Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 100


__ADS_3

Melihat Ica yang malah terharu dengan aksi laki-laki itu,otak Yordan memberi sinyal pada Yordan agar Yordan tidak boleh kalah dari laki-laki itu dan melakukan hal yang sama pada Ica. Yordan pun memikirkan lagu apa yang pas untuk membuat Ica tambah klepek-klepek padanya.


Dan setelah si laki-laki itu menyelesaikan lagunya,Yordan pun berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan ke atas panggung dan memberitahu pemain band lagu yang akan ia bawakan. Lagu berjudul Beautiful In White dari Shane Filan,Yordan persembahkan untuk Ica.


"Lagu ini saya persembahkan untuk seorang gadis yang sudah mengubah hidup saya dan membuat saya kembali percaya dengan yang namanya cinta. Dan gadis itu duduk disana." Yordan menunjuk Ica yang sedang memperhatikannya. Para pengunjung kafe yang lainnya pun bertepuk tangan. Setelah memberikan kata pembuka,Yordan mulai memainkan piano untuk mengambil nada.


Not sure if you know this


But when we first met


I got so nervous I couldn't speak


In that very moment


I found the one and


My life had found its missing piece


So as long as I live I love you


Will have and hold you


You look so beautiful in white


And from now 'til my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight


What we have is timeless


My love is endless


And with this ring I


Say to the world

__ADS_1


You're my every reason


You're all that I believe in


With all my heart I mean every word


So as long as I live I love you


Will haven and hold you


You look so beautiful in white


And from now 'til my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight


You look so beautiful in white, yeah yeah


So beautiful in white…


Setelah menyelesaikan lagunya,Yordan turun dari atas panggung dan menghampiri Ica. Ia berlutut sambil mengeluarkan kotak cincin dan membuka nya dihadapan Ica.



Mata Ica membelalak melihat cincin berlian yang Yordan sodorkan padanya.


"Ini apa kak?!" Tanya Ica. Ia tak percaya Yordan melakukan hal seromantis ini padanya. Apalagi sekarang mata pengunjung kafe tertuju pada mereka.


"Yah cincin lah Ca,masa ikan asin!!" Seloroh Yordan.


"Iya aku tau,maksudnya ini cincin untuk apa?! Kan kemaren kakak udah beliin aku cincin."


"Kemaren itu cincin untuk tanda pengenal kamu,kalau kamu udah ada yang punya. Kalau yang ini,cincin tanda terimakasih aku ke kamu karena kamu udah mau ngasih kesempatan untuk orang sehina aku ini untuk mengisi hati kamu."


"Astaga kak..gak usah sampe segitunya juga kali,cincin ini pasti mahal harganya kan. Kemaren aja uang kakak udah habis hampir 10 M."

__ADS_1


"Ish..bisa gak sih Ca,kamu gak ngerusak momen romantis?! Kita di liatin orang banyak nih. Cepetan ambil,biar aku pasangin." Pinta Yordan tak sabaran karena Ica tak kunjung mengambil cincin yang masih tersemat di dalam kotak.


Ica melirik kanan-kiri,dan ternyata benar kalau saat ini para pengunjung kafe sedang menonton mereka dan sepertinya mereka menunggu Ica mengambil cincin itu. Ica menghela nafasnya,sebenarnya ia enggan mengambil cincin itu,tapi karena Yordan sudah bersusah payah dan rela menjatuhkan gengsinya yang selangit untuk melakukan hal romantis semacam ini.


Tepuk tangan dan sorak sorai pengunjung kafe memenuhi seisi ruangan setelah Ica mengambil cincin itu. Yordan pun berdiri dan memasangkan cincin itu di jari manis sebelah kiri Ica.


"Tuh kan sekarang jadi seimbang." Kata Yordan setelah memasangkan cincin itu.


"Apanya nya seimbang?! Berasa kayak Barbie Kumalasari aku ini kak.!!"


"Dari kemaren aku tuh kasihan Ca lihat tangan kanan kamu,kayak berat sebelah. Setelah aku cari tau penyebabnya,eh ternyata yang tangan sebelah kirinya gak make apa-apa. Tuh lihat,seimbang kan sekarang." Kata Yordan sambil mengangkat kedua tangan Ica.


Ica mengangkat sudut bibirnya mendengar kata-kata Yordan. Ada saja alasan Yordan agar Ica tak ngomel-ngomel padanya.


"Eits..tunggu. Kayaknya masih ada yang belum seimbang deh." Kata Yordan sambil memperhatikan wajah Ica.


"Apa.?"


"Ini.." Yordan langsung menarik tengkuk Ica dan menahannya,dan menempelkan bibir mereka berdua.


"Hemph...." Ica berusaha mendorong tubuh Yordan,karena tiba-tiba mendapat serangan mendadak. Namun sayang usahanya sia-sia,karena Yordan menahan tengkuk Ica sangat lah kuat. Bahkan sekarang pertahanan Ica pun runtuh,ia malah ikut terbuai dengan permainan bibir Yordan. Bahkan dengan senang hati Ica membuka mulutnya agar lidah mereka bisa saling beradu. Merasa mendapat sambutan baik,Yordan menarik tubuh Ica agar tubuh mereka bisa saling berdempet.


"Huuuuuuu...uuuu!!" Teriak para pengunjung kafe sambil bertepuk tangan,seperti sedang merayakan kemenangan saat tim sepakbola favorite mereka menang telak.


Ica yang sempat hilang kesadaran karena hipnotis sang casanova,langsung mendorong tubuh Yordan ketika mendengar suara sorak sorai dan tepuk tangan para pengunjung kafe. Ia menundukkan wajahnya yang sudah merah merona karena malu.


Yordan mengangkat wajah Ica.


"Udah pinter sekarang yah ngimbangin aku?!" Goda Yordan sambil mengusap sisa ciuman mereka di bibir Ica.


"Ish..kakak malu-maluin!!" Ica memukul lengan Yordan pelan.


"Gak usah malu,di negara ini hal begitu sudah biasa. Cup." Kata Yordan sambil mengecup kening Ica.


"Ish...udah akh jangan cium-cium. Pulang yuk!!" Ajak Ica,ia sudah sangat malu berlama-lama di tempat itu.


"Ngapain kamu ngajak pulang jam segini? Apa kamu mau lanjutin yang tadi?! Kalau iya,ayok aku siap!!" Yordan langsung bersemangat empat lima.


Makin kesal saja Ica mendengar kata-kata Yordan. Ia pun mencubit roti sobek milik Yordan.

__ADS_1


"Aaaauuuuuwwww....sakit Ca..iya..iya...ampun...lepas Ca..lepas!!" Ringis Yordan kesakitan. Ica pun melepas cubitannya dan berjalan keluar dari dalam kafe. Yordan pun mengikuti langkah Ica dari belakang.


__ADS_2