Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 130


__ADS_3

Kini mommy Sarah,Yordan dan Ica sedang dalam perjalanan mengantar Ica pulang. Dengan menggunakan mobil Yordan dan di supiri oleh pemilik mobil itu sendiri. Dan sialnya,Ica malah duduk dikursi belakang menemani mommy Sarah.


"Berasa jadi supir pribadi gue nih!!" Gerutu Yordan dalam hati sambil matanya melirik Ica dan mommy Sarah yang sedang asyik bercerita dari pantulan cermin. Keadaan Yordan benar-benar tidak dianggap jika mereka berdua sudah bertemu dan asyik bercerita.


"Mulai besok kamu sama Yordan gak boleh ketemuan sampe hari pernikahan kalian!" Kata mommy Sarah tegas.


Yordan yang mendengar ultimatum dari sang mommy pun protes tak terima.


"Kok gitu mom? Undangan aja belum diambil,belum di sebar masa udah mau di pingit aja!"


"Memangnya kalian yang mau nyebar undangan?! Mommy udah punya tim sendiri untuk mantau semuanya,kalian cuma perlu siapin tenaga untuk hari H nya.!"


"Tapi mom.."


"Gak ada tapi-tapian!!! Mommy tau isi otak kamu itu,kalau kalian gak di pingit dari sekarang,nanti pas hari H nya Ica jalan terkangkang-kangkang lagi!!!" Kata mommy Sarah memotong kata-kata Yordan.


Yordan pun hanya bisa menghela nafas dan pasrah pada kehendak mommy nya.


Mobil yang di kendarai Yordan pun sudah sampai di halaman rumah orangtua Ica. Yordan dan mommy Sarah pun turun untuk memulangkan Ica kepada orangtuanya,serta memberi pesan pada orangtua Ica agar tidak menerima kedatangan Yordan di rumah mereka sampai mereka berdua sah menjadi suami istri.


Karena hari yang sudah malam,mommy Sarah dan Yordan pun tidak lama berada dirumah orangtua Ica. Setelah berbincang sebentar,mommy Sarah dan Yordan pun pamit pulang. Namun bukan Yordan namanya kalau tidak bisa mencuri-curi kesempatan.


Cup. Yordan mengecup bibir Ica sekilas saat mommy Sarah dan orangtua Ica keluar lebih dulu dari ruang tamu.

__ADS_1


"Ish..kak Yordan,kalau mereka sampe liat gimana?!" Protes Ica sambil memukul lengan calon suaminya itu.


"Biar aja!! Orang udah mau nikah ini." Jawab Yordan santai.


"Jangan tidur dulu yah,nanti kita video call an. Oke."


Ica pun menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua pun keluar dari ruang tamu menyusul orangtua mereka yang sudah sampai teras rumah.


"Kita pulang dulu yah Niv,Fan.." pamit mommy Sarah.


"Iya hati-hati."


"Mommy pulang yah Ca. Inget pesen mommy,jangan mau diajak ketemuan diem-diem sama anak ini.!" Kata mommy Sarah mengingatkan lagi sambil melirik Yordan.


"Iya mom." Jawab Ica dengan kekehan kecil karena melihat wajah Yordan yang tak senang dengan kata-kata mommy Sarah.


Mommy Sarah pun berjalan ke arah mobil.


"Om,tante pulang dulu." Pamit Yordan pada calon mertuanya.


"Ca...ayang mbeb pulang dulu yah. Love you..muah.." kini Yordan berpamitan pada Ica dan diakhiri dengan ciuman jauh.

__ADS_1


Ica tersenyum malu dengan sikap Yordan yang berani mengatakan cinta di depan orangtuanya. Sedangkan mama Nivi cekikikan melihat tingkah Yordan yang seperti anak abege baru kenal cinta. Kalau papa Fano memutar bola matanya malas melihat tingkah tengil Yordan,seandainya saja tidak ada mommy Sarah sudah papa Fano jitak itu Yordan.


Setelah berpamitan pada calon mertua dan calon istrinya,Yordan pun berjalan ke arah mobil menyusul sang mommy. Yordan pun masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya keluar dari rumah orangtua Ica. Tujuan Yordan sekarang adalah mengantar istri kesayangan Sun Goku pulang ke rumah utama.


⭐⭐⭐⭐⭐


Setelah mengantar sang mommy ke rumah utama,Yordan melajukan mobilnya menuju apartemennya. Sebenarnya mommy Sarah melarang Yordan untuk pulang ke apartemennya,namun Yordan tetap kekeh ingin pulang ke apartemennya,karena ia tidak ingin lagi mendengar kejadian yang mencemari telinganya itu.


Kini Yordan sudah berada di unit apartemennya,setelah membersihkan tubuhnya, Yordan berbaring di atas tempat tidur dengan handuk yang masih terlilit di pinggangnya. Ia mengambil hp nya dari atas nakas dan mulai melakukan panggilan video ke nomor Ica. Tapi sayang,sudah lebih dari sepuluh kali Yordan menghubungi Ica,Ica tak kunjung menjawab panggilannya.


Yordan pun melihat jam yang ada di hp nya,ternyata sudah hampir jam dua belas malam.


"Udah tidur kali dia yah." Gumam Yordan menerka-nerka.


"Ya udah lah,besok aja gue telpon lagi. Mending gue susulin aja lewat mimpi." Lanjut Yordan. Dia pun meletakkan kembali hp nya di atas nakas dan mulai menutup matanya untuk menyusul Ica di alam mimpi.


Tapi sayangnya,kejadian mengenakkan kemaren malam malah memenuhi otaknya,membuat Yordan tak bisa tidur.


"Shiiiit!!!!" Umpat Yordan sambil mendudukkan tubuhnya. Yordan tak ingin memori yang mengenakkan itu muncul di otaknya,bukan karena tak suka melainkan jika Yordan meneruskan rekaman memori itu,bisa-bisa Jeki harus berakhir dengan sabun lagi.


"Nih otak kenapa nginget itu mulu sih!!! Pliiis jangan diingetin dulu!!! Bisa-bisa glowing si Jeki gue sabunin mulu.!!" Kata Yordan sambil memukul-mukul kepalanya pelan.


"Bisa gila gue nih kalau gini terus.!! Coba doraemon ada di dunia nyata,udah gue suruh tuh si emon ngeluarin alat untuk mempercepat waktu.!" Kata Yordan lagi berandai-andai.

__ADS_1


Karena si otak laknat terus menguji iman Yordan dengan menampilkan memori mengenakkan saat Yordan menutup mata, Yordan pun memilih untuk tidak tidur sampai si otak laknat itu menyerah. Ia pun turun dari atas ranjang dan berjalan ke ruang ganti untuk memakai pakaian.


Kini Yordan sudah siap dengan pakaian casualnya,dia pun mengambil kunci mobil dan hp yang berada di atas nakas. Tujuannya sekarang adalah apartemen Igo. Selain ingin meminta penjelasan dari Igo,sekalian Yordan mencari cara untuk mengalihkan fokus si otak laknat.


__ADS_2