restoran!!! Kalau lapar sana ke restoran!!!" Jawab Ica jutek,sambil melipat kedua tangannya di dada. Dan itu malah membuat Yordan salah fokus,ia malah melihat bulatan yang tercetak jelas diatas lipatan tangan Ica.
Yordan menelan slivanya susah payah.
"Godaan apalagi ini God. Harus berapa lama lagi gue menanti untuk merasakan itu." Kata Yordan dalam hati,namun sorot matanya tetap mengarah pada benda bulat itu.
"Ca...."
"Apa Ca...ca...ca...ca...!!!"
"Nikah yuk.!" Kata Yordan tak sadar.
Mata Ica membelalak mendengar kata-kata Yordan.
"Apa-apaan ini orang!! Dia lagi ngelamar apa lagi ngajak makan!!! Masa kalau ngelamar kayak orang mau ngajak makan,gak ada romantis-romantisnya!!" Kesal Ica dalam hati.
"Ngomong apaan sih!! Mabok yah!!" Tanya Ica sinis.
"Haaah...apa?? Emang aku ngomong apa?" Yordan malah balik bertanya.
Mendengar Yordan yang malah balik bertanya padanya,Ica jadi semakin kesal. Rasa-rasanya,Yordan sekarang sedang mempermainkannya.
"Gak tau!!!!" Ica pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Cepat-cepat Yordan bangkit dari sofa dan menahan tangan Ica.
"Lepas akh!!! Aku males ngomong sama kakak!!" Ica mencoba melepaskan genggaman tangan Yordan.
"Mau kemana,bikinin aku makanan dulu Ca,aku laper banget ini." Eh..bukannya minta maaf,Yordan malah minta Ica masak untuk dirinya.
__ADS_1
"Gak mau.!!" Tolak Ica.
"Yakin gak mau??!!!" Tanya Yordan. Senyum licik terbit dari bibirnya.
"Iya.!!" Jawab Ica mantab.
"Ya udah,aku tinggal keluar terus bilang sama semua penghuni apartemen ini kalau kamu udah tega nelantarin aku.!" Kata Yordan,ia pun mulai melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
"Ehh...jangan-jangan!! Kakak ikh,kayak anak-anak!!!" Ica langsung menghadang Yordan agar Yordan menghentikan langkahnya.
Akhirnya dengan sedikit ke ikhlasan,Ica pun membuatkan makanan untuk Yordan.
"Kakak duduk dulu disini,biar aku bikinin nasi goreng,mau?!" Ica mendorong tubuh Yordan menjauh dari pintu keluar dan menggiring Yordan ke meja makan dan mendudukkan Yordan di kursi.
"Terserah apa aja,yang penting peliharaan aku gak mati kelaparan di dalam." Jawab Yordan sambil mengelus perutnya.
Ica pun bergegas membuka kulkas dan menyiapkan bahan-bahan untuk membuat nasi goreng. Berhubung Rini belum pulang dari supermarket jadi Ica membuat nasi goreng hanya memakai nasi,telur dan sosis.
Melihat Ica yang sedang bersiap memasak,Yordan pamit ke kamar mandi untuk menenangkan sang sahabat.
"Ca..aku numpang kamar mandi yah."
"Ya udah sana."
Yordan pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur.
"Makasih yah Jek,akhirnya loe sadar juga!! Kalau loe udah sadar kan enak Jek,gue bisa percaya diri lagi buat bersanding dengan Ica." Kata Yordan sambil menenangkan sahabatnya itu.
Nasi goreng ala Ica dengan bahan seadanya pun sudah tersaji di atas meja makan. Yordan yang sudah kelaparan pun langsung melahap nasi goreng buatan gadis masa depannya.
"Uhuuk...uhuuk.." karena makan terburu-buru,Yordan pun tersedak. Yordan mengambil air minum yang ada di dekatnya dan menenggaknya.
"Pelan-pelan dong kak makannya.!"
"Laper banget Ca,lagian masakan kamu enak banget. Gak salah nih buat di jadiin istri.!" Goda Yordan.
Ica mencebik mendengar kata-kata Yordan,ia tak mau terpancing dengan kata-kata si bule kampret.
"Ngarep!!! Kakak lupa kalau aku udah mau nikah sama bang Satria?!"
Mendengar kata-kata Ica,ia pun teringat kembali maksud dan tujuannya menyusul Ica ke New York.
"Gak,aku gak lupa!! Lagian kan baru mau nikah,bukan udah nikah!! Sekalipun kamu udah nikah,aku akan tetap rebut kamu dari si Satria Baja Hitam itu.!!" Jawab Yordan kepedean.
"Kakak mau jadi pembinor gitu?!" Cibir Ica.
"Bahas itu nya nanti dulu,aku habisin makanan aku dulu.!" Cepat-cepat Yordan melahap makanan yang ada di piringnya.
__ADS_1
Setelah makanan yang ada di piring Yordan tandas,Yordan mengajak Ica duduk di ruang televisi.
"Ca..aku mau ngomong serius.!" Kata Yordan saat mereka sudah duduk bersebelahan di sofa ruang televisi.
"Apa?"
Yordan menarik nafasnya dalam-dalam sebelum memulai pembicaraan yang serius itu.
"Aku udah bicara langsung sama papa kamu,dan minta papa kamu untuk batalin pernikahan kamu dengan si Satria."
"Kakak serius?" Tanya Ica kaget.
Yordan mengangguk.
"Terus papa bilang apa?!" Tanya Ica lagi,ia penasaran karena papanya tidak tau apa-apa masalah kesalahpahamannya dengan Yordan.
"Papa kamu bilang,dia akan membatalkan perjodohan kamu dengan si Satria,asalkan aku bisa ngerebut hati kamu lagi dalam waktu sebulan." Jawab Yordan jujur.
Ica semakin kaget saja dengan kata-kata Yordan. Ia masih tidak yakin kalau sang papa berkata seperti itu.
"Kenapa kamu gak percaya sama aku?! Kalau kamu gak percaya,sekarang kamu telpon papa kamu dan tanya sendiri." Tantang Yordan.
Ica yang memang penasaran pun,langsung mengambil hp nya dari dalam tas dan melakukan panggilan ke nomor papa Fano.
"Ha..." baru saja panggilan tersambung,Yordan langsung merebut hp Ica.
"Halo om..." sapa Yordan dengan tengilnya.
"Kamu!! Siapa kamu??! Kenapa bisa hp anak saya ada sama kamu?!" Tanya papa Fano dengan suara meninggi,takut-takut yang sedang berbicara dengannya ini adalah laki-laki yang ingin berbuat jahat pada putri sulungnya.
"Ini Yordan om. Calon mantu kesayangan om." Kata Yordan dengan kepedean tingkat dewa. Yordan pun mengaktifkan loudspeaker agar Ica juga ikut mendengar percakapannya dengan sang calon mertua.
"Kamu..!! Kok bisa kamu ada sama Ica?"
"Kan om sendiri yang nyuruh saya usaha untuk nyari Ica,nih usaha saya gak sia-sia om. Ica sekarang ada disamping saya."
Yordan pun memberikan kode lewat tatapan matanya pada Ica agar Ica ikut berbicara pada pada papanya.
"Halo pah,ini Ica."
"Ca..kamu gak di apa-apain kan sama si bule sableng itu?!"
"Enggak pah."
"Gimana om,percayakan sekarang. Jadi gimana om dengan perjanjian kita,om bilang akan batalin perjodohan Ica sama si Satria Baja Hitam itu."
"Saya bilang kan kalau Ica mau nerima kamu!! Kalau gak yah perjodohan akan tetap lanjut."
__ADS_1
Mata Ica membelalak mendengar perkataan sang papa. Ternyata dirinya memang benar di jodohkan dengan bang Satria,Ica pikir perjodohan yang Yordan katakan hanya sebatas kesalahpahaman saja.
Padahal nyatanya semua sudah di setting oleh kedua orangtua mereka.