
Meninggalkan Yordan dan Ica yang sedang mempertemukan Jeki dan Juliet,ada mommy Sarah yang sedang kalang kabut karena ulah baby Millie.
Baby Millie yang awalnya tenang,tidak rewel dan tanpa ekspresi,akhirnya mengamuk saat mommy Sarah yang tidak bosan-bosannya mengajak baby Millie berbicara.
"Nih orang bisa diem gak sih,orang gue lagi santuy. Ah...gue nangis juga nih,biar kapok nih bule."
Mungkin begitulah yang ada di pikiran baby Millie saat ketenangan dan ketentramannya terganggu dengan suara mommy Sarah yang terus mengoceh mengajak baby Millie bercanda.
"Cup..cup..cup..cucu grandma mau apa? Mau sama mama Ica? Sabar yah cucu grandma yang paling cantik se kelurahan,mama Ica lagi menjalankan misi demi menjaga keutuhan keluarga." Kata mommy Sarah sambil menggendong baby Millie.
Mendengar kata-kata mommy Sarah,sus Vina dan sus Meri hanya geleng-geleng kepala. Mungkin dalam hati mereka masing-masing sedang menertawai cara mommy Sarah yang menenangkan baby Millie.
"Sini madam,biar saya yang tenangin." Kata sus Vina yang sudah tidak tahan mendengar suara tangisan baby Millie.
"Gak usah sus,saya bisa kok." Tolak mommy Sarah,ia merasa tertantang untuk menenangkan baby Millie.
Mommy Sarah mencoba menyanyi untuk menenangkan baby Millie.
Oh, I hope you're happy, but not like how you were with me
I'm selfish, I know, I can't let you go
So find someone great but don't find no one better
I hope you're happy, but don't be happier.
Sepenggal lagu dari Olivia Rodrigo,mommy Sarah lantunkan untuk cucu pertamanya itu.
Bukannya tenang,baby Millie malah semakin menangis.
Mommy Sarah pun mengganti lagu nya dengan menyanyikan lagu It's You dari Sezairi Sezali.
__ADS_1
You
You're my love, my life, my beginning
And I'm just so stoked I got you
Girl, you are the piece I've been missing
Remembering now
Lagu yang baru mommy Sarah nyanyikan nampaknya tidak mampu membuat baby Millie tenang.
"Madam,coba ganti lagunya pake lagu anak-anak." Kata sus Meri memberi Saran. Sus Meri tidak bisa lagi menahan gatal di mulutnya saat mendengar mommy Sarah menyanyikan lagu untuk baby Millie.
Mommy Sarah mengangguk menyetujui saran sus Meri. Ia pun berpikir lagu anak-anak yang akan ia nyanyikan untuk baby Millie.
Baa, baa, black sheep,
Have you any wool?
Yes sir, yes sir,
Three bags full.
One for the dame,
And one for the little boy
Who lives down the lane.
Baa, baa, black sheep,
__ADS_1
Have you any wool?
Yes sir, yes sir,
Three bags full.
Lagu anak-anak pertama yang mommy Sarah nyanyikan juga tak mampu menenangkan baby Millie. Mommy Sarah pun berpikir kembali lagu apa lagi yang harus ia lakukan.
Sudah lima kali mommy Sarah berganti lagu,tapi baby Millie juga tidak mau tenang. Dan hampir setengah jam baby Millie tak bisa juga mommy Sarah taklukan. Diam sepuluh menit,tak lama baby Millie menangis lagi,menangis lima menit tak lama diam lagi selama sepuluh menit. Dan begitu lah seterusnya sampai setengah jam. Mommy Sarah pun akhirnya menyerah dan menyerahkan baby Millie ke tangan pengasuhnya. Tapi ternyata,di tangan sus Vina atau sus Meri baby Millie juga tidak bisa di tenangkan,sepertinya baby Millie sudah keburu kesal sama grandmanya yang tidak mau menyerahkan baby Millie langsung ke tangan sus Vina maupun sus Meri.
Dan hal itu sampai terdengar di telinga mbak Dini dan mbak Yani. Mbak Dini pun berinisiatif untuk menelpon mamanya baby Millie untuk memberitahu kalau baby Millie mengamuk dan tidak ada yang bisa menaklukan baby Millie,tapi sayangnya hp mamanya baby Millie tidak aktif.
"Telpon tuan Edwin aja Din,kan si eneng maunya cuma sama Aki nya." Saran mbak Yani.
"Iya juga yah." Mbak Dini pun langsung menelpon daddy Edwin.
"Halo selamat siang tuan Edwin." Kata mbak Dini setelah daddy Edwin menerima panggilan telponnya.
"Kenapa Din?"
"Itu tuan,si cantik Millie nangis-nangis terus dari tadi."
"Loh,memangnya mama nya Millie kemana?"
"Non Ica keluar tuan,non Millie di jaga sama madam sekarang."
"Astaga.!!! Ya udah saya pulang sekarang." Daddy Edwin langsung mengakhiri panggilan dari mbak Dini dan langsung pulang ke rumah utama,meninggalkan meeting yang lima belas menit lagi akan di mulai. Terpaksa sekretaris daddy Edwin harus mengatur ulang jadwal meeting yang daddy Edwin batalkan hanya untuk pulang ke rumah dan menenangkan baby Millie.
Lima belas menit kemudian.
Dengan meminjam motor salah satu karyawannya,daddy Edwin pulang ke rumah. Sengaja daddy Edwin memakai motor,karena kalau memakai mobil,pasti akan memakan waktu lebih dari setengah jam.
__ADS_1
Dengan langkah panjang daddy Edwin masuk ke dalam rumah,begitu daddy Edwin masuk,suara baby Millie sudah terdengar dari lantai bawah. Daddy Edwin pun berlari naik ke lantai atas bak orang di kejar penagih hutang.
BRAAAAK. Daddy Edwin membuka pintu kamar baby Millie dengan kasar.