
Mommy Sarah teringat saat dokter Adrian menelponnya tadi malam. Ia mengatakan kalau Yordan datang menemuinya untuk memeriksakan kondisi si Jeki. Dengan liciknya mommy Sarah malah menyuruh dokter Adrian untuk mengatakan pada Yordan kalau sahabat kecilnya itu sudah tidak bisa bertarung lagi. Dan kata-kata dokter Adrian sukses mensugesti Yordan. Sebenarnya si Jeki tidak mengalami cidera berat,cukup diberi obat anti nyeri,si Jeki pun bisa kembali normal. Namun karena sugesti yang diberikan dokter Adrian dan Yordan menerima sugesti itu,membuat sahabat kecil Yordan menjadi tak bisa bertarung sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Bahkan sampai di apartemen pun Yordan berusaha membangunkan sahabat kecilnya itu,namun tetap tidak mau bangun.
Mommy Sarah senyum-senyum sendiri. Walaupun kelihatannya mommy Sarah seperti manusia yang tidak mempunyai perasaan karena tega membiarkan anaknya tersiksa karena sahabat kecilnya mati suri,tapi sebenarnya mommy Sarah melakukan ini karena rasa sayangnya yang begitu besar pada anak semata wayangnya itu,ia ingin Yordan kembali ke jalan yang benar,kembali menjadi Yordan yang sangat menghargai wanita,kembali menjadi Yordan yang dulu sebelum ia hancur karena cinta pertamanya yang hanya menjadikannya pelampiasan nafsu.
Setelah Yordan selesai bersiap-siap,mommy Sarah dan Yordan keluar dari unit apartemen Yordan untuk pergi ke kantor daddy Edwin.
⭐⭐⭐⭐⭐
"Mama udah dapet ruko untuk tempat usaha mama nanti?" Tanya Ica setelah mama Nivi dan Ica selesai makan malam.
Mama Nivi mengangguk.
"Ada ruko di daerah M yang harga sewanya murah banget."
"Emang berapa harga sewanya mah?" Tanya Ica penasaran.
"Tiga puluh juta pertahun,udah gitu ruko nya gede lagi,tingkat dua." Mama Nivi antusias menjelaskan bentuk bangunan ke Ica.
"Masa sih mah,kok murah banget?? Padahal daerah M kan termasuk pusat kota."
"Itu juga mama heran,tadi nya mama gak mau ambil,takut-takut itu ruko,ruko sengketa. Tapi mommy Sarah langsung ngecek,dan mommy Sarah bilang itu ruko dalam keadaan bersih alias lagi gak bersengketa. Jadi mommy Sarah nyaranin untuk ambil ruko itu,yah mama sih percaya aja sama mommy Sarah,kan mommy Sarah ngerti yang begitu-begituan."
Ica mengangguk-angguk paham,meski di kepalanya masih menyimpan seribu tanda tanya besar.
"Apa jangan-jangan ruko itu.....??!!!" Ica terus bertanya-tanya dalam hati.
Flashback On
Mommy Sarah merekomendasikan daerah strategis untuk membuka usaha di daerah M.
Namun di tengah perjalanan,mommy Sarah mengeluhkan sakit perut dan menyuruh supir pribadinya untuk mencari SPBU terdekat. Supir pun mengendarai mobilnya menuju SPBU.
Setelah mobil sampai SPBU,mommy Sarah buru-buru keluar dari dalam mobil dan masuk ke toilet.
Di dalam toilet,mommy Sarah langsung mengeluarkan hp dari dalam tasnya. Ia melakukan panggilan ke nomor anak buahnya,agar menyiapkan satu ruko untuk disewakan kepada mama Nivi,tapi mama Nivi tidak boleh tau kalau ruko itu adalah milik mommy Sarah.
Ada empat ruko berderet disana,dan keempat-empat nya adalah milik mommy Sarah,rencananya keempat ruko yang baru mommy Sarah beli itu ingin mommy Sarah jadikan supermarket yang khusus menjual produk-produk frozen food keluaran SFF Group.
__ADS_1
Anak buah yang mommy Sarah pun mengerti,panggilan pun berakhir. Mommy Sarah keluar dari dalam toilet dan melangkahkan kakinya menuju mobilnya. Setelah mommy Sarah masuk,mobil pun kembali melaju menuju daerah M.
Sampai di daerah M,mobil mommy Sarah berhenti tepat di deratan ruko milik mommy Sarah. Mommy Sarah dan mama Nivi turun dari mobil.
Mama Nivi melihat kesekeliling,dan mata mama Nivi terhenti saat melihat ada tulisan ' DISEWAKAN' di depan pintu salah satu ruko.
Mommy Sarah mendekat.
"Wah...kebetulan sekali,langsung ada ruko yang di sewakan. Ayo kita tanya sama pemiliknya." Mommy Sarah mengeluarkan hp dari dalam tas nya untuk menghubungi nomor yang tertera di bawah papan yang bertuliskan 'DISEWAKAN' tersebut.
"Jangan deh Sar,kayaknya mahal deh uang sewa perbulannya." Mama Nivi menahan tangan mommy Sarah agar mommy Sarah tak menghubungi sang pemilik ruko.
"Makanya kita tanya dulu,kalau kamu gak cocok sama harganya,baru kita cari yang lain." Mommy Sarah kembali memencet nomor si pemilik ruko.
Tak lama sang pemilik ruko mengangkat panggilan mommy Sarah,kemudian mereka pun sedikit berbincang melalui panggilan telepon. Sang pemilik ruko pun meminta mommy Sarah untuk menunggu kedatangannya ke lokasi.
Lima belas menit menunggu,sang pemilik ruko pun datang. Ia membuka ruko yang disewakan dan menyuruh mommy Sarah dan mama Nivi untuk masuk.
Mereka bertiga pun langsung berbicara ke intinya.
"Jadi berapa biaya sewa perbulannya pak?" Kini mama Nivi yang membuka suara,setelah sedari tadi mommy Sarah yang menguasai pembicaraan.
Mama Nivi menganga,karena harga sewanya jauh di bawah apa yang ia pekirakan.
"Serius pak? Kok murah banget,saya kira tiga puluh juta perbulan."
"Serius bu,tiga puluh juta pertahun."
Mama Nivi masih tak percaya karena bangunan ruko yang cukup besar dan memiliki dua tingkat.
"Bapak kasih harga murah bukan karena sedang ada sengketa kan?" Tanya mama Nivi curiga.
"Tidak bu. Tadinya saya membeli ruko ini untuk usaha,namun anak saya mengajak saya untuk pindah ke luar negri,dari pada ruko ini kosong,lebih baik saya sewakan. Yah...itung-itung sekalian ada yang urus." Bapak itu menjelaskan alasan kenapa ia menyewakan harga murah.
Alasan yang diberikan sang pemilik ruko terbilang masuk akal oleh mama Nivi.
"Bisa saya lihat surat-suratnya pak?" Mommy Sarah berpura-pura bertanya agar mommy Nivi makin percaya.
__ADS_1
Sang pemilik ruko pun mengeluarkan surat-surat yang memang ia sudah bawa.
Mommy Sarah mengambil surat-surat itu dan berpura-pura membacanya.
"Ini asli dan bersih." Kata mommy Sarah setelah membaca surat-surat itu.
"Gimana,ambil aja Niv. Gak ada loh harga ruko semurah ini di pusat kota." Bujuk mommy Sarah.
Mama Nivi sejenak berpikir,dan akhirnya ia memutuskan untuk menyewa ruko tersebut.
Mama Nivi langsung mengurus administrasinya,kunci pun sudah di tangan mama Nivi. Rencananya mama Nivi dan mommy Sarah mau langsung hunting kebutuhan untuk membuka toko kue. Namun telpon dari Ica menggagalkan rencana mereka. Mereka pun memilih untuk kembali ke apartemen Ica dan melanjutkan acara menghunting keperluan toko esok hari.
Flashback Off
⭐⭐⭐⭐⭐
"Lalu bagaimana hubungan kamu dengan nak Yordan?" Tanya mama Nivi.
"Hah..hubungan apa??" Ica gelagapan dengan pertanyaan mama Nivi yang tiba-tiba menanyakan hubungannya dengan Yordan.
Padahal sedari tadi ia sama sekali tak mengingat laki-laki yang namanya masih bertengger di hatinya itu.
"Hubungan asmara kamu sama nak Yordan lah? Apa jangan-jangan kalian udah berpacaran di belakang mama dan mommy Sarah?" Tanya mama Nivi menyelidik.
Ica menghela nafasnya. Mama Nivi tidak tau saja apa yang sudah Yordan lakukan padanya. Ingin sekali Ica menceritakan kejadian di hotel beberapa waktu lalu dan kejadian tadi malam. Tapi Ica tidak mau nama Yordan menjadi buruk di mata mama nya.
"Ica sama kak Yordan gak ada hubungan apa-apa mah. Ica sama kak Yordan cuma berteman doang."
"Berteman dengan lawan jenis pun ada macam-macam nya Ca. Berteman tapi mesra,berteman tapi menyimpan rasa,atau terpaksa hanya jadi teman?"
"Gak ketiga-tiganya,karena Ica sama kak Yordan murni hanya berteman. Udah akh mah,jangan bahas kak Yordan lagi."
"Kalian gak lagi berantem kan? Kok tumben kamu kayaknya males ngebahas nak Yordan?!"
"Mama...udah deh gak usah curigaan mulu. Aku sama kak Yordan gak berantem,hubungan kami masih baik-baik aja. Ica bukannya males mah,tapi Ica lagi mau fokus ke pendidikan Ica dulu,kalau mama bahas kak Yordan mulu,nanti Ica jadi gak fokus kuliahnya."
"Emangnya apa hubungannya kuliah kamu sama nak Yordan? Sampe-sampe bikin kamu gak fokus kalau kita ngebahas nak Yordan?"
__ADS_1
Ica tak sadar kalau kata-katanya malah makin menguatkan dugaan mama Nivi kalau hubungan Ica dan Yordan sedang tidak baik-baik saja. Tapi mama Nivi tidak mau memaksa Ica untuk menceritakan masalah percintaan anak gadisnya itu.