
Yordan membuka pintu kamarnya,dan menutupnya kasar. Dengan langkah cepat ia menuju kamar mandi,sampai di kamar mandi ia langsung membuka seluruh pakaiannya. Mengisi air kedalam bathup dengan air dingin. Ia pikir dengan cara ini ia bisa meredakan hasratnya yang sudah sangat memuncak.
Sebelum masuk ke dalam bathup ia menyalakan aroma therapy untuk menenangkan otaknya agar lebih relaks.
Setelah air dalam bathup terisi penuh,Yordan langsung masuk ke dalam. Menyenderkan tubuhnya dan menaruh kepalanya di pinggiran bathup,lalu merentangkan kedua tangannya.
Dia memejamkan matanya,niat hati ingin merelaks kan otak dan meredam hasrat kelaki-lakiannya,malah yang ada otak Yordan kembali membayangkan bentuk lekuk tubuh Ica yang dari semalam membuatnya berfantasi liar. Hasratnya pun makin menjadi-jadi,membuat si Jeki kembali menuntut.
Yordan memukul-mukul kepalanya,agar bayangan tubuh Ica keluar dari otaknya.
"Aaarrgghh..." teriak Yordan frustasi sambil menjambak rambutnya.
Kemudian tangannya mencekik si Jeki,karena si Jeki yang selalu menuntut untuk masuk ke dalam sangkar milik Ica.
"Loe mau tidur gak Jek!!!! Kalo loe begini terus gue aduin loe sama si bule bar-bar biar langsung disembelih loe,mau loe!!!" Ancam Yordan pada Jeki nya.
"Loe gak pantes buat Ica,Jek!!! Sadar diri loe Jek,,cari yang udah kebuka segel nya lah Jek,oke.!! Nanti malam gue bawa loe ke sangkarnya Rika,awas loe kalo ngambek gak mau bangun!!!" Ancam Yordan pada si Jeki.
"Udah sekarang loe bobok dulu yah,jangan bangun kalau belum ketemu Rika.!!" Kini tangan Yordan sudah memijat-mijat Jeki,agar lahar Jeki keluar dan Jeki bisa tidur kembali.
Yordan tidak mengerti akan reaksi tubuhnya saat ini. Kenapa saat melihat Ica,tubuh Yordan menegang seketika padahal Ica tidak melakukan apa-apa padanya.
Mana mungkin hanya karena melihat paha Ica dan kain hitam berenda serta dada Ica dengan ukuran tidak kurang dari 40,bisa membuat Yordan begitu tegang seperti sekarang ini,karena sebelum-sebelumnya melihat hal-hal seperti itu sudah sangat biasa buat Yordan. Lagi pula Yordan baru bisa terangsang,jika dirinya sudah dicumbu. Begitu lah pikir Yordan. Otak Yordan berpikir sangat keras untuk mencari tau jawaban atas ke anehan reaksi tubuhnya.
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1
Ica keluar dari unit apartemen Yordan setelah mendengar suara keras dari pintu kamar yang ditutup Yordan.
Otaknya masih berpikir keras apa yang membuat Yordan begitu kasar pagi ini.
Setelah sampai di dalam unit apartemennya Ica langsung masuk ke dalam kamarnya,melangkahkan kaki menuju kamar mandi. Ia memutuskan untuk mandi,karena hari ini dia ada janji bertemu dengan mama dan adiknya.
Satu jam waktu yang Ica butuhkan untuk bersiap-siap. Saat dirinya akan keluar dari unit apartemennya,ia baru ingat kalau dirinya dan Yordan belum sarapan.
Ica memutuskan untuk menemui Yordan di unit apartemen Yordan terlebih dahulu untuk mengajak sarapan bersama.
Saat sampai di depan pintu unit Yordan,tiba-tiba Yordan keluar dari dalam.
Melihat Yordan yang sudah rapih,Ica yakin Yordan akan keluar.
"Kakak mau kemana?" Tanya Ica.
Ica mengikuti dari belakang.
"Kemana?" Tanya Ica kepo.
Kesal dengan Ica yang tak ada hentinya bertanya,Yordan membalikkan tubuhnya. Kini mereka saling berhadapan.
"Bisa gak sih tuh mulut gak usah banyak tanya. Ini hari minggu,kita berdua libur. Loe libur dari kerjaan loe yang suka ngintilin gue dan gue juga libur dari intilan loe. Paham kan?" Kata Yordan dengan nada yang sedang menahan emosi.
Ica memanyunkan bibirnya mendengar kata-kata Yordan.
__ADS_1
Melihat Ica yang memanyunkan bibirnya,aura panas ingin menerkam dari dalam diri Yordan berkobar kembali.
"Shiiit..!!" Umpat Yordan dalam hati. Entah sudah berapa kali Yordan mengumpat hari ini karena menahan hasrat pada Ica.
Tak ingin berlama-lama melihat Ica,Yordan membalikkan badannya dan berjalan kembali ke arah lift.
Ica masih mengikuti Yordan dari belakang.
Saat pintu lift terbuka,Yordan langsung masuk kedalam. Ica pun sama,namun baru selangkah Ica mau masuk,Yordan membentangkan tangannya.
"Loe naik lift yang di sebelah." Perintah Yordan pada Ica.
Ica membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. Dengan terpaksa ia memundurkan langkahnya,agar Yordan bisa menutup pintu lift. Saat pintu lift tertutup,air mata yang sedari ia tahan sejak Yordan memintanya untuk tidak banyak bertanya.
"Aku salah apa sih kak???!!!" Lirih Ica.
Lama Ica berdiri didepan pintu lift,sampai pintu lift yang Yordan pakai itu kembali terbuka baru lah Ica masuk.
⭐⭐⭐⭐⭐
Yordan dan Igo kini sudah berada di dalam kafe milik Irlan. Mereka berdua sedang menghibur Irlan yang sedang mengalami masalah rumah tangganya.
Mereka duduk di sofa ruangan Irlan. Ruangan itu sangat hening,tak ada yang memulai pembicaraan. Kalau Irlan terdiam itu wajar,karena memang dia sedang bermasalah sekarang,tapi Yordan kenapa ikut membisu???
Mata Igo tak henti menatap Yordan yang melihat ke arah depan dengan pandangan kosong.
__ADS_1
Perasaan Yordan sedang tak menentu saat ini. Hatinya sakit mengingat saat dirinya bersikap kasar pada Ica tadi. Tapi jika tidak seperti itu,Ica akan terus menempel padanya. Sedangkan hasratnya sedang tidak bisa berdekatan dengan Ica. Bisa bahaya.