Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 184


__ADS_3

Kini mobil yang Ica naikki dan di supiri oleh supir pribadi mommy Sarah sudah berada di depan lobi gedung SFF Group. Padahal tadi saat bertemu Ica,mommy Sarah hendak berangkat ke kantor. Namun sayang,pertemuannya dengan Ica membuat mommy Sarah harus terjebak di rumah bersama baby Millie yang tidak bisa di ajak bercanda oleh mommy Sarah,walaupun baby Millie tidak bisa diajak bercanda oleh mommy Sarah,tapi baby Millie tidak lah rewel. Baby Millie baru akan rewel jika sudah mencium aroma-aroma grandpa Edwin,tapi jika tidak ada grandpa Edwin,baby Millie adalah bayi cantik yang kalem tapi tidak punya ekspresi.


Ica pun keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju lobi perusahaan mama mertuanya sambil menenteng papper bag yang berisi makan siang untuk dirinya dan sang suami serta tas yang berisi alat tempur untuk memompa ASI. Semua mata karyawan laki-laki SFF Group tak berkedip menatap Ica yang sedang berjalan menuju lift khusus petinggi perusahaan. Karena body Ica yang semakin berisi seperti yang di katakan Yordan,apalagi saat ini Ica menggunakan dress panjang dan ketat yang memperlihatkan lekuk tubuh Ica yang murip Kylie Jenner.


"Itu istrinya pak Yordan bukan sih?" Tanya salah satu karyawan laki-laki pada karyawan lainnya saat melihat Ica.


"Kayaknya iya,buktinya dia naik lift khusus."


"Gile bener,body nya semok banget. Pak Yordan pasti puas banget punya bini model begitu."


"Eh..bukannya istrinya pak Yordan baru ngelahirin? Tapi kok bisa yah body nya gak melar,gak kayak bini gue di rumah. Baru punya anak satu,tapi body nya udah kayak punya anak empat."


"Itu namanya The Power of Money. Kalau suami kenceng ngasih duit ke istri,otomatis istri juga bisa ngasih servis mata sama servis ranjang yang lebih baik ke suami. Lah ini,udah ngasih duit ke istri cuma bisa sampe pertengahan bulan,minta istrinya berpenampilan kayak nyonya bos. Ngimpi loe!!!" Protes salah satu karyawan wanita yang mendengar percakapan para karyawan laki-laki yang memuji body goals Ica si Nyonya Boss.


Para karyawan laki-laki memutar bola matanya malas mendapat protes sekaligus sindiran keras dari karyawan wanita itu.


Kini Ica sudah sampai di lantai tempat ruangan Yordan berada.


"Suami saya ada?" Tanya Ica pada sekretaris Yordan.

__ADS_1


"Pak Yordan lagi ada meeting bu. Mungkin sebentar lagi selesai." Jawab sekretaris Yordan.


"Oo. Ya udah saya nunggu di dalam aja. Oh iya,jangan kasih tau suami saya yah,kalau saya nunggu di dalam."


"Baik bu." Jawab sekretaris Yordan sambil tersenyum.


Ica pun masuk ke dalam ruangan Yordan dan masuk ke dalam kamar rahasia yang ada di ruangan itu. Kamar yang sering mereka pakai untuk si Jeki apel siang sebelum ada baby Millie.


Karena ASI Ica sudah penuh,Ica memutuskan untuk memompa ASI nya sambil menunggu Yordan selesai meeting.


Lima belas menit kemudian,Yordan pun selesai dari rapat.


Yordan mengernyitkan keningnya melihat papper bag yang berisi makan siang teronggok di atas meja.


Yordan membuka kembali pintu ruang kerjanya untuk bertanya pada sekretarisnya,siapa yang sudah mengantar makan siang untuknya,namun ternyata sang sekretaris sudah tak berada di mejanya lagi. Yordan kembali masuk ke dalam ruangannya,ia membuka papper bag itu dan mengeluarkan isinya.


"Kok banyak banget." Gumam Yordan,saat melihat bekal makan siang yang ia prediksi untuk lebih dari satu orang.


Saat Yordan sedang berpikir,dari arah kamar rahasia terdengar suara notifikasi pesan dari hp Ica. Sontak mata Yordan melihat ke arah kamar rahasia,ia pun melangkahkan kakinya menuju kamar rahasia.

__ADS_1


Mata Yordan membelalak saat melihat Ica yang baru saja selesai memompa ASI di dalam kamar rahasia. Ia menelan slivanya susah payah saat melihat penampakan buah siicakama yang semakin mancung,karena Ica menggunakan dress bukan untuk ibu menyusui,jadi terpaksa Ica membuka bagian atasnya saat memompa ASI.


"Astaga..kakak bikin kaget aja." Pekik Ica sambil memegang dadanya. Karena ia sedang memainkan hp nya,jadi ia tak menyadari kalau suaminya masuk ke kamar rahasia.


Yordan menggelengkan kepalanya untuk membuyarkan imajinasinya tentang buah siicakama.


"Kamu udah dari tadi dateng?" Tanya Yordan yang masih berdiri di depan pintu. Ia tak berani mendekati Ica yang masih mempertontonkan buah siicakama,takut khilaf.


"Udah lima belas menitan lah kak. Kakak udah selesai meeting?" Tanya Ica sambil menyeka buah siicakama dengan air hangat yang sudah ia siapkan sebelumnya.


Yordan mengangguk sambil mengalihkan pandangannya dari buah siicakama yang sepertinya sedang menjerit pada Yordan minta dinikmati.


"Udah makan siang?"


Yordan menggeleng,kali ini ia pura-pura mengeluarkan hp nya dari dalam saku celananya dan mengalihkan pandangan matanya ke layar hp agar Ica tidak tau kalau saat ini dirinya sedang grogi.


"Kita makan siang bareng yah kak,aku sengaja dateng kesini supaya kita bisa makan siang bareng. Kan udah lama kita gak makan siang bareng."


"Emm." Jawab Yordan sekenanya.

__ADS_1


Ica memanyunkan bibirnya karena Yordan membuang pandangannya dari dirinya. Di pikiran Ica,Yordan kesal karena Ica yang tiba-tiba datang ke kantor.


__ADS_2