
"Ya sayang.."
"Aku pengen banget makan bakso."
Yordan menghela nafasnya sambil melirik jam yang ada didinding.
"Mampus gue!! Mau cari dimana tukang bakso jam segini." Gerutu Yordan dalam hati karena sekarang sudah pukul setengah satu dini hari.
"Harus sekarang?? Gak bisa besok?" Tanya Yordan mencoba bernegosiasi.
"Gak bisa!! Maunya sekarang." Ica menolak mentah-mentah negosiasi Yordan.
"Tapi ini udah mau jam satu. Mau cari dimana coba tuh tukang bakso." Keluh Yordan.
"Ya udah kalau kakak gak mau cariin,biar aku yang pergi cari." Kata Ica,sambil menurunkan kakinya ke lantai dan memungut pakaiannya yang berserak di atas lantai.
"Ya udah..ya udah,aku cari. Kamu diem aja disini." Yordan pun beranjak dari atas ranjang dan memungut jeruji kain sang sahabat.
Setelah sang sahabat masuk kembali ke dalam jeruji kain,Yordan pun berjalan ke arah ruang ganti untuk memakai pakaiannya. Sedangkan Ica tersenyum penuh kemenangan melihat Yordan yang pasrah mengikuti kemauannya.
"Cup. Papa pergi dulu yah cari bakso buat dedek." Yordan mengecup perut Ica sebelum ia keluar dari dalam kamar.
"Jangan lama-lama yah kak,nanti keburu gak kepengen lagi." Pesan Ica.
"Hemh. Nanti kalau emang kamu gak kepengen lagi langsung telpon aku,biar aku langsung pulang." Kata Yordan yang memiliki niat terselubung. Karena di pikiran Yordan saat ini,ia hanya akan keluar sampai depan perumahan dan menunggu Ica menelpon menyuruhnya pulang karena Ica sudah tidak menginginkan bakso lagi.
Ica mengangguk. Nampaknya ia tak mengerti akan maksud terselubung suaminya. Sedangkan Yordan,hatinya bersorak gembira melihat Ica yang menganggukkan kepalanya.
"Huuh..syukur-syukur punya bini yang otaknya kurang satu ons." Kata Yordan dalam hati
"Ya udah aku pergi yah. Muaaah." Pamit Yordan sambil mengecup sekilas bibir Ica.
__ADS_1
Yordan pun keluar dari dalam kamar.
Untung tak dapat diraih,malang tak dapat di tolak. Sepertinya peribahasa itu lah yang cocok menggambarkan situasi Yordan saat ini. Bagaimana tidak,begitu kakinya menginjak anak tangga paling bawah,tiba-tiba saja si bule bar-bar keluar dari dalam kamar.
"Mau kemana kamu?" Tanya mommy Sarah saat melihat Yordan memakai hoodie dan celana pendek sambil memainkan kunci mobil di jemarinya.
"Mau nyari bakso mom."
Mommy Sarah memicingkan matanya curiga. Di pikiran mommy Sarah,saat ini Yordan sedang keluar diam-diam setelah meninabobokan Ica.
"Apaan sih mom,gitu banget ngeliatinnya?!" Tanya Yordan tak suka dengan cara pandang sang mommy.
"Ngapain kamu nyari bakso yang gimana tengah malam gini? Emangnya kamu kurang puas sama baksonya Ica,sampe-sampe kamu mau nyari bakso di luar tengah malam gini?"
"Astaga..!!!" Yordan menepuk jidatnya karena si bule bar-bar salah mengartikan kata bakso yang Yordan maksud.
"Kalau yang nempel di Ica bukan bakso mom,tapi buah siicakama. Lagian bakso yang Yordan maksud,yah bakso beneran,bukan bakso yang lain-lain."
"Cih..Tumben kamu makan bakso?"
"Eiiits..tunggu.!!!" Mommy Sarah menahan tangan Yordan saat melewati dirinya.
"Oh...ferguso..drama apa lagi ini.!!" Gerutu Yordan dalam hati.
"Kamu bilang baksonya buat Ica kan?"
Yordan mengangguk.
"Kalau gitu gak usah beli di luar. Biar mommy aja yang bikin,biar lebih sehat dan higienis juga. Mommy gak mau cucu mommy sakit perut gara-gara kamu beliin makanan yang sembarangan."
Yordan menganga mendengar mommy nya dengan sukarela membuatkan bakso untuk Ica.
__ADS_1
"Ya udah terserah mommy aja." Jawab Yordan santai. Ia pun memutar tubuhnya hendak naik kembali ke kamarnya. Yordan pikir,saat mommy Sarah mengatakan 'biar mommy aja yang bikin',mommy Sarah benar-benar akan membuatnya sendiri. Tapi nyatanya....
"Eeeh..mau kemana kamu?!" Teriak mommy Sarah saat Yordan hendak berjalan ke arah tangga.
"Ya mau balik ke kamar lah mom." Jawab Yordan santai.
"Enak aja!!! Sini bantu mommy." Mommy Sarah menarik topi hoodie yang Yordan pakai.
"Loh kok Yordan sih mom?! Kan katanya mommy yang mau bikin sendiri!!"
Pletak. Mommy Sarah menjitak kening anaknya itu.
"Amnesia kamu,hah? Anak yang ada di perut Ica itu anak kamu,yah kamu juga harus bantu mommy dong,masa mommy sendiri yang kucluk-kucluk di dapur buatin bakso untuk ngidamnya Ica."
"Panggil Dini sama Yani lah mom buat bantuin mommy. Yordan gak ngerti urusan dapur." Tolak Yordan.
Pletak. Sekali lagi mommy Sarah menjitak kening anaknya,kali ini jitakannya sedikit lebih keras dari yang jitakan yang pertama.
"Auw...sakit mom!! Sekali lagi mommy jitak jidat Yordan,bisa-bisa Yordan amnesia beneran nih."
"Cih..iya,rencananya memang mommy mau jitak jidat kamu sekali lagi,tapi nanti jitaknya pake linggis sekalian,biar langsung koma kamu!!! Bisa-bisanya kamu nyuruh mommy bangunin Dini sama Yani untuk buatin bakso ngidamnya Ica.!! Suami macam apa kamu,calon bapak macam apa kamu!!"
Yordan memutar bola matanya malas.
"Ya udah lah,kalau ujung-ujungnya juga Yordan yang turun tangan,mending Yordan aja yang pergi beli,gak usah repot-repot bikin."
"Dasar kamu yah!! Memangnya mommy gak tau apa yang ada di otak kamu sekarang,hah!! Pasti di otak kamu sekarang,kamu sengaja berlama-lama di luar sampai Ica tidur dan lupa sama ngidamnya kan? Habis itu baru deh kamu pulang,iya kan!!"
Pletak. Sekali lagi mommy Sarah menjitak kening Yordan.
"Auw mom,sakit!!" Ringis Yordan kesakitan sambil mengusap keningnya.
__ADS_1
"Makanya jangan punya akal bulus,calon anak sendiri aja di kadalin,gimana sih kamu!!! Udah ayo sini bantu mommy." Kata mommy Sarah sambil menarik lengan kekar anaknya itu.
Sedangkan Yordan hanya bisa pasrah saat sang mommy menyeretnya untuk masuk ke dalam dapur.