Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 37


__ADS_3

Yordan bukan tidak tahu bagaimana perasaan Ica padanya,tapi Yordan selalu berpura-pura tidak tahu. Ia tidak ingin memberi harapan pada Ica,bukan karena Ica yang tidak pantas untuknya,tapi dia lah yang merasa tidak pantas untuk gadis semacam Ica.


"Cuma itu?" Tanya Ica kecewa.


Yordan mengangguk santai.


"Terus loe mau nya apa? Jangan bilang loe berharap lebih dari itu??!" Todong Yordan.


"Inget Ca,dari awal gue nolongin loe karena loe itu temennya istri sahabat gue. Gue juga gak nyangka ujung-ujungnya loe bisa deket sama mommy gue dan bisa ditunjuk jadi aspri gue. Jadi loe jangan harap lebih dari itu kalau loe masih mau kerja sama gue.!" Yordan beranjak dari duduknya,ia ingin meninggalkan Ica sendiri ditaman belakang. Namun baru kakinya melangkah satu langkah,Yordan langsung mematung mendengar kata-kata Ica.


"Aku suka sama kakak, aku cinta sama kakak. Apa aku salah?" Ica mengakui perasaannya di hadapan Yordan.


Ini pertama kali buat Yordan mendengar pernyataan cinta yang tulus dari seorang wanita. Tak bisa Yordan pungkiri,hati Yordan berbunga-bunga mendengar pengakuan cinta Ica,tapi ia kembali sadar bahwa dia bukan lah orang yang tepat untuk mendapatkan cinta Ica.


Seolah tak menghiraukan pengakuan Ica. Yordan kembali melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Ica. Namun Ica menarik tangan Yordan untuk tidak meninggalkannya.


"Kasih aku kesempatan kak,akan aku buktiin sama kakak kalau aku pantas buat kakak." Mohon Ica.


"Bukan loe yang gak pantes buat gue Ca,tapi gue yang gak pantes buat loe!!!" Ingin sekali mulut Yordan meneriakkan kata-kata itu. Tapi kata-kata itu seperti enggan keluar dari mulut Yordan.


Sejenak Yordan berpikir cara agar Ica bisa mematahkan harapannya sendiri.


"Oke gue akan terima loe,asal loe mau terima tantangan gue" senyum Yordan menyeringai.


Entah ini cara yang tepat atau tidak,tapi paling tidak ia harus mencobanya. Ia tidak ingin membuat Ica terus mengharapkannya.


Mata polos Ica terlihat berbinar karena Yordan mau memberikan dirinya kesempatan.


"Siap..!! Sekarang apa tantangannya?" Tanya Ica penuh percaya diri.


"Loe dateng nanti malam ke hotel xxx jam delapan malam. Gue akan kasih tantangan loe disitu." Jawab Yordan dengan harapan semoga Ica bisa merubah pikirannya untuk menyukai dirinya.


Setelah mengatakan itu,Yordan pergi meninggalkan Ica di taman sendiri.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata dan telinga yang sedari tadi tak sengaja melihat dan menguping pembicaraan mereka.


"Dasar anak laknat!!! Apa yang mau kamu bikin sama gadis sepolos Ica??? Awas aja kamu!!!"


Ya..pemilik sepasang mata dan telinga itu adalah mommy Sarah.


Mommy Sarah yang tadinya ingin ke toilet,kini harus membelokkan langkah kakinya saat mendengar Ica menanyakan arti dirinya untuk Yordan. Merasa ini adalah tontonan yang seru,mommy Sarah jadi menunda langkahnya ke toilet dan memilih menguping sampai akhir percakapan mereka.


⭐⭐⭐⭐⭐


Kini mommy Sarah,daddy Edwin,Yordan,Ica,mama Nivi,dan Nita tengah berkumpul di ruang keluarga kembali,setelah mereka makan siang bersama.


"Nak Yordan." Panggil mama Nivi pada Yordan.


Yordan menoleh ke arah mama Nivi.


"Iya tante,kenapa?"


"Makasih yah udah mau jaga Ica. Pasti Ica sering ngerepotin kamu yah?"


"Gak kok tante. Malah Ica banyak ngebantu." Jawaban klasik yang malah keluar dari mulut Yordan.


"Ngebantu apa coba dia. Ke kantor juga gak ngapa-ngapain." Kembali Yordan menggerutu dalam hatinya.


"Kalau Ica ada salah atau dia bikin kamu pusing,marahin aja nak Yordan. Biar dia tau gimana rasanya dunia kerja yang sesungguhnya." Kata mama Nivi lagi.


Yordan mengangguk sambil tersenyum.


"Gue marahin Ica sama aja gue beli tiket masuk kandang singa betina yang lagi dateng bulan.!!" Gerutu Yordan lagi dalam hati.


Ooh Yordan dari tadi kamu menggerutu terus dalam hati,apa kamu lupa kalau mommy Sarah itu cenayang bersertifikasi.


Mommy Sarah sedari tadi hanya diam melihat interaksi mama Nivi dan anaknya,tapi matanya terus menatap wajah anaknya yang sekarang mommy Sarah yakini kalau anaknya sedang mengumpat dirinya.

__ADS_1


"Tolong jaga Ica yah nak Yordan,bantu dia untuk menjadi orang yang sukses sehingga bisa kasih tunjuk ke papanya kalau Ica juga layak dibanggakan." Mohon mama Nivi.


"Pasti itu Niv,kamu tenang aja,Yordan itu laki-laki yang bertanggung jawab. Dia udah membantu Ica membuat Ica mengambil keputusan besar,jadi gak mungkin Yordan akan ninggalin Ica ditengah jalan. Dia akan bantu Ica sampe akhir. Iya kan Dan?" Tanya mommy Sarah dengan mata yang mengintimidasi.


Mulut mommy Sarah sudah tak bisa lagi menahan gatal untuk menyindir anaknya.


Melihat tatapan tajam sang mommy,Yordan tau apa maksud dari kata-kata sang mommy.


Yordan menelan slivanya susah payah.


"I..iya.." jawab Yordan susah payah.


⭐⭐⭐⭐⭐


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore. Mama Nivi pulang lebih dulu bersama Nita. Sedangkan Ica sudah ditahan mommy Sarah agar pulang bersama dengan Yordan.


Setengah jam setelah mama Nivi dan Nita pulang,baru lah Yordan dan Ica pulang dari kediaman orangtua Yordan.


"Mom,kita pulang dulu yah.." pamit Ica. Sambil mencium punggung tangan mommy Sarah,kemudian beralih mencium punggung tangan daddy Edwin.


"Iya hati-hati." Jawab mommy Sarah.


"Dan,besok inget jadwal kamu ke kantor daddy." Daddy Edwin mengingatkan.


"Iya dad." Jawab Yordan sambil melangkahkan kakinya menuju mobil.


Baru selangkah,rambut Yordan sudah dijambak mommy Sarah.


¤¤¤ Othor hadir lagi...setelah bersemedi dua hari di pulau kapuk,othor dapet pencerahan secerah Kuasa Ilahi. Dari pencerahan dan penerawangan othor,ternyata banyak banget readers yang cidaha (cinta dalam hati). Ayo dong kasih LIKE,KOMEN,VOTE dan HADIAH buat PSC biar gak othor gantungin lagi ceritanya kayak Yordan ngegantungin si Jeki (nyesek kan???!!! hehehe).🙏🙏🙏🙏¤¤¤


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH HADIAH


__ADS_2