
Sebenarnya bukan mereka tidak memberi laporan,tapi hp Yordan yang tidak bisa di hubungi jadi mereka hanya mengirim pesan ke nomor Yordan. Namun sayangnya,sampai detik ini Yordan belum memegang hp nya dan membuka pesan yang di kirim oleh bodyguard itu.
"Ke club tuan." Jawab Z ragu-ragu,ia yakin setelah mendengar kemana Ica pergi,pasti mereka akan menerima amukan Yordan.
"Apaaaaa...!!!!! Club...!!!!" Teriak Yordan penuh amarah.
Bugh..bugh. Yordan memberikan bogem mentah pada Y dan Z.
"Bisa-bisa kalian membiarkan calon istri saya pergi ke club!!! Kalau sampai dia kenapa-kenapa disana gimana!!!" Teriak Yordan lagi. Ia kembali teringat pertemuan pertamanya dengan Ica di club,pada saat itu hampir saja Ica di kerjai oleh laki-laki bau kencur yang baru pertama kali menginjakkan kaki di club. Ia takut kalau Ica akan mengalami hal yang sama,apalagi di negara ini Ica adalah pendatang.
"Ada W dan X yang mengikuti nona Ica tuan." Sempat-sempatnya Y menjawab kata-kata Yordan yang sudah tersulut emosi.
Bugh.. Merasa kesal dengan jawaban Y,Yordan memberikan bogeman sekali lagi di wajah Y.
"Harusnya kalian berdua juga ikut mengawal calon istri saya.!!! Itu club malam bodoh!!!" Geram Yordan.
Kemudian Yordan mengambil hp nya untuk melacak di club mana Ica berada. Setelah menemukan lokasi keberadaan Ica,cepat-cepat Yordan keluar dari dalam apartemen menuju club tempat Ica berada. Dalam perjalanan,Yordan tak henti-hentinya menghubungi nomor W dan X,namun tak ada satu pun dari mereka yang menerima panggilan dari Yordan,dan itu membuat emosi Yordan semakin meninggi.
"Brengsek!!! Awas aja kalau Ica sampe kenapa!!!" Geram Yordan sambil memukul setir mobil. Dengan kecepatan penuh Yordan melajukan mobilnya menuju club malam.
Kini Yordan sudah berada di dalam club malam tempat Ica dan teman-temannya berada. Mata Yordan langsung berkeliling,table demi table ia telusuri bahkan ia ikut turun ke lantai dansa untuk mencari keberadaan Ica,namun Yordan tak menemukan keberadaan Ica di sana. Yordan pun pergi ke lantai dua tempat private room berada. Begitu kaki Yordan sampai di lantai dua,Yordan langsung melihat keberadaan W dan X di depan pintu salah satu private room,yang Yordan yakini Ica pasti berada di dalam ruangan itu.
__ADS_1
Dengan rahang yang sudah mengeras dan tangan mengepal,Yordan langsung berjalan menghampiri W dan X.
Bugh..Bugh.. Yordan mendaratkan bogem mentah ke wajah W dan X.
W dan X yang mendapat serangan mendadak dari Yordan sempat oleng sesaat.
"Tuan.." sapa W dan X bersamaan sambil memegang pipi mereka yang baru saja mendapatkan hadiah dari Yordan.
"Apa kalian mau mati!!! Kenapa kalian izinkan calon istri saya datang ke tempat ini?!" Teriak Yordan kesal.
"Maaf tuan,kami sudah melarang nona,tapi nona terus memohon pada kami. Dan kami juga mencoba menghubungi tuan,tapi nomor tuan di dapat di hubungi." Jawab X memberi alasan.
"Alasan!!! Terus kenapa kalian malah berjaga di depan pintu? Kenapa kalian gak menjaga di dalam?!" Tanya Yordan lagi dengan nada yang masih meninggi.
"Brengsek,dasar bodyguard gak guna,badan aja besar,tapi otak kalian kecil!!! Minggir kalian!!" Bentak Yordan.
W dan X meminggirkan tubuh mereka agar Yordan bisa membuka pintu.
BRAAAK..Yordan pun membuka pintu ruangan itu dengan kasar.
Mata Yordan membelalak karena melihat Bryan dan Ica dalam posisi tidak mengenakkan di mata Yordan. Karena posisi mereka dari sisi Yordan terlihat seperti orang yang sedang bercumbu. Ica yang membelakangi Bryan dan Bryan yang terlihat seperti sedang memberi ciuman di leher Ica,apalagi sleting belakang dress Ica sudah terbuka sedikit. Membuat pikiran buruk menguasai dirinya.
__ADS_1
Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Bryan yang baru kembali dari lantai dansa,melihat Ica seperti sedang kesusahan karena rambutnya tersangkut di sleting dress yang Ica pakai. Kebetulan pada saat itu hanya ada mereka berdua,karena teman-teman mereka yang lain sedang menikmati musik di lantai dansa,hanya Ica yang tidak mau ikut turun ke lantai dansa,sedangkan Bryan yang sudah lelah berjoget memilih untuk kembali ke private room. Mau tidak mau Bryan membantu Ica melepaskan rambut Ica yang tersangkut di sleting belakang dressnya dengan cara menurunkan sedikit sleting itu dan mulai mengeluarkan helaian rambut yang tersangkut. Namun baru saja Bryan akan menaikkan kembali sleting dress Ica,tiba-tiba pintu ruangan terbuka dengan kasar. Sontak Bryan dan Ica menoleh ke arah pintu. Mata mereka membelalak saat melihat Yordan sudah berdiri di depan pintu dengan wajah memerah dan tangan yang sudah kuat mengepal.
Yordan yang sudah di selimuti kabut cemburu buta langsung berjalan mendekati Ica dan Bryan.
Bugh..Bugh..Bugh..
Dengan segenap emosi di jiwa Yordan mendaratkan tinjunya di wajah Bryan. Ica yang melihat temannya di tinju Yordan dengan membabi buta,langsung berteriak histeris dan meminta Yordan untuk menghentikan aksinya.
"Kak Yordan stop..." teriak Ica sambil berusaha menarik tubuh Yordan agar menjauhi Bryan,namun usahanya sia-sia malah dirinya yang terjatuh ke lantai dan punggungnya terbentur meja saat mencoba menghentikan Yordan.
Menyadari Ica yang terjatuh,Yordan pun menghentikan aksinya meninju Bryan,ia pun beralih ke Ica yang masih tersungkur di lantai sambil memegangi punggungnya. Tanpa banyak bertanya,Yordan langsung menggendong tubuh Ica dan keluar dari dalam ruangan itu.
"Kak Yordan...turunin aku!!" Teriak Ica sambil memukul-mukul dada bidang Yordan.
Namun Yordan tak menghiraukan teriakan Ica dan tetap berjalan keluar dari dalam club menuju mobil. Begitu sampai di mobil,Yordan langsung mendudukkan Ica di kursi penumpang bagian depan dan langsung memasangkan seatbelt untuk Ica. Setelah itu Yordan berputar dan membuka pintu tempat kemudi. Setelah memasang seatbelt untuk dirinya,Yordan langsung menyalakan mesin mobil dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh menuju apartemennya.
Melihat Yordan membawa mobil seperti orang kesurupan,Ica memegang erat seatbelt nya,ia pun menutup matanya tak ingin melihat ke arah jalanan.
"Kak Yordan,pelan-pelan dong bawa mobilnya!!!" Teriak Ica. Tapi lagi dan lagi Yordan seperti menulikan telinganya,dia tetap mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.
Tak perlu waktu lama,akhirnya mobil Yordan sudah terparkir mulus di parkiran gedung apartemen. Dengan kembali menggendong Ica,Yordan melangkahkan kakinya menuju unit apartemennya.
__ADS_1
Berulang kali Ica memberontak agar Yordan menurunkannya,namun Yordan tak menghiraukan kata-kata Ica,Yordan malah mengancam akan mencium bibir Ica di depan umum jika Ica masih terus saja memberontak.