
Yordan melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya. Setelah kena ceramah di kantor mommy mya,Yordan kembali ke kantor sang daddy.
Yordan membereskan meja kerjanya,saat alarm selesai bekerja berbunyi. Dengan tergesa-gesa Yordan keluar dari ruangannya,ia melangkahkan kakinya menuju lift yang akan membawanya ke lobi. Setelah sampai di lobi,dengan setengah berlari Yordan melangkahkan kakinya menuju tempat parkir. Masuk ke dalam mobil,menyalakan mesin mobil dan mengendarai mobil sportnya dengan kecepatan penuh. Tujuannya sekarang adalah apartemen Ica. Yordan ingin menjelaskan pada Ica soal kejadian yang ada di coffee shop tadi.
Mobil Yordan sudah terparkir mulus di parkiran gedung apartemen. Yordan segera keluar dari dalam mobilnya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung apartemen. Ia menaiki lift yang akan membawanya ke lantai tempat unit apartemen Ica berada.
Ting. Pintu lift terbuka.
Yordan melangkahkan kakinya menuju unit apartemen Ica. Ia memencet bel.
Ceklek. Ica membuka pintu apartemennya.
Yordan menelan slivanya melihat Ica yang baru saja membuka pintu. Karena kini Ica memakai piyama tanpa lengan dan celana pendek. Memperlihatkan kulit mulusnya dan body semoknya. Serta rambut Ica yang masih basah dan belum tersisir menambah kesan seksi pada diri Ica. Lalu bagaimana reaksi Jeki? Tak perlu dipertanyakan lagi,yang pasti Jeki ikut berjingkrak melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
"Mau ngapain kesini?" Bentak Ica tak senang melihat kedatangan Yordan.
"Mau ketemu sama kamu lah." Jawab Yordan sambil nyelonong masuk ke dalam apartemen.
"Kenapa tadi gak ke kantor??!!" Yordan balik bertanya sambil mendudukkan bokongnya di sofa.
"Bukan urusan kamu.!!" Jawab Ica ketus. Ica meneruskan langkah kakinya menuju kamarnya,seolah tak memperdulikan kehadiran Yordan.
Melihat Ica yang ingin masuk kamar,Yordan cepat-cepat menghampiri Ica dan menarik tangannya agar ikut duduk bersamanya di sofa.
"Ish...apaan sih lepas!!!!" Ica menghentakkan tangan Yordan dari tangannya.
"Makanya sini duduk,masa ada tamu dateng malah di anggurin." Yordan kembali menarik tangan Ica dan mendudukkan Ica di sofa. Kemudian Yordan ikut duduk disebelah Ica.
"Aku mau jelasin tentang kejadian tadi siang." Yordan mulai berbicara yang serius dengan Ica.
"Gak ada yang perlu di jelasin,aku ngerti kok.!!"
"Dengerin dulu,kamu tuh salah paham Ca."
__ADS_1
"Kenapa juga aku harus salah paham. Apa yang mata aku lihat sama kayak semua mata pengunjung coffee shop tadi. Jadi kalau menurut kamu aku salah paham,berarti semua pengunjung coffee shop juga salah paham. Kalau gitu kamu buat klarifikasinya jangan sama aku aja,sekalian panggil wartawan untuk jumpa pers."
Yordan menghela nafasnya.
"Aku sama Rika gak ada hubungan apa-apa,dia yang tiba-tiba dateng nyamperin aku disana tadi."
"Jelas lah dia nyamperin kamu,mungkin dia masih pengen jadi partner ranjang kamu!!!"
Nyees.. Hati Yordan mencelos mendengar kata-kata Ica.
"Lagian gak ada guna nya kamu jelasin hubungan kalian sama aku,aku gak peduli!!! Kan aku udah bilang,kalau sejak malam itu aku akan buang jauh-jauh perasaan aku buat kamu. Jadi kamu gak usah merasa bersalah karena udah nolak aku. Hubungan kita balik seperti pertama kita ketemu. Kamu dengan hidup kamu dan kebiasaan kamu,aku dengan hidup aku dan kebiasaan aku. Aku juga akan pindah dari apartemen ini,dan aku akan cari pekerjaan baru." Kata Ica sedikit mendramatisir keadaan,padahal sebentar lagi dirinya keluar dari apartemen karena ingin melanjutkan kuliah di New York.
Yordan membelalakan matanya saat mendengar Ica tidak akan berkerja lagi dengannya.
"Kalau kamu gak kerja sama aku,kamu mau kerja dimana? Terus mommy gimana? Emangnya mommy setuju kamu berhenti jadi aspri aku?" Yordan tak terima kalau Ica berhenti jadi aspri nya.
"Aku udah bicarain semua itu sama mommy dan mommy setuju. Aku akan cari kerja di kafe atau club malam. Kalau pun aku gak dapet kerja di kafe atau club malam,aku akan pulang ke rumah papa dan menerima perjodohan aku dengan anak rekan bisnis papa." Jawaban Ica semakin sukses membuat hati Yordan berdenyut,bahkan si Jeki ikut melemas tak bergairah mendengar kata-kata Ica.
"Apa hak kamu ngelarang aku???! Kamu gak punya hak ngatur hidup aku!!! Inget status kita cuma sekedar atasan dan bawahan.!!"
Benar apa yang dikatakan Ica,ia tak punya hak mengatur hidup Ica karena mereka tak punya status apapun.
"Tapi tetep aja kerja di club malam itu bahaya. Kamu bisa diperlakukan tidak senonoh saat kerja disana.!!"
"Biar aja!! Malah aku mau pasang tarif mahal sama orang yang mau buka segel aku.!!!"
Lagi dan lagi jawaban Ica sukses membuat Yordan semakin geram.
"Daripada segel loe di buka sama orang lain,mending gue yang buka segel loe!!!!" Bentak Yordan kesal.
Ia menarik tangan Ica menuju kamar.
"Lepas..!!! Brengsek kamu,lepas!!!! Teriak Ica kesakitan karena Yordan memegang tangannya erat.
__ADS_1
"Loe bilang mau pasang tarif mahal sama orang yang buka segel loe,,gue akan bayar loe berapapun yang loe mau!!!!" Yordan membuka pintu kamar Ica. Ia kembali menarik Ica masuk ke dalam kamar.
"Tapi aku gak mau sama kamu,mending aku kasih sama orang lain dari pada sama kamu!!!" Teriak Ica lagi.
Yordan tak memperdulikan teriakan Ica. Ia malah mendorong tubuh Ica ke atas ranjang.
Ica menelan slivanya melihat wajah Yordan yang memerah dan rahang yang mengeras. Ica tau sekarang Yordan dalam mode emosi tingkat dewa.
"Minggir!!! Jangan macem-macem kamu!!! Aku aduin kamu sama mommy Sarah!!" Teriak Ica sambil tangannya mendorong tubuh Yordan.
"Aduin aja,gue gak takut.!!! Palingan kita malah di nikahin!!!" Jawab Yordan menyeringai.
Yordan mengangkat kedua tangan Ica ke atas kepala Ica. Tanpa aba-aba Yordan langsung melahap bibir manis Ica dengan rakus. Ica terus bertahan untuk tidak membuka bibirnya dan terus melakukan perlawanan meskipun tubuhnya sudah terkunci oleh Yordan. Ditengah aksinya,Ica berpikir bagaimana agar membuat Yordan sedikit lengah dengan kunciannya. Akhirnya Ica menemukan cara.
Ica membalas ciuman Yordan,walaupun ini yang pertama kalinya tapi sebisa mungkin Ica mengimbangi permainan bibir Yordan yang sudah master. Dan benar saja,saat Ica mengikuti permainan Yordan,kuncian Yordan mulai melemah. Ica melingkarkan kedua tangannya di leher Yordan saat Yordan semakin memperdalam permainannya. Dan...
BUGH...PLAAAK...
Ica menendang benda kramat milik Yordan dengan dengkul kaki nya dan menampar pipi Yordan sekuat tenaga.
Sontak Yordan berguling sampai ke lantai karena sensasi yang rasakan pada selangkangannya.
"Aaauuuu....Jeki..." rintih kesakitan Yordan sambil memegangi sahabat kecilnya.
Buru-buru Ica turun dari tempat tidur dan menjambak rambut Yordan dan menyeretnya keluar dari unit apartemen Ica.
Yordan yang masih kesakitan dan sudah lemas serta keringat dingin karena tendangan maut Ica,mau tidak mau mengikuti langkah kaki Ica sampai keluar apartemen.
"Dasar laki-laki mesum!!!! Jangan pernah muncul di hadapan aku lagi!!! Aku akan laporin ke mommy tindak pelecehan kamu malam ini.!!!" Bentak Ica,lalu menutup pintu apartemennya dengan sangat keras meninggalkan Yordan yang sudah mulai memucat.
"Jek..are you okey???!!!" Yordan mengusap sang sahabat kecil,namun sang sahabat sepertinya masih pingsan atau memang sudah mati.
"Omaigat Jek..jangan mati dulu Jek,loe belum ngasih keturunan buat gue Jek..!!!" Kata Yordan lagi meratapi nasib sang sahabat.
__ADS_1