
Ceklek. Ica membuka pintu kamarnya. Ia pun berjalan menuju ruang tamu tempat Yordan berada.
Dengan wajah yang sudah sangat berantakan,Yordan tertidur pulas di atas sofa. Tak tega untuk membangunkan Yordan,Ica pun kembali ke dalam kamarnya sembari membawa papper bag belanjaannya. Ica pun mengerjakan tugasnya di dalam kamar.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam,Ica yang baru selesai mengerjakan tugas,tiba-tiba teringat akan Yordan. Setelah membereskan buku-bukunya,Ica pun keluar dari dalam kamar.
"Kak...kak Yordan" Ica menepuk lengan Yordan untuk membangunkannya.
"Eugh...Hoaaam.." Yordan mengulet saat merasakan tepukan tangan Ica. Untuk kali ini Yordan tidak bermimpi yang aneh-aneh dengan Ica.
"Bangun kak. Bersihin dulu badan kakak,baru tidur lagi."
"Jam berapa ini?"
"Jam sepuluh."
Yordan langsung terduduk karena kaget,padahal rencananya ia hanya ingin rebahan merelaks kan otot-ototnya yang sudah tegang. Eh...malah sekarang dia ketiduran.
"Kok kamu gak bangunin aku dari tadi sih." Protes Yordan. Kemudian matanya tertuju pada lantai tempat ia meletakkan papper bag-papper bag itu.
"Lah terus papper bag nya mana?!" Tanya Yordan bingung. Sepertinya kesadarannya belum terkumpul seratus persen.
"Udah aku pindahin ke kamar. Udah kakak bersih-bersih dulu sana!!"
Yordan pun berjalan menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur.
"Ca..ambilin handuk sama siapin pakaian aku yah." Teriak Yordan tepat di depan pintu kamar mandi.
Meskipun Yordan sudah resmi berpacaran dengan Ica,dan walaupun tinggal sementara di apartemen Ica,tetap saja Yordan tidak bisa leluasa masuk ke dalam kamar Ica. Selama tinggal di apartemen Ica,Yordan tidur di ruang televisi,dengan beralaskan kasur angin. Begitu juga dengan koper Yordan yang di taruh di ruang televisi. Walau terlihat mengenaskan,tapi buat Yordan ini lebih baik daripada harus tidur di dalam kamar hotel sendiri.
Setelah selesai mandi,Ica dan Yordan pun duduk berdua di ruang televisi sambil menonton film yang bergenre romantis. Dengan semangkuk keripik kentang yang sudah Ica persiapkan.
"Oh...so sweet.." kata Ica saat melihat adegan romantis di film yang sedang mereka tonton.
__ADS_1
Entah kata-kata itu murni hanya untuk mengomentari adegan film itu atau sebenarnya Ica sedang memberikan kode keras,tapi yang jelas Yordan merasa Ica sekarang sedang memberikan sindiran keras padanya.
"Ekhm..." Yordan berdehem.
Ica pun menoleh sesaat,kemudian mengalihkan pandangannya lagi ke televisi.
"Sori yah Ca,aku gak bisa seromantis itu."
Dan kata-kata Yordan berhasil membuat Ica menatap intens laki-laki yang sudah berstatus kekasihnya itu.
"Kakak kenapa? Kok tiba-tiba melow?!" Tanya Ica heran.
"Aku tau Ca,kamu pengen kan di perlakukan romantis kayak yang ada di film itu?!"
Ica menggeleng.
"Gak akh,biasa aja!" Jawab Ica. Yah...walaupun sebenarnya Ica juga pengen di perlakukan romantis,tapi ia sadar diri kalau lelakinya itu bukan lah lelaki romantis,jadi ia tak pernah berharap banyak Yordan akan memperlakukannya romantis.
"Jangan bohong Ca,keliatan banget kok dari sorot mata kamu. Walaupun aku bukan tipe laki-laki seperti itu,tapi asal kamu tau aja,aku tuh tipe laki-laki yang setia dengan satu wanita yang aku cintai. Yah...walaupun aku bukan laki-laki suci,tapi percayalah kalau hati ku ini masih mempunyai cinta suci untuk mencintai kamu." Yordan menjeda kata-katanya dan menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan lagi kalimat-kalimat puitisnya.
"Makasih yah Ca,udah kasih kesempatan ke aku. Makasih udah membawa aku untuk kembali mempercayai yang namanya cinta. Mungkin cinta aku ke kamu kelihatan memaksa atau bahkan terlihat seperti obsesi,tapi beginilah cara aku mencintai wanita yang aku cintai."
Ica yang semakin terharu pun memeluk Yordan.
Ica yang semakin terharu pun memeluk Yordan.
"Aku bahagia kok kak dengan cara kakak mencintai aku. Tetap lah jaga hati dan tubuh kakak untuk aku. Yang lalu biar lah berlalu,yang penting sekarang kakak harus jaga hati dan tubuh kakak untuk aku,seperti aku menjaga hati dan tubuh aku untuk kakak."
Yordan mengangguk. Tanpa Ica minta pun,ia sudah memutuskan untuk hengkang dari dunia percasanovaan. Bukan karena saat itu Jeki mati suri,melainkan saat Yordan sudah menyadari akan arti Ica di hidup Yordan.
Disaat Ica dan Yordan sedang terbuai,tiba-tiba saja Jeki muncul merusak momen haru mereka. Yordan memejamkan matanya,berusaha mengontrol pergerakan Jeki,agar Ica tidak lagi mengira ada tongkat baseball yang mengganjal di antara mereka. Tapi sayangnya,sekuat apapun Yordan menahan,kekuatan Jeki yang sedang kesurupan tak sebanding dengan kekuatan Yordan.
"Ca...aku boleh DP in kamu gak?!" Tanya Yordan di telinga Ica, sepertinya si mulut laknat berpihak pada Yordan.
__ADS_1
Ica mengkerutkan keningnya. Kemudian ia melepaskan pelukannya dari Yordan.
"Maksudnya,DP in aku gimana?!" tanya Ica yang otaknya tidak sampai dengan pemikiran Yordan.
Yordan mengacak-acak rambutnya frustasi,sepertinya ia harus benar-benar bersabar menghadapi kekasihnya itu.
"Udah la Ca,mending kamu masuk ke kamar aja sekarang!! Daripada aku makin khilaf."
"hah...???!! kakak kenapa sih? aku gak ngerti deh!!"
Tak ingin Ica berada lama-lama di sampingnya,karena takut dirinya semakin khilaf,Yordan pun berdiri dari duduknya dan menarik tangan Ica dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.
"Sekarang kamu bobok,besok ada kuliah pagi kan?!"
Ica mengangguk,tapi otaknya masih berpikir maksud kata-kata Yordan.
CUP. Yordan mengecup kening Ica singkat.
"Langsung bobok yah,jangan lupa mimpiin aku!! awas kalau sampai mimpiin laki-laki lain!!" Yordan pun segera keluar dari dalam kamar Ica.
Yordan pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi,yah..untuk apalagi kalau bukan untuk bermain sabun bersama sang sahabat.
⭐⭐⭐⭐⭐
Tak terasa,hari ini adalah hari dimana Yordan harus kembali ke negaranya. Dengan berat hati dan isakan tangis,Ica mengantarkan Yordan ke bandara.
"Udah dong Ca,kita kan masih bisa telponan,video call an." Yordan mengelus punggung Ica yang sedang sesunggukkan di pelukan Yordan.
"Gak bisa kakak tambahin dua hari lagi? Ini kan malam minggu kak!! Masa kita gak bisa lewatin malam minggu pertama kita sebagai sepasang kekasih."
"Ya elah..gue kirain dia nangis gara-gara gak rela pisah dari gue!! Eh gak taunya perkara malam minggu doang!!" Yordan mengomel dalam hati.
"Kan ada black card aku yang setia nemenin kamu. Kamu bisa kok pergi sama Rini belanja apa aja." Seloroh Yordan. Tapi sayang selorohannya itu malah semakin menyesakkan hatinya. Karena Ica langsung melepaskan pelukannya dan mengelap air mata dan ingusnya di baju Yordan.
__ADS_1
"Bener nih aku beleh jajanin mbak Rini pake kartu kamu?!" Tanya Ica semangat.
Mata Yordan membelalak melihat Ica yang kembali bersemangat.