Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 186


__ADS_3

Melihat Ica yang diam,Yordan yakin pasti ada sesuatu yang mengganjal hati dan pikiran istrinya itu yang Ica sembunyikan darinya.


"Kenapa sayang? Bilang aja sama aku,apa sebenarnya yang mengganjal di hati dan pikiran kamu sampe-sampe kamu jadi punya pikiran gitu sama aku?" Tanya Yordan sambil membelai rambut sang istri.


"Aku kangen kak." Jawab Ica pelan,namun masih bisa di dengar oleh Yordan.


"Kangen? Kan tiap hari kita ketemu." Jawab Yordan yang belum peka dengan arti kata 'kangen' yang sesungguhnya.


"Bukan kangen itu kak." Kata Ica sambil memukul lengan Yordan pelan.


Yordan membulatkan mulutnya setelah otak gesreknya mengirimkan arti kata kangen yang Ica maksud.


"Kamu kan masih nifas Ca."


"Udah tiga hari lewat masa nifas aku kak. Emangnya Jeki gak kangen sama Juliet?" Tanya Ica sambil memanyunkan bibirnya.


"Kalau itu gak usah ditanya sayang,ya..kangen lah. Tapi aku masih takut ngajak Jeki balapan kalau belum dua bulan Ca."


"Alasan!!! Bilang aja udah ada yang ngasih makan si Jeki di luar sana."


"Eh..buset!! Ya gak lah. Selapar-laparnya Jeki,dia juga udah gak mau kali makan sembarangan. Kamu jangan asal ngomong ah." Protes Yordan tak terima atas tuduhan Ica.


"Jadi gimana dong,Juliet udah kangen sama Jeki." Rengek Ica.


"Tahan yah neng,sampe genap dua bulan." Jawab Yordan sambil mengelus pintu terowongan Icablanca.

__ADS_1


Mendapat elusan di pintu terowongan miliknya,hasrat Ica semakin menjadi-jadi. Ia menggigit bibir bawahnya menahan rasa nikmat saat Yordan mengelus pintu terowongan.


Ica pun langsung berdiri dari pangkuan Yordan.


"Kenapa Ca? Kamu mau pulang?"


Ica menggelengkan kepalanya.


"Kita ke hotel yuk kak." Ajak Ica.


"Haaaah." Yordan menganga mendengar ajakan Ica.


"Tapi Ca..."


"Gak ada tapi-tapian,aku udah gak tahan kak." Ica pun berjalan ke kamar rahasia untuk mengambil tas yang berisi alat tempur pompa ASI dan ASI yang sudah Ica perah. Setelah tas sudah di tangannya,Ica pun keluar dari kamar rahasia dan berjalan mendekati Yordan yang masih duduk di sofa.


Yordan memandang wajah Ica lekat-lekat.


"Kamu serius Ca minta Jeki balapan sekarang? Gak mau nunggu sampe dua bulan?"


Ica mengangguk penuh keyakinan.


"Coba kamu pikirin lagi. Kamu kan tau gimana ganasnya Jeki kalau udah balapan dan dia kalau udah balapan gak bisa cuma sekali putaran. Emangnya kamu gak takut,cor'an terowongan Icablanca longsor?"


"Aku yakin kak. Tenang aja,cor'annya udah kuat kok,jadi aman di pake Jeki balapan sampe berkali-kali putaran."

__ADS_1


Mendengar jawaban penuh keyakinan sang istri,tak perlu ditanya lagi apa reaksi Yordan selanjutnya. Yang pasti jiwa pembalap nya meronta-ronta sudah tidak sabar untuk memulai balapan yang sudah empat puluh tiga hari vakum.


"Ayo lah Ca,kita gas kan!!" Kata Yordan penuh semangat. Ia pun berdiri dari duduknya dan mengambil alih membawa tas dan papper bag yang Ica pegang.


Mereka berdua pun keluar dari ruang kerja Yordan dengan langkah penuh semangat,sepertinya mereka berdua sudah sama-sama tidak sabar untuk mempertemukan dua sejoli yang sudah lama dipingit.


"Pak,tolong anter ini kerumah yah." Kata Ica pada supir pribadi mommy Sarah sambil menyerahkan kotak yang berisi kantong ASI yang sudah Ica isi dengan ASI perahnya.


"Baik non."


"Ayo kak." Ica menggandeng tangan Yordan untuk berjalan ke arah mobil Yordan.


"Kita gak izin sama mommy dulu Ca,minta izin nitip Millie agak lama."


"Gak usah kak. Sebelum kesini,aku udah minta izin kok sama mommy."


"Kamu minta izinnya gimana?"


"Ya aku bilang aja,kalau aku mau bulan madu ke dua sama kakak karena masa nifas aku udah selesai." Jawab Ica santai.


"Wooooaaaah.." Yordan menepuk tangannya mendengar jawaban Ica.


Bukan jawaban Ica yang membuat Yordan terkesan,tapi membayangkan wajah mommy Sarah saat Ica mengatakan ingin menitipkan Millie agar Ica dan dirinya bisa mengharmoniskan rumah tangga mereka. Yordan yakin saat Ica mengatakan hal itu,mommy Sarah pasti merasa seperti kena double kill. Membayangkan wajah mommy Sarah yang pasrah dan tidak bisa menolak permintaan Ica saja sudah membuat perut Yordan terkocok karena lucu,apalagi jika melihat wajah mommy Sarah langsung saat Ica mengatakan hal itu,bisa-bisa Yordan lari sambil kayang mengelilingi rumah utama.


"Kamu emang paling bisa di andalkan sayang." Kata Yordan sambil mengacungkan dua jempol pada istrinya.

__ADS_1


Jika para suami di luar sana ingin istrinya menjaga tutur katanya pada orangtuanya,tapi tidak dengan Yordan. Yordan malah senang dan bangga pada Ica yang berani bicara frontal dengan orangtuanya.


__ADS_2