
Tak terasa waktu dua jam yang di berikan Yordan untuk Rini keluar sudah habis. Itu tandanya Yordan juga harus pulang ke hotel,membiarkan Ica untuk beristirahat karena besok Ica harus memulai aktivitasnya lagi sebagai seorang mahasiswi.
Baru saja Yordan keluar dari gedung apartemen,tiba-tiba seorang laki-laki memanggil namanya.
"Yordan...uncle Yordan!!"
Yordan pun menoleh. Ternyata yang memanggil adalah Bryan.
"Dasar anak ingusan!! Berani-beraninya dia manggil gue uncle!! Sejak kapan gue kawin sama bibik nya!!!" Gerutu Yordan. Yordan pun langsung memalingkan wajahnya dan melanjutkan langkahnya menuju hotel yang ada di seberang gedung apartemen Ica.
"Hoooi..uncle!!" Teriak Bryan sambil berlari menghampiri Yordan.
Melihat Bryan berlari ke arahnya,Yordan pun ikut melajukan langkahnya setengah berlari.
Bryan yang kesal karena Yordan seperti sedang menghindarinya,langsung mengambil batu krikil yang ada di jalan itu kemudian menimpuk ke arah kepala Yordan. Dan..
PLUG...
Batu krikil itu tepat mengenai sasaran.
"Auw.." ringis Yordan kesakitan. Untung saja batunya kecil,coba kalau sebesar kepalan tangan orang dewasa,bisa di pastikan kepala Yordan langsung bocor.
Yordan memutar tubuhnya menghadap Bryan. Dengan mengepalkan tangan dan rahang yang sudah mengeras,Yordan berjalan menghampiri Bryan yang jaraknya kira-kira sepuluh langkah darinya.
"Wow..wow..wow..kayaknya ada Thor lagi ngamuk. Kabuuur.!!" Bryan berusaha untuk kabur,tapi sayangnya Yordan sudah menangkapnya terlebih dahulu.
"Ampun uncle..ampun." Bryan melipat kedua tangannya ke hadapan Yordan meminta pengampunan..
"Apa ampun??!! Makanya sebelum kamu lempar batu ke kepala saya,harusnya kamu mikir dulu!!! Sakit tau!!" Bentak Yordan sambil memiting kepala Bryan.
"Alah..batu kecil aja sakit. Uncle cemen akh!!" Kata Bryan malah meremehkan Yordan.
"Shiiit..!!! Apa kamu bilang?? Cemen?? Kamu tau gak kalau batu yang kamu lempar itu tepat mengenai jerawat aku!!"
"Bhuaahahaha..." Bryan tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Yordan.
"Ish...dasar bocah!!!" Yordan yang kesal memberikan jitakan bertubi-tubi ke kepala Bryan.
__ADS_1
"Ampun uncle...ampun uncle..ampun."
Yordan pun melepaskan pitingannya.
"Jangan panggil uncle!!! Kita cuma beda beberapa tahun aja!! Paham kamu!!"
"Oke...oke..paham uncle..uups..bro.."
"Ada perlu apa kamu manggil-manggil saya?! Apa saya punya hutang sama kamu,sampe-sampe kamu kejar-kejar saya kayak penagih hutang saja!!"
"Cih...kebetulan saya baru dari kafe itu,dan waktu saya mau pulang,gak sengaja saya lihat kamu keluar dari gedung apartemen itu."
"Ya sudah,sekarang kamu pulang sana!! Bukannya besok kalian ada mata kuliah pagi?! Gak baik anak ingusan kayak kamu berkeliaran jam segini. Mending sekarang kamu pulang,cuci kaki,cuci tangan,gosok gigi,minum susu pake dot,terus bobok!! Tapi sebelum bobok,jangan lupa kencing,nanti ngompol!! Udah sana...sana!!" Yordan menggerakkan tangannya di udara mengusir keberadaan Bryan di hadapannya.
"Enak aja!! Kamu pikir saya anak balita!!! Gimana kalau kita pergi ke club dulu. Ayo lah bro..masih terlalu sore untuk pria dewasa seperti kita tidur jam segini. Kita juga bisa mencari wanita yang bisa di ajak one night stand,tenang aja saya gak akan melapor sama Ica. Mau kan?!" Ajak Bryan.
Yordan menggelengkan kepalanya.
"Saya bukan laki-laki baru mletek kayak kamu!!! Saya sudah bosan keluar masuk club dan berganti-ganti partner ranjang!! Kalau kamu mau pergi,pergi saja sendiri.!!"
"Yakin bro,kamu gak mau ikut?!" Tanya Bryan sekali lagi.
"Oke. Kalau begitu,saya pergi dulu. Tapi kalau kamu berubah pikiran,kamu bisa pergi ke club xxx." Bryan pun berlalu dari hadapan Yordan sambil menepuk pundak Yordan.
"Cih..!!! Sabar Yordan,ini semua godaan!! Sekali loe tergoda,kelar hidup loe Dan!!!" Yordan menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan,mencoba meneguhkan pendiriannya yang baru ia bangun beberapa bulan belakangan ini.
Yordan pun melanjutkan langkahnya menuju hotel.
⭐⭐⭐⭐⭐
Keesokan paginya,setelah Ica berangkat kuliah,Yordan datang ke apartemen Ica dengan membawa tukang cctv untuk memasang cctv di apartemen Ica. Sepertinya Yordan belum mengetahui kalau sang mommy sudah lebih dahulu melakukan itu.
Bukan tanpa alasan Yordan melakukan itu,setelah pertemuannya dengan Bryan tadi malam,Yordan jadi semakin yakin kalau Bryan bukanlah laki-laki yang baik. Yordan hanya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,takutnya Bryan adalah seorang penguntit atau penjahat kelamin yang mengincar Ica karena kepolosan Ica. Selain untuk mengawasi keamanan unit apartemen Ica,Yordan melakukan itu juga agar dirinya bisa melihat Ica setiap hari dan memantau kegiatan yang Ica sedang lakukan.
Selain cctv,Yordan juga menyewa bodyguard untuk menjaga Ica jika Yordan kembali ke negaranya. Tak tanggung-tanggung,bodyguard yang di siapkan Yordan untuk Ica ada empat orang dan Yordan menyewa unit apartemen di sebelah unit apartemen Ica untuk di tinggali para bodyguardnya. Dan unit apartemen itu juga di lengkapi,monitor-monitor yang akan memantau Ica.
Setelah semua beres,barulah Yordan menghampiri Ica ke kampus.
__ADS_1
Sama seperti kemarin Yordan mendatangi Ica ke kampus,sekarang Ica dan Bryan sedang memulai merancang busana untuk tugas mereka.
Yordan melipat kedua tangannya di depan dada melihat Ica dan Bryan yang sedang serius bertukar pendapat. Kehadiran Yordan disana seperti dianggap patung manekin oleh Ica dan Bryan. Saat konsep sudah diputuskan,Bryan mulai mengambil alat pengukur untuk mengukur tubuh Ica. Saat Bryan mengukur tinggi badan,lingkar lengan,lingkar pinggul,semua masih aman. Namun saat Bryan mulai mengukur lingkar dada Ica,Yordan langsung berjalan menghampiri Bryan dan Ica dan langsung menghentakkan tangan Bryan yang sudah siap mengukur lingkar dada Ica.
"Berani-beraninya kamu ngukur aset masa depan milik saya!!! Jauh-jauh sana!!" Bentak Yordan.
Mata Ica membulat mendengar kata-kata Yordan. Sedangkan Bryan mencebik kesal,karena Yordan terlalu protektif pada Ica.
"Hei..bro!! Saya mengukur lingkar dada Ica untuk melengkapi data-data sebelum saya membuatkan Ica dress sesuai konsep yang sudah kami sepakati. Profesional lah bro.!!!" Kesal Bryan.
"Tau ikh kak Yordan!!! Ini tuh buat tugas!! Kalau bukan karena tugas,aku juga gak mau kali di ukur-ukur gitu!!" Ica menimpali kata-kata Bryan.
Yordan sejenak berpikir bagaimana caranya agar si Bayam bisa mengetahui ukuran lingkar dada Ica tanpa harus menyentuh aset masa depan milik Yordan itu.
"Sini alat pengukurnya." Yordan meminta alat pengukur yang ada di tangan Bryan.
Bryan pun memberikan alat pengukur itu ke tangan Yordan. Kemudian Yordan mendekati Ica.
"Angkat tangan kamu." Perintah Yordan pada Ica.
"Kakak mau apa?!" Tanya Ica heran.
"Udah angkat aja,biar aku yang ukur. Enak aja dia mau ngukur-ngukur dada kamu,kalau nanti tangan dia nyerempet ke aset masa depan aku kan bahaya!!" Jawab Yordan.
"Woi bocah!! Catet yah!!!" Kini Yordan memberi perintah pada Bryan.
Yordan pun mulai mengukur lingkar dada Ica. Susah payah Yordan menelan slivanya saat melihat cetakan dua squishy milik Ica di depan matanya. Tapi Yordan berusaha sebiasa mungkin,agar Ica tidak curiga padanya.
"Mau ketat atau longgar nih?!" Tanya Yordan pada Bryan.
"Ukur ketat dulu bro,baru nanti di longgarin beberapa senti." Jawab Bryan.
"Kalau mau ngukur yang ketat mah gak usah pake alat ini,mending tangan gue langsung yang ngukur!!" Gerutu Yordan dalam hati. Tapi mana mungkin lah Yordan berani melakukan itu. Bisa langsung kesurupan si Jeki. Baru lihat cetakannya saja,celana Yordan sudah menyempit. Apalagi kalau mengukur dengan tangan kosong,bisa berakhir dengan sabun lagi nanti dirinya.
"Kalau ketat 102 cm." Kata Yordan,setelah berhasil mengukur lingkar dada Ica,karena sambil mengukur,ia harus susah payah menahan pikirannya ke arah yang enak-enak.
"Oke. Coba longgarin lima senti bro."
__ADS_1
Yordan pun menurut,ia melonggarkan lima senti sesuai permintaan Bryan. Sedangkan Ica,ia berusaha menahan nafasnya saat tangan trampil Yordan mengukur lingkar dadanya. Jantungnya berdegup kencang saat jarak mereka hanya beberapa senti saja. Ica harap Yordan tidak mendengar maupun merasakan degup jantung Ica yang sekarang sedang jedag-jedug di dadalam sana.
Setelah Bryan mencatat,gantian giliran Ica yang mengukur Bryan. Tapi lagi dan lagi,Yordan tidak membiarkan tangan Ica bersentuhan dengan tubuh Bryan. Oleh sebab itu,Yordan lah yang menggantikan Ica untuk mengukur tubuh Bryan dan Ica hanya tinggal mencatat.