
"Oh..jadi yang gak kelihatan banyak?! Jangan bilang yang gak kelihatan itu kamu taro di garasi rumah wanita simpanan kamu yah?" Tanya mommy Sarah sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Enak aja!!! Siapa juga yang punya wanita simpanan!!! Orang Yordan cuma melihara mobil simpanan doang kok."
"Terus mobil simpanan kamu itu taro dimana?"
"Yordan taro di garasi khusus lah mom. Tiga bulan lalu,Yordan kan beli tanah satu hektar,terus tanah itu Yordan bangun khusus untuk tempat garasi. Bukan cuma mobil Yordan doang terparkir disana,mobil simpanan Igo dan Irlan juga di parkir disana kok mom."
PLETAK. Mommy Sarah langsung menjitak kepala Yordan setelah mendengar pengakuan dosa sang anak. Semenjak kehadiran baby Millie,mommy Sarah sudah tidak terlalu mengurusi urusan Yordan,pengintaian secara diam-diam pun sudah tak lagi mommy Sarah lakukan. Mommy Sarah sudah mempercayai sang anak seratus persen.
Tapi ternyata perkiraan mommy Sarah meleset,begitu Yordan tau sang mommy tak lagi menyuruh orang memata-matainya,Yordan pun langsung gerak cepat untuk kembali pada hobi nya,bukan hobi bergonta-ganti partner ranjang melainkan hobi membeli mobil-mobil mewah.
Karena sudah banyak mobil yang Yordan beli,Yordan pun memutuskan untuk membuat garasi khusus yang tidak bisa terendus oleh sang mommy.
"Jadi udah berapa mobil simpanan mu itu?"
"Udah ada sepuluh lah mom!!!"
PLETAK. Lagi dan lagi Yordan harus menerima jitakan dari sang mommy.
"Jual semua!!! Terus beli toko berlian yang Ica mau!!! Enak aja kamu habis-habis duit untuk hal yang gak berguna,giliran untuk istri,kamu mau nyusahin daddy lagi!!!" Perintah mommy Sarah.
"Aaaah....mommy,masa di jual semua sih? Jangan dong mom,mommy kan tau Yordan sayang banget sama mobil-mobil itu." Rengek Yordan.
"Oh..jadi kamu lebih sayang mobil mu daripada istri mu?"
"Sayang dua-dua nya lah mom. Dari pada Yordan koleksi perempuan,mending Yordan koleksi mobil kan mom?!"
"Silahkan aja kamu koleksi perempuan!!! Mommy miskin kan kamu!!! Mommy pisahkan langsung sama si Jeki!!" Ancam mommy Sarah.
"Ekhem..." tiba-tiba saja daddy Edwin berdehem dari arah belakang mereka.
Sontak mommy Sarah dan Yordan pun menoleh ke arah daddy Edwin.
"Kalian lagi ngeributin apa lagi sih?" Tanya daddy Edwin sambil berjalan mendekati mommy Sarah dan Yordan.
"Gak ngeributin apa-apa kok sayang. Udah yuk kita masuk ke kamar aja." Cepat-cepat mommy Sarah mendekati daddy Edwin dan menarik tangan daddy Edwin agar pergi dari hadapan Yordan.
Dengan sigap Yordan menarik tangan sang daddy yang sebelahnya.
"Tolongin Yordan dad,Yordan lagi dalam masalah besar." Kata Yordan dengan membuat raut wajah minta di kasihani.
__ADS_1
Daddy Edwin memutar tubuhnya menghadap Yordan.
"Masalah besar? Masalah apa?"
"Udah dad,gak usah di dengerin,akting dia itu." Kata mommy Sarah sambil menarik kembali tangan suaminya.
Tak terima sang mommy menarik daddy nya,Yordan pun balik menarik tangan daddy Edwin. Dan tarik menarik pun dimulai.
"STOOP!!!!" teriak daddy Edwin sambil menghentak tangan Yordan dan mommy Sarah dari tangannya.
"Kalian ini apa-apaan sih kayak anak kecil aja!!! Yordan ikut daddy ke ruang kerja!!!" Perintah daddy Edwin. Daddy Edwin pun berjalan menuju ruang kerja meninggalkan mommy Sarah dan Yordan yang sedang saling menatap tajam seolah saling menyalahkan karena telah membuat daddy Edwin marah.
"Yordaaaaan!!!!" Teriak daddy Edwin lagi karena sang anak tak kunjung mengekorinya.
"Iya dad. Yordan datang.!" jawab Yordan sambil berlalu dari hadapan mommy Sarah.
Ceklek. Yordan membuka pintu ruang kerja daddy Edwin.
"Duduk." Perintah daddy Edwin pada Yordan.
Yordan pun duduk di sofa yang berhadapan dengan sang daddy.
"Sekarang bilang sama daddy,apa maksud kata-kata mu tadi?" Tanya daddy Edwin to the point.
"Jadi gini dad.." Yordan pun menceritakan pada daddy Edwin perihal ngidam Ica yang ingin di belikan salah satu toko berlian di kota Paris.
"Terus,kenapa kamu bilang kamu sedang dalam masalah besar?"
"Yah masalah besar lah dad kalau Yordan gak menuhin maunya Ica."
"Yah kalau gitu tinggal di penuhin aja toh,gitu aja kok repot!! Kan uang kamu lebih dari cukup untuk membeli satu toko berlian."
"Kalau Yordan beliin,rekening Yordan langsung kering kerontang dad."
"Ya jelas lah kering kerontang,orang kamu beli mobil terus." Sindir mommy Sarah.
Daddy Edwin langsung memberi tatapan menyelidik pada Yordan.
"Beli mobil terus? Maksudnya? Bukannya terakhir kali Yordan beli mobil dua atau tiga bulan yang lalu?" Jawab daddy Edwin pada mommy Sarah dengan mata yang tidak lepas memandang Yordan.
Jelas saja pandangan daddy Edwin yang seperti ini membuat semua bulu yang tumbuh di tubuhnya berdiri.
__ADS_1
"Itu yang kelihatan dad. Yang gak kelihatan... Akh..tanya aja lah sama anak mu itu."
"Yordan..." panggil daddy Edwin dengan nada berat sambil memicingkan matanya.
Yordan menelan slivanya susah payah.
"Maaf dad." Lirih Yordan sambil menundukkan kepalanya.
Sebelum sang daddy mengamuk,lebih baik Yordan meminta maaf terlebih dahulu sebelum menceritakan tentang mobil-mobil simpanannya.
"Untuk apa kamu minta maaf? Jangan bilang kamu menghambur-hamburkan uang mu hanya untuk mengkoleksi mobil mewah?" Tanya daddy Edwin menyelidik.
Pasrah,hanya itu yang bisa Yordan lakukan,terlanjur basah,lebih baik mandi sekalian.
Yordan pun menghela nafasnya untuk mempersiapkan dirinya dari amukan sang daddy,karena dari dulu daddy Edwin paling tidak suka kalau Yordan menghabiskan uangnya hanya untuk mengkoleksi mobil mewah. Daddy Edwin hanya mengizinkan Yordan membeli mobil setahun dua kali,itu pun daddy Edwin akan menyuruh Yordan untuk menjual mobil yang sudah lama tidak terpakai sebelum membeli mobil baru. Apalagi sekarang Yordan sudah berumah tangga,daddy Edwin selalu mengingatkan Yordan untuk mengutamakan keluarga kecilnya di banding kesenangannya sendiri.
Yordan pun hanya bisa menjawab dengan anggukan lemah.
Sekarang gantian daddy Edwin yang menghela nafasnya melihat anggukan putra semata wayangnya.
"Sudah berapa mobil?"
"Sepuluh dad." Jawab Yordan lemah.
"Terus dimana kamu parkir mobil-mobil itu?" Tanya daddy Edwin.
"Di jalan xxxx dad. Yordan beli satu hektar tanah khusus untuk parkiran mobil. Bukan mobil Yordan aja yang ada disana,tapi mobil Irlan dan Igo juga di parkir disana dad."
Daddy Edwin nampak berpikir. Bukan berpikir cara memberi hukuman pada anaknya,melainkan berpikir tentang peluang bisnis dari tanah yang Yordan beli khusus untuk parkiran.
"Sepertinya itu ide bagus." Gumam daddy Edwin dalam hati.
Sepertinya otak bisnis daddy Edwin mengajak untuk membuka lahan usaha baru,dengan membangun tempat parkir. Karena di kota itu,banyak sekali mobil-mobil yang sering parkir sembarangan dan berakibat kemacetan.
"Oke daddy Edwin akan beli toko berlian yang Ica mau itu,tapi dengan syarat."
Mata Yordan membelalak karena dengan mudahnya daddy Edwin mau membelikan Ica toko berlian,yah...walaupun ujung-ujungnya bersyarat.
"Syarat apa dad?"
"Syarat yang pertama,mulai sekarang semua aset yang kamu miliki pindah menjadi atas nama Ica dan toko berlian itu juga akan daddy balik nama atas nama Ica. Dan yang kedua,daddy akan mengambil alih parkiran kamu karena daddy mau menjadikan parkiran itu sebagai tempat parkir umum berbayar. Gimana?"
__ADS_1