
Tiga setengah tahun kemudian.
Hari ini adalah hari yang sangat dinantikan Yordan,apalagi kalau bukan kepulangan Ica. Ica telah berhasil menyelesaikan pendidikannya selama empat tahun di New York. Dan selama tiga setengah tahun itu juga,Yordan masih belum mendapatkan maaf Ica,hubungan mereka masih stuck di tahap break. Walaupun begitu,Yordan tetap mengunjungi Ica tiga bulan sekali.
Kini mommy Sarah,mama Nivi,Nita dan Yordan sudah berada di bandara untuk menjemput Ica.
"Kak Ica.." teriak Nita sambil berlari ke arah Ica.
Ica pun ikut berlari ke arah Nita dan mereka pun saling berpelukan.
Mommy Sarah,mama Nivi dan Yordan pun ikut menghampiri Ica.
"Selamat datang kembali cantik.." kini mommy Sarah yang memberikan pelukan pada Ica,kemudian di susul mama Nivi. Hanya Yordan yang tidak memberikan pelukan pada Ica. Karena saat Yordan berusaha tersenyum pada Ica,Ica malah buang muka.
Melihat Ica masih saja jutek padanya,Yordan hanya bisa menghela nafasnya.
Dengan menggunakan mobil mommy Sarah,Ica pulang ke rumah orangtuanya. Sedangkan Nita ikut bersama Yordan dengan menaiki mobil Yordan.
"Kak Yordan sama kak Ica masih marahan?!" Tanya Nita saat mereka sudah berada di dalam mobil.
Bukan hanya Nita yang tau hubungan kakaknya dan sang kekasih tidak baik-baik saja,melainkan kedua orangtua mereka dan sahabat-sahabat mereka juga sudah tau. Hanya saja mereka tidak mau ikut campur atau mengompori.
"Kayak yang kamu lihat lah." Jawab Yordan.
"Kak Yordan gak gigih sih minta maafnya."
__ADS_1
"Kurang gigih gimana lagi sih Nit,mulut aku sampe berbusa minta maaf sama kakak kamu itu tiap aku samperin ke New York. Dia mau break,aku iya in. Dia mau aku jaga jarak aku sanggupin. Dia minta aku berubah aku usahain. Tapi emang dasar kakak kamu aja yang keras kepala."
"Apa jangan-jangan kak Ica udah gak punya perasaan apa-apa lagi sama kakak,makanya dia gantungin kakak sampe lama gini."
Mendengar kata-kata Nita,sontak Yordan rem mendadak. Dia pun menatap wajah Nita dengan raut wajah serius.
"Masa iya begitu Nit?!" Kini Yordan sudah ketar-ketir,takut apa yang di katakan Nita benar adanya.
"Biasanya sih cewek kalau udah gak punya perasaan apa-apa lagi sama cowoknya,yah begitu kak." Kata Nita makin mengompori sang calon kakak ipar.
"Terserah mau dia gak punya perasaan apa-apa lagi sama aku,aku akan buat perasaan dia balik lagi sama aku.!" Kata Yordan dengan mata yang memancarkan api semangat.
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut sang calon kakak ipar,Nita sampai geleng-geleng kepala,dia pun kehabisan kata-kata untuk mengompori kekasih kakaknya tersebut. Yordan pun kembali mengendarai mobilnya.
Setelah satu setengah jam membelah jalanan,akhirnya mobil yang di kendarai Yordan pun tiba di halaman rumah papa Fano. Sedangkan mobil yang di naiki mama Nivi,mommy Sarah dan Ica sudah tiba dua puluh menit lebih dulu.
"Kok lama banget sih kamu? Katanya mobil kamu supercar,kok kalah sama mobil mommy?!" Tanya mommy Sarah dengan nada mengejek.
"Namanya juga jalanan macet mom." Cebik Yordan tak suka dengan pertanyaan sang mommy.
"Memangnya jalanan yang kita lalui gak sama? Kenapa kita gak kena macet,sedangkan kalian kena macet.?!"
"Udah...udah..gak usah ribut. Ayo nak Yordan masuk,kita ngumpul di halaman belakang." Kata mama Nivi menengahi perdebatan ibu dan anak itu.
Yordan pun mengekori calon mama mertuanya dan melewati sang mommy sambil memberi tatapan mengejek untuk sang mommy. Mommy Sarah pun mengikuti jejak Yordan dan mama Nivi ke halaman belakang. Sedangkan Nita,saat terjadi perdebatan antara ibu dan anak itu,Nita memilih untuk melanjutkan langkah kakinya ke halaman belakang daripada harus mendengar perdebatan unfaedah Yordan dan mommy Sarah.
__ADS_1
Di halaman belakang sudah ada papa Fano,daddy Edwin dan Nita yang sudah menunggu. Sedangkan Ica,dia memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak di dalam kamarnya. Saat melihat Ica tak ada di halaman belakang,pantat si bule kampret tiba-tiba saja seperti terserang ambeyen. Ia tidak tenang karena tak melihat keberadaan sang kekasih,otaknya negatifnya mulai menguasai jalan pikirannya. Yordan pikir kalau Ica di dalam kamarnya sedang berteleponan dengan si Bayam,untuk memberitahukan kalau Ica sudah tiba di negaranya.
Yordan pun mencuri-curi kesempatan agar bisa menyusul Ica ke kamarnya. Setelah semua orang disana terlihat lengah,Yordan langsung mengambil langkah seribu dari halaman belakang menuju kamar Ica.
Tok Tok Tok.
"Ca..." panggil Yordan,namun yang di panggil tak kunjung membukakan pintu kamarnya.
Yordan pun mencoba memutar handle pintu,manatau saja dirinya sedang hoki hari ini dengan mendapati pintu kamar Ica yang tak terkunci. Dan ternyata benar,saat Yordan memutar handle pintu,pintu kamar Ica tak terkunci.
Yordan pun masuk ke dalam kamar Ica dengan langkah yang sangat perlahan.
Ica tidak menyadari kedatangan Yordan karena tidurnya sudah sangat pulas. Mungkin efek terlalu lelah,makanya kena bantal satu menit langsung teler.
"Ternyata lagi tidur toh." Lirih Yordan saat melihat Ica yang sedang tidur sambil memeluk guling. Yordan pun berjalan mendekati Ica dan duduk di tepi ranjang di dekat Ica.
Ia mengamati wajah sang kekasih yang memang terlihat sangat lelah.
"Loe makin cantik Ca." Kata Yordan sambil menyelipkan rambut Ica yang menutupi wajahnya di belakang telinga.
"Gue kangen banget sama loe Ca,apa gak bisa loe akhiri marah loe sampai disini? Gue bener-bener nyesel Ca udah nuduh loe yang gak-gak,sampe gue hampir berbuat khilaf sama loe. Jujur Ca,gue ngelakuin itu karena gue terlalu sayang sama loe,gue gak mau terjadi apa-apa sama loe. Tapi kalau loe gak suka dengan cara gue menyayangi loe,gue bisa berubah Ca,gue gak akan kayak gitu lagi. Gue harap,setelah loe bangun,loe akan maafin gue." Tak terasa air mata Yordan ikut mengalir saat mengatakan hal itu.
"Muaaah. Selamat istirahat sayang." Yordan mencium kening Ica sebelum keluar dari dalam kamar Ica. Sebenarnya Yordan ingin berlama-lama,bahkan kalau bisa tidur berdua di ranjang yang sama dengan Ica. Namun ia takut si bule bar-bar akan mencarinya,dan kalau sampai si bule bar-bar memergoki dirinya ada di dalam kamar Ica,maka terancamlah rantai persahabatan Yordan dengan Jeki.
Setelah Yordan keluar dari kamar Ica,Yordan pun kembali berkumpul dengan para orangtua di halaman belakang.
__ADS_1
Para orangtua yang membuat pesta kecil-kecilan untuk kedatangan Ica. Namun yang tidak bisa Yordan mengerti,kenapa mereka berpesta disaat sang pemeran utamanya masih tidur? Alasan. Bilang saja mereka mau pamer kemesraan di hadapan Yordan. Ngenes sekali hidup mu Yordan,punya orang tua dan calon mertua yang suka berkonspirasi.