Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 65


__ADS_3

Mobil Yordan sudah terparkir mulus di parkiran gedung apartemen.


"Kalian tunggu sini aja,gak usah ngekorin gue.!" Perintah Yordan pada Ray dan Sam.


"Tapi den.."


"Udah gak ada tapi-tapian.!! Jangan bikin gue malu.!!" Kata Yordan lagi memotong perkataan Ray.


Ray dan Sam menurut. Yordan pun keluar dari dalam mobil sedangkan Ray dan Sam menunggu di dalam mobil.


Yordan melangkahkan kakinya masuk ke lobi dan masuk ke dalam lift. Ia memencet tombol dimana unit apartemen Ica berada.


Ting. Pintu lift terbuka.


Yordan melangkahkan kakinya menuju unit apartemen Ica. Namun langkah kakinya harus terhenti karena melihat Ica dan bang Satria di depan pintu unit apartemen Ica. Yordan pun bersembunyi dan sesekali mengintip Ica dan bang Satria.


"Bego,ngapain juga gue harus sembunyi.!!" Umpat Yordan yang baru sadar akan kebodohannya.


Yordan pun memberanikan diri keluar dari persembunyiannya,dan kembali melangkahkan kakinya mendekat ke unit apartemen Ica dan Satria.


Baru saja ia kakinya melangkah satu langkah,matanya harus di suguhkan dengan pemandangan yang mengiris-iris hati. Bahkan rasa perihnya seperti luka yang disiram alkohol. Makjleb lah pokoknya.


Bagaimana tidak,dari sudut Yordan memandang,Yordan seperti melihat Ica dan bang Satria sedang berciuman. Padahal kenyataannya tidak seperti itu.

__ADS_1


Bang Satria mendapat telpon dari Ica dan memintanya untuk datang ke ruko mama Nivi. Ica pun memperkenalkan bang Satria kepada mommy Sarah. Lama mereka berbincang-bincang di ruko mama Nivi,kemudian mereka berempat pulang ke apartemen Ica. Untuk mempersiapkan keberangkatan Ica,mama Nivi dan mommy Sarah besok ke New York. Dan ternyata mommy Sarah juga mengajak bang Satria untuk ikut bersama mereka,karena mommy Sarah mendengar kalau kekasih bang Satria berada di New York dan ternyata akan satu kampus dengan Ica.


Mommy Sarah pulang terlebih dahulu. Beberapa menit kemudian di susul bang Satria.


Saat di depan pintu unit apartemen Ica,tiba-tiba saja mata Ica kelilipan. Dan bang Satria membantu meniup mata Ica. Begitulah sebenarnya yang terjadi. Namun karena Yordan melihat dari sudut yang berbeda,sehingga kelihatan kalau Ica dan bang Satria sedang berciuman.


"Kurang ajar.!!! Berani-beraninya dia nyium Ica.!!" Tangan Yordan mengepal,rahangnya mengeras. Yordan berniat mendaratkan bogem mentah pada bang Satria.


Namun baru saja ia melangkah,tiba-tiba dari belakang ada yang menarik kerah bajunya dan mendorong tubuh Yordan ke dinding tempat ia bersembunyi tadi.


"Mommy..." wajah Yordan langsung pucat melihat mommy bar-bar sudah ada di hadapannya,ditambah lagi sekarang mata mommy Sarah memberikan tatapan membunuh padanya.


Mommy Sarah memang keluar lebih dulu dari apartemen Ica. Setelah sampai di lobi,ia seperti melihat laki-laki yang berperawakan mirip dengan Yordan baru saja memasuki lift di sebelah lift yang membawa mommy Sarah turun ke lantai bawah.


Tak ingin membuang waktu hanya untuk mengomel pada dua bodyguard itu,mommy Sarah lebih memilih untuk menyusul Yordan,untuk urusan ngomel-mengomel pada dua bodyguard itu ia tunda dulu sampai ia mendapatkan tahanannya yang terlepas.


Dengan langkah cepat Mommy Sarah kembali masuk ke lobi dan berjalan menuju lift yang akan membawanya ke lantai unit apartemen Ica.


Begitu pintu lift terbuka,mommy Sarah melihat Yordan yang sudah mengepalkan tangan dan mengeraskan rahang,mommy Sarah mengikuti sorot mata Yordan. Kini mommy Sarah tau kenapa Yordan mengeraskan rahang dan mengepalkan tangannya. Namun saat Yordan hendak menghampiri Ica dan bang Satria,mommy Sarah dengan cekatan menarik kerah baju anaknya dan menyeretnya lagi untuk masuk ke tempat Yordan bersembunyi tadi.


"Ngapain kamu disini? Mau ganggu Ica mesra-mesraan?!" Pertanyaan mommy Sarah malah makin membuat darah kecemburuan Yordan mendidih.


"Jadi bener Ica sama si Satria Baja Hitam itu pacaran?!" Yordan malah balik bertanya pada sang Mommy.

__ADS_1


Awalnya Yordan masih sangsi dengan hubungan Ica dan bang Satria. Tapi mendengar perkataan mommynya barusan,kini Yordan percaya kalau Ica dan si Satria Baja Hitam itu memang memiliki hubungan spesial.


"Kalau iya memang kenapa??! Asal kamu tau,kalau Satria adalah laki-laki yang di jodohkan dengan Ica." Mommy Sarah malah makin memanas-manasi anaknya.


JEEEDDDUUUUUUAAAAARR.


Mata Yordan membelalak sempurna,hatinya yang tadinya hanya kepanasan,sekarang sudah meledak dan hancur berkeping-keping. Pupus sudah harapan Yordan untuk meminta maaf pada Ica atas semua kekhilafan yang ia buat. Padahal ia berniat untuk meminta Ica kembali memungut namanya dan menaruh kembali namanya di hati Ica.


Yordan...Yordan..kasihan sekali nasib mu punya mommy yang suka ngeprank. Sudah kamu di prank dengan sandiwara si Jeki yang mati suri,kini kamu di prank lagi sama si bule bar-bar dengan perjodohan Ica dan bang Satria.


Seperti tidak ada rasa kasihan pada anak semata wayangnya. Mommy Sarah malah kembali menyeret anaknya untuk masuk ke dalam lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai bawah. Sampai di lantai bawah pun mommy Sarah masih menyeret anaknya dengan menarik tangan Yordan. Yordan yang lemah,letih,lesu,lunglai seperti gejala anemia,pasrah saja tangannya ditarik-tarik sang mommy.


Mommy Sarah memasukkan Yordan ke dalam kursi penumpang mobil mommy Sarah.


"Tunggu kamu disini.!!" Kata mommy Sarah setelah menutup pintu mobilnya.


Kemudian mommy Sarah berjalan menuju mobil Yordan.


Tok tok tok. Mommy Sarah mengetuk kaca mobil Yordan.


Ray dan Sam yang sedang asyik bermain game online di dalam mobil Yordan pun menoleh. Mata mereka membelalak melihat sosok yang mengetuk kaca mobil Yordan. Mereka menelan sliva mereka susah payah dan membuka pintu mobil. Ray yang berada di sisi kiri mobil,berjalan memutar menghampiri Sam yang ada di sisi kanan mobil.


Mereka menunduk,karena mereka sadar telah lalai dalam menjalankan tugas yang sudah madam mereka berikan pada mereka.

__ADS_1


Mommy Sarah melipat kedua tangan di dada sambil memberi tatapan tajam pada Ray dan Sam.


__ADS_2