
Mata mommy Sarah langsung membelalak saat berhasil mengingat dengan siapa wajah dedek Jeju mirip.
"Mommy tau!!!"
"Siapa mom? Jadi Ica selingkuh dengan laki-laki mana?" Tanya Yordan. Ia masih mengira bahwa dedek Jeju hasil perselingkuhan Ica dengan laki-laki lain.
Bugh.. mommy Sarah langsung melempar bantal sofa mendengar pertanyaan Yordan yang menuduh menantu kesayangannya berselingkuh. Karena selama mommy Sarah masih hidup,semua gerak-gerik Yordan dan Ica ada dalam genggamannya.
"Udah di bilang jangan ngomong sembarangan!!! Istri kamu baru ngelahirin udah di tuduh yang gak-gak!!! Kalau Ica denger,bisa pendarahan nanti dia!" Omel mommy Sarah.
"Terus si Jeju mirip siapa dong kalau gitu?"
"Mi..." kata-kata mommy Sarah tergantung saat mendengar pintu kamar rawat Ica terbuka. Mommy Sarah dan Yordan pun sontak melihat ke arah pintu.
Ternyata daddy Edwin yang membuka pintu. Saat Ica dan dedek Jeju masuk ke dalam kamar rawat,setelah memberikan selamat pada Ica,daddy Edwin dan papa Fano langsung keluar dari dalam kamar rawat dengan maksud untuk memberikan ruang pada oma dan grandmanya si dedek Jeju bergemas-gemas ria,sekaligus memberikan waktu untuk Ica beristirahat.
"Dad,sini." Panggil mommy Sarah setelah daddy Edwin dan papa Fano masuk kembali kedalam kamar rawat.
Daddy Edwin pun melangkah mendekati mommy Sarah dan Yordan,sedangkan papa Fano berjalan mendekati mama Nivi dan Ica.
"Lihat deh muka cucu kita mirip banget sama kamu." Kata mommy Sarah antusias saat daddy Edwin telah mendaratkan bokongnya di sofa.
Daddy Edwin pun menatap lekat-lekat wajah cucu pertamanya itu.
"Akhirnya....." lirih daddy Edwin pelan namun masih bisa di dengar oleh Yordan.
Yordan pun berdiri dan berjalan mendekati mommy Sarah,daddy Edwin dan dedek Jeju. Kemudian ia menatap secara bergantian wajah dedek Jeju dan daddy Edwin.
"Astaga...kok bisa mirip sama daddy sih?" Protes Yordan.
"Yordan yang ngengkol,kok daddy yang dapet aset!!! Yordan gak terima!!" Protes Yordan lagi.
"Cih...apa bedanya waktu kamu lahir. Daddy yang capek-capek ngeluarin jurus,malah muka kamu mirip sama grandma kamu." Balas daddy Edwin.
Yordan memutar bola matanya malas sambil duduk ke tempatnya semula.
__ADS_1
Terlihat wajah daddy Edwin yang sangat happy,akhirnya ada juga penerus keluarganya yang berwajah Asia.
"Kamu udah punya nama buat si dedek belum Dan?" Tanya mama Nivi sambil berjalan ke arah sofa dan diikuti papa Fano dari arah belakang,meninggalkan Ica yang baru saja tertidur.
"Tadinya sih udah."
Mama Nivi mengernyitkan keningnya.
"Tadinya? Maksudnya gimana?" Tanya mama Nivi yang tak paham maksud menantu gendengnya.
"Tadinya Yordan sama Ica udah nyiapin nama bule buat si Jeju. Karena Yordan yakin sembilan ratus sembilan puluh sembilan koma sembilan puluh sembilan persen kalau si Jeju memiliki gen bule kayak Yordan,lah ini...malah wajah grandpa nya yang nongol." Jawab Yordan sambil memanyunkan bibirnya,sepertinya sekarang Yordan sedang ngambek,karena mahakaryanya di curi oleh daddy nya sendiri.
"Jadi ceritanya kamu ngambek sama daddy kamu?" Tanya mama Nivi sambil menahan tawa.
"Bukan ngambek mah,cuma gak terima aja."
"Udah lah Dan,terima aja. Anggap aja ini karma buat kamu karena muka kamu juga gak mirip sama daddy mu. Lagian kamu sama Ica kan masih bisa produksi lagi,mungkin aja nanti anak ke dua kamu ada bule-bulenya." Mommy Sarah mulai membuka suara.
Mendengar kata-kata mommy Sarah yang membahas anak ke dua,memori tentang keganasan Ica saat melahirkan langsung terngiang-ngiang di kepala Yordan.
"Jangan manja kamu,segitu aja kamu bilang ngeri. Terus apa kabar Ica yang bertaruh nyawa untuk ngelahirin anak kamu!!" Hardik papa Fano.
Yordan langsung diam seribu bahasa mendengar kata-kata papa mertuanya. Benar juga apa yang di katakan papa Fano,apa yang Yordan rasakan tak sebanding dengan apa yang Ica rasakan.
Disaat mama Nivi,papa Fano,mommy Sarah dan Yordan sedang berdebat. Ada daddy Edwin yang tak berhenti memandang cucu pertamanya yang sedang tertidur,sepertinya daddy Edwin tidak peduli dengan perdebatan empat orang itu,yang penting cucu pertamanya berwajah mirip dengannya.
Entah karena suara empat orang itu yang terlalu ribut atau karena memang dedek Jeju lapar,tiba-tiba saja tanpa aba-aba dedek Jeju menangis sangat kencang,seperti nada dering hp dengan volume full.
"Oweek...oweeek...oweeek.."
"Kalian sih ribut!!!" Omel daddy Edwin pada empat orang yang mendadak berhenti berdebat.
"Pasti si Jeju laper ini." Kata mommy Sarah tak terima daddy Edwin menuduh dedek Jeju menangis karena ulah mereka.
"Sini Sar,biar aku gendong." Kata mama Nivi.
__ADS_1
Mommy Sarah pun memberikan dedek Jeju pada oma nya.
Setelah dedek Jeju sudah ada dalam gendongannya,mama Nivi pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Ica untuk menyuruh Ica mengASIhi anaknya.
"Ca...bangun dulu sayang,anak kamu mau enen nih." Kata mama Nivi lembut.
Ica yang belum lama tertidur,langsung membuka matanya.
"Kenapa mah?"
"Si cantik mau enen."
Ica pun berusaha mendudukkan tubuhnya,namun sepertinya ia kesusahan karena seluruh tubuhnya masih terasa remuk. Melihat sang istri susah untuk duduk,Yordan pun menghampiri Ica dan membantu Ica untuk duduk,serta menaruh bantal khusus ibu menyusui di pangkuan Ica,kemudian barulah dedek Jeju di letakkan di atas bantal itu.
"Loh...kok diem aja Ca? Di keluarin dong enennya." Kata mama Nivi karena Ica tak kunjung mengeluarkan buah siicakama dari tempat persembunyiannya.
Ica tak menjawab,ia hanya melirik ke arah daddy dan papanya yang sedang duduk di sofa. Melihat Ica melirik ke arah sofa,Yordan paham akan arti lirikan Ica.
"Ica malu mah karena ada papa sama daddy disini." Kata Yordan.
"Oh...ya udah,kalau gitu biar kami tunggu di luar." Kata mama Nivi.
Mama Nivi pun mengajak mommy Sarah,daddy Edwin dan papa Fano untuk keluar dari kamar rawat Ica.
Setelah para oma-opa dan grandma-grandpa si dedek Jeju keluar,baru lah Ica mengeluarkan buah siicakama dari tempat persembunyiannya.
Mata Yordan membelalak saat melihat penampakan buah siicakama yang ukurannya lebih besar dari biasanya.
"Kok tambah gede Ca." Kata Yordan sambil menempelkan tangannya di buah siicakama untuk mengukur tambahan ukuran yang terjadi pada buah siicakama.
Plak. Ica langsung menepis tangan Yordan.
"Di dalam sini ada ASI nya,jadi kakak jangan asal pegang mulai sekarang. Untuk sementara buah siicakama di kuasai dedek Jeju." Omel Ica.
"Iya tau. Orang aku cuma mau megang aja kok."
__ADS_1
Ica pun mulai menyodorkan boba yang menempel di puncak buah siicakama ke mulut dedek Jeju yang masih menangis. Tapi sayangnya,dedek Jeju menolak boba yang Ica sodorkan.