Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 147


__ADS_3

Yordan memutar bola matanya malas,ia sangat tau kalau sekarang sang mommy sedang menyindir dirinya. Sedangkan Ica hatinya sudah berdegup tak karuan,takut-takut sang mama mertua tau kalau dirinya sumber suara ghoib itu.


"Mommy masih percaya dengan hal-hal kayak gitu?" Tanya daddy Edwin yang tidak mengerti akan sindiran halus istrinya untuk sang putra.


"Entah lah. Kita lihat aja nanti,kalau si pengusir setannya dateng. Kalau suara-suara ghoib itu masih ada,berarti bukan setan yang ada di ruangan Yordan,tapi yang punya ruangan yang lagi kerasukan setan." Kini mommy Sarah memberi tatapan membunuh pada anaknya itu. Sedangkan yang di tatap malah buang muka.


Melihat sang istri memberikan tatapan tajam pada putranya,akhirnya daddy Edwin sadar juga akan maksud sang istri.


"Ekhm.." daddy Edwin berdehem agar sang istri menyudahi tatapan tajamnya dari Yordan.


"Biar aja lah mom,dulu juga ruangan daddy sering terdengar suara ghoib,tapi lama kelamaan suara ghoib itu hilang sendiri. Mungkin hantu yang menunggui ruangan Yordan sekarang masih muda,jadi masih semangat mengeluarkan suara ghoib. Nanti lama kelamaan hantu itu juga bosen sendiri."


Mendengar ucapan sang daddy yang membela dirinya sekaligus membuka aib sang daddy dengan sang mommy,Yordan menggelembungkan pipinya menahan tawa.


"Itu baru daddy gue!!!" Kata Yordan dalam hati,bangga karena daddy Edwin membela dirinya. Dan dari kata-kata sang daddy,seolah daddy Edwin mendukung Yordan yang melakukan ritual dengan Ica di ruangannya.


Sedangkan Ica,mukanya sudah sangat merah karena menahan ketakutan. Melihat istrinya seperti sedang ketakutan,Yordan pun pamit untuk berangkat kerja.


"Mom,dad,Yordan sama Ica pergi dulu yah." Pamit Yordan.


Mommy Sarah dan daddy Edwin mengangguk.


Ica dan Yordan pun beranjak dari tempat duduknya.


Tak seperti Yordan yang tidak pernah menyalim tangan kedua orangtua untuk berpamitan. Ica tetap melakukan kebiasaan untuk menyalim tangan kedua orangtuanya untuk berpamitan.


Ica mendekati daddy Edwin dan mencium punggung tangan papa mertuanya itu.


"Kami pergi yah dad." Pamit Ica pada sang papa mertua.

__ADS_1


Setelah mencium tangan daddy Edwin,Ica beralih ke mommy Sarah dan mencium punggung tangan mommy Sarah.


"Kami pergi yah mom." Pamit Ica lagi pada sang mama mertua.


Hati mommy Sarah tersentuh dengan apa yang di lakukan Ica,karena anak semata wayangnya tidak pernah melakukan ini padanya. Tapi ia juga tidak bisa menyalahkan Yordan,karena sebenarnya yang patut di salahkan adalah dirinya karena tidak pernah mengajari Yordan hal-hal kecil namun sangat berkesan seperti ini. Mungkin karena perbedaan budaya lah yang membuat mommy Sarah tidak terlalu memperhatikan hal seperti itu.


Setelah berpamitan dengan mertuanya,Ica pun berjalan menyusul sang suami yang sedang menunggunya di depan pintu ruang makan. Yordan langsung menggandeng tangan Ica saat Ica sudah berada di dekatnya.


"Ca..." panggil mommy Sarah saat Yordan dan Ica baru melangkah satu langkah dari pintu ruang makan.


Ica pun menoleh.


"Iya mom."


"Jangan lupa bawa baju ganti." Sindir mommy Sarah.


Ica hanya menganggukkan kepalanya,ia tak mampu menjawab dengan kata-kata sangking malunya.


"Udah ayo Ca." Yordan yang melihat wajah Ica semakin merah,langsung menarik tangan Ica untuk cepat-cepat keluar dari rumah utama.


⭐⭐⭐⭐⭐


"Kenapa tuh bibir di monyong-monyongin? Mau aku sosor disini?" Tanya Yordan yang melihat Ica yang manyun sejak mereka meninggalkan rumah utama. Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju calon butik Ica.


"Ini semua gara-gara kak Yordan!!! Mommy jadi tau kan kalau kita begituan diruangan kak Yordan setiap siang."


"Jangankan mommy Ca,satu gedung SFF Group juga udah tau kali." Jawab Yordan dalam hati. Karena tak mungkin ia menjawab seperti itu pada Ica,bisa-bisa Ica ngambek tujuh kelokan,tujuh tanjakan dan tujuh turunan padanya.


"Ya gak pa-pa lah Ca,namanya juga pengantin baru. Salah mommy sendiri kenapa gak ngasih kita waktu bulan madu. Kita yang pengantin baru,malah mereka yang bulan madu. Itung-itung kita bales dendam ke mereka dengan cara yang elegan lah Ca." Jawab Yordan.

__ADS_1


"Cih..elegan!! Begituan di kantor mah gak elegan kak.!!"


"Elegan lah!! Dari pada kita begituan di toilet umum,atau di semak-semak?! Kan kita ritual di tempat yang tertutup,lagian itu ruangan aku kok,kamu juga istri aku. Yah gak masalah lah kalau kita begituan disitu." Kata Yordan membela diri.


Ica memutar bola matanya malas,kalau soal begituan,Yordan memang tidak pernah bisa disalahkan.


"Yang salah itu bukan tempat nya Ca. Tapi yang salah itu suara kamu. Siapa suruh kamu pake suara sopran pas kita ritual?!" Kini Yordan malah menyalahkan Ica.


Mata Ica membulat mendengar Yordan yang malah balik menyalahkannya.


"Kok jadi salah suara aku?! Kan kakak yang nyuruh jangan di tahan suaranya,biar Jeki makin semangat balapan!! Kenapa sekarang kakak jadi nyalahin suara aku?!"


"Yah tapi kan gak pake suara sopran juga kan?!"


"Gimana gak pake suara sopran,orang Jeki ugal-ugalan kayak gitu!! Udah gede,ugal-ugalan lagi,apa gak bikin aku kesurupan!!"


"Tapi kamu suka kan?!" Bukannya mengakui kesalahannya,Yordan malah menggoda Ica. Dan itu membuat Ica semakin kesal.


"Gak.!!! Pokoknya mulai sekarang, Jeki di larang ngapel di siang hari,TITIK!!" Kata Ica ngambek.


"Kok gitu? Kamu gak inget perjanjian kita?"


Ica yang lagi ngambek malas menjawab. Ia memilih untuk diam seribu bahasa dan mengalihkan pandangannya melihat jalanan dari balik jendela.


"Ca.." panggil Yordan.


"Iya deh,iya aku salah. Kalau gitu mulai nanti siang kita ke hotel deh."


Ica menganga mendengar kata-kata Yordan. Bisa-bisanya sang suami hanya mengalihkan tempat untuk mereka beritual. Padahal mau nya Ica,Yordan menghilangkan kunjungan Jeki di siang hari.

__ADS_1


__ADS_2