
Baru selangkah,rambut Yordan sudah dijambak mommy Sarah.
"Aaauuuuwww...sakit mom..!!" Rintih kesakitan Yordan
Bukannya melepas,mommy Sarah malah menendang bokong sang anak.
"Aduh...mom,sakit!!!" Dia mengusap bokongnya.
Mommy Sarah melepas jambakannya dari rambut sang anak.
"Dasar anak gak tau di untung!! Udah mommy kasih kebebasan,tinggal di apartemen lagi,bukannya pulang kerumah kalau weekend,ini malah ditelpon dulu baru pulang!! Kamu mau mommy cabut kebebasan kamu lagi???!!!" Ancam mommy Sarah.
"Yordan udah niat tadi mom mau kesini,tapi Dimas tadi nelpon minta aku sama Igo ngehibur Irlan." Bohong Yordan,padahal tidak ada Dimas menelponnya.
Ooh Dimas kasihannya diri mu dijadikan tameng oleh Yordan.
"Buat apa temen kamu yang tidak tau diri itu di hibur!! Dia begitu kan salah dia sendiri.!! Sudah tau cinta tapi masih mengingkari perasaannya dengan mengharapkan mantannya,giliran ditinggal baru tau rasa sakitnya!!" Kata mommy Sarah,yang sudah tau tentang masalah rumah tangga Irlan.
"Biar gimanapun Irlan kan temen Yordan mom,gak mungkin lah Yordan gak nemenin dia dalam keadaan begini."
"Cih...bentar lagi juga kamu yang terpuruk dan dihibur sama temen-temen kamu!!" Sindir mommy Sarah.
"Gak mungkin lah.." sangkal Yordan.
"Kita liat aja nanti. Mommy udah gak sabar ngeliat kamu sakit mental lebih parah dari si Irlan."
"Ada gitu yah emak yang doain anaknya jadi gila!! Emak gue emang ter the best lah,bikin mental orang terjun bebas!!" Gerutu Yordan dalam hati.
__ADS_1
"Udah..udah.. kalian pulang sana. Hati-hati bawa mobilnya Dan,jangan ngebut-ngebut.!" Daddy Edwin membuka suara untuk menghentikan perdebatan mereka.
Sedangkan Ica sudah menunggu di samping mobil Yordan.
⭐⭐⭐⭐⭐
Yordan mengemudikan mobil sportnya ke arah apartemen. Sepanjang perjalanan di dalam mobil,tak ada satupun yang membuka suara.
Sesekali Yordan melirik Ica yang tengah memandang ke arah jalanan dari balik kaca mobil. Ingin sekali Yordan berteriak menghadapi suasana yang tak biasa ini. Biasanya kalau bersama Ica di dalam mobil akan selalu rame,namun kali ini hanya ada keheningan.
Jarak antara rumah mommy Sarah ke apartemen Yordan dan Ica hanya empat puluh menit,apalagi ini hari minggu jalanan yang sepi bisa membuat perjalanan semakin singkat. Tapi kenapa Yordan merasa perjalanan kali ini sangat lah memakan waktu.
Akhirnya mobil Yordan sudah memasuki area parkir gedung apartemen.
Tanpa ba bi bu be bo, Ica langsung turun dari mobil Yordan.
Yordan mengkerutkan keningnya.
Yordan pun turun dari dalam mobilnya,dan masuk ke dalam gedung apartemen,kemudian masuk kedalam lift untuk mengantarnya ke lantai unit apartemennya berada.
Sedangkan Ica,sejak dari ia mengatakan cintanya pada Yordan,ia merasa grogi. Apalagi Yordan memberikan tantangan pada Ica,hati Ica sedang tak karuan dari tadi.
Makanya sepanjang perjalanan dari rumah mommy Sarah sampai apartemen,pikiran Ica memikirkan kira-kira tantangan apa yang akan Yordan berikan padanya. Apalagi tempat Yordan akan memberikan tantangan adalah hotel. Pikiran Ica langsung traveling ke hal yang enak-enak.
Begitu sampai parkiran,Ica langsung turun dari dalam mobil Yordan. Dia setengah berlari memasuki gedung apartemen dan masuk kedalam lift.
Sampai didepan unit apertemennya,Ica buru-buru membuka pintu dan masuk ke dalamnya. Dia menutup pintu apartemennya.
__ADS_1
"Huuuufftt.." Ica bernafas lega sambil memegang dadanya,seperti orang yang habis di kejar kuyang.
Setelah beres mengatur nafas,Ica melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar,ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia memejamkan matanya sesaat. Namun begitu matanya terpejam,bayangan akan Yordan yang mengajak Ica buka segel nanti di hotel muncul begitu jelas.
"Aaaakkkkhhh.." teriak Ica sambil menendangkan kakinya di udara.
"Gak!! Gak!! Kak Yordan gak mungkin minta begituan!!!" Ica memukul-mukul kepalanya untuk menghilangkan pikiran kotornya.
"Terus mau ngapain kak Yordan ngasih tantangan di hotel???!!" Dia berpikir kembali.
"Apa kak Yordan mau nyuruh aku jadi cleaning servis disana??" Begitulah hasil pemikirannya lagi.
"Akh sudah lah Ca,lebih baik loe gak usah mikir,makin loe ajak otak loe mikir,makin pikiran yang aneh-aneh yang keluar dari dalam otak loe!!!" Kata Ica pada dirinya sendiri.
Ica beranjak dari tempat tidurnya,ia memilih mendinginkan kepalanya degan berendam air dingin di bath up.
Sedangkan Yordan,ia pun melakukan hal yang sama. Begitu masuk kedalam unit apartemennya,Yordan langsung masuk kedalam kamar lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk mendinginkan kepalanya yang sedari tadi hampir meledak karena memikirkan tingkah Ica yang aneh. Ditambah lagi memikirkan tantangan yang akan ia berikan pada Ica.
"Apa gue harus ngelakuin itu ke Ica?" Tanya Yordan pada dirinya sendiri.
Ia sebenarnya ragu untuk memberikan tantangan itu. Tapi mungkin hanya dengan cara itu lah Ica akan berpikir dua kali untuk mengharapkannya.
⭐⭐⭐⭐⭐
Yordan sedang bersiap-siap menuju hotel tempat ia akan memberikan tantangan untuk Ica.
__ADS_1
Drt Drt Drt
Bunyi getar hp Yordan,mengalihkan pandangan Yordan yang sedang memperhatikan pantulan dirinya di cermin.