Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 21


__ADS_3

Lima menit kemudian pintu ruangan Yordan terbuka.


Yordan memperhatikan ke arah pintu.


Ica dan mommy Sarah masuk ke ruangan Yordan bersamaan,tingkah absurd mommy nya dan Ica sukses membuat Yordan geleng-geleng kepala.


Bagaimana tidak,mereka masuk dengan tawa terbahak-bahak entah apa yang sedang mereka bahas sampai membuat mereka tertawa seperti itu.


"Berasa anak tiri gue. Kalau sama gue si bule bar-bar gak pernah ketawa begitu,giliran sama Ica yang baru kenal sehari udah lengket banget." Gerutu Yordan dalam hati. Sepertinya ia sedang cemburu karena Ica bisa sedekat itu dengan mommy nya.


Yordan mendekati dua wanita beda generasi itu.


"Kalian ngetawain apaan sih?" Akhirnya pertanyaan itu meluncur juga dari mulut Yordan yang tidak sanggup untuk menahan rasa penasaran.


"Ada deh,mau tau aja." Jawab Ica.


"Cih.." Yordan berdecih tidak suka dengan jawaban Ica.


"Kamu mau disini terus? Gak mau keluar makan siang...?" Tanya mommy Sarah pada Yordan.


"Ini juga mau keluar."


"Ya udah,sana kalian pergi. Tapi langsung balik lagi ke kantor yah,mommy mau kekantor daddy mu dulu."


Yordan menyeringai licik. Akhirnya pelan-pelan mommy nya mulai membebaskannya.


Tak ingin mommy nya tiba-tiba berubah pikiran,Yordan langsung menarik tangan Ica keluar dari ruangannya.


"Ayo Ca.."


"Kita pergi dulu yah mom.." pamit Ica kepada mommy Sarah.


⭐⭐⭐⭐⭐


Di dalam mobil,Yordan merasakan aura yang tidak biasa dari Ica. Karena Ica yang biasanya terus ngoceh,tapi hari ini dia terlihat lebih banyak diam.


"Tumben nih bocah anteng.? Habis batre kali yah?!" Tanya Yordan pada dirinya sendiri di dalam hati.


"Kamu kenapa Ca,kok dari tadi tuh mulut mingkem mulu." Mulut Yordan sudah terlalu gatal untuk menanyakan perubahan Ica.


Ica langsung menoleh ke arah Yordan dan memberikan senyum termanisnya ke arah Yordan.


"Masa sih? Mungkin karena aku laper banget kali yah,jadinya aku gak punya tenaga untuk ngomong. Hehehe.." cengir Ica berusaha menutupi kesedihan hatinya karena perkataan papa nya tadi pagi.

__ADS_1


"Dasar tukang makan."


"Biar aja,namanya juga masih dalam masa pertumbuhan." Protes Ica tak terima.


"Iya iya iya.." Yordan mengalah daripada harus berdebat.


Kini mereka sudah berada dalam restoran cepat saji.


Yordan tak henti-hentinya menggerutu dalam hati karena keinginan Ica yang ingin makan ayam goreng crispy nya.


"Kita makan di restoran lain aja yuk. Aku gak biasa makan makanan cepat saji." Rayu Yordan pada gadis yang ada disebelahnya saat mereka sedang mengantri.


"Bisa diem gak sih kak. Gaya gak biasa makan makanan cepat saji,sedangkan kamu punya pabrik makanan frozen food."


Yordan merasa tertampar dengan jawaban Ica. Merasa kalah telak,Yordan pun terdiam sesaat.


"Antriannya panjang banget Ca. Kita makan di foodcourt aja yuk." Rayu mulut manis Yordan.


Tapi sepertinya rayuan sang casanova tidak mempan untuk Ica.


"Gak!! Pokoknya aku mau makan ini. Kalau kakak capek,kakak bisa duduk." Suruh Ica yang sudah jengah mendengar keluhan Yordan.


Yordan yang memang malas untuk mengantri,memilih untuk mencari tempat duduk untuk dirinya dan Ica.


Tak lama Ica datang membawa nampan yang berisi makanan untuk dirinya dan Yordan.


"Kakak gak makan kulit ayamnya?" Tanya Ica saat melihat Yordan memisahkan kulit ayamnya.


"Gak."


"Sini buat aku aja." Ica langsung merebut kulit ayam itu dari tangan Yordan.


"Kok gak dimakan sih,padahal ini bagian paling enak. Aku sama adek aku aja bisa perang gara-gara ini" lanjut Ica.


"Itu kan kamu." Jawab Yordan malas.


"Cih..." Ica tak terima dengan respon Yordan.


⭐⭐⭐⭐⭐


"Kita kemana lagi nih?" Tanya Yordan saat mereka menuju parkiran mobil.


"Aku maunya sih ngemall. Tapi kan kakak harus langsung balik ke kantor."

__ADS_1


Yordan menghela nafasnya,ia paling tidak bisa melihat perempuan memasang wajah melas. Seperti yang sedang Ica lakukan sekarang.


Kini mereka sudah berada dalam mobil. Setelah memakai sabuk pengaman,Yordan perlahan melajukan mobilnya.


"Emang kalau ke mall mau ngapain? Mau shopping?"


Ica menggeleng..


"Mau cuci mata lah"


"Cuci mata?" Tanya Yordan yang tak mengerti arti kiasan cuci mata.


Iya..jadi kita tuh masuk dari satu toko ke toko lainnya tapi cuma lihat-lihat aja,gak usah beli." Ica menjelaskan.


"Ck..bikin pegel kaki doang dong.."


"Buat orang yang baru pertama kali emang gitu,tapi lama-kelamaan gak akan kerasa pegelnya."


"Emang kamu sering begitu?"


Ica mengangguk.


"Dulu waktu masih sekolah,aku,Nia sama Tia sering begitu kok."


"Gak pernah ke mall bareng pacar?"


Ica menggeleng.


"Gak pernah pacaran."


Yordan melirik sebentar ke arah Ica,ia tidak yakin kalau Ica tidak pernah pacaran. Karena Ica memiliki wajah yang manis,kulit kuning langsat dan body yang cukup sexy.


Pasti lah banyak laki-laki yang mengincar Ica.


"Masa sih,kok aku gak percaya yah."


"Ya udah kalau gak percaya. Aku tuh gak punya waktu kak buat pacaran." Ica menarik nafasnya dalam-dalam sebelum melanjutkan kata-katanya.


"Dari aku SD sampai aku SMU,papa selalu madatin hari-hari aku dengan les les dan les. Mungkin karena otak aku yang pas-pas an makanya papa kasih aku banyak les."


Dengan serius Yordan mendengarkan cerita Ica,sambil matanya tetap fokus mengemudi.


"Tapi kan masih bisa punya pacar Ca. Kan bisa pacarannya waktu di sekolah,pas jam istirahat." Tanya Yordan.

__ADS_1


"Dulu sih pernah,tapi belum sempet pacaran,masih pedekate gitu lah. Eh papa aku tau,aku habis di marahin. Bahkan aku diancam homeschooling kalau sampai aku ketauan deket-deket sama cowok lagi. Papa pikir aku gak bisa nangkep pelajaran karena selama ini aku pacaran mulu. Padahal emang otak aku yang gak sanggup."


Yordan mulai paham situasi yang Ica alami.


__ADS_2