Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 151


__ADS_3

Ica menelan slivanya kasar saat melihat penampakan Jeki yang kekar dan berotot,meski sudah sering kali merasakan suntikan si Jeki dan permainan Jeki yang brutal,tapi tetap saja ia grogi kalau melihat penampakan Jeki secara langsung.


"Kok cuma di liatin Ca,itu Jeki bisa masuk angin loh kalau kelamaan di luar." Yordan memancing Ica untuk melakukan sesuatu pada sang sahabat.


Ica kembali menelan slivanya kasar.


"Apa iya gue harus ngelakuin itu?!" Gumam Ica dalam hati. Ia ingin mempraktekan salah satu adegan di film panas yang pernah tak sengaja ia tonton di laptop Yordan.


"Ya udah lah,aku tutup lagi yah." Ancam Yordan karena melihat Ica yang tak kunjung beraksi.


Tangan Ica langsung menahan tangan Yordan yang ingin memasukkan kembali Jeki ke dalam jeruji kain. Ica mengatur nafasnya dan mulai mendekatkan wajahnya ke sahabat suaminya,dan mulai mencium kening sahabat suaminya itu.


Melihat aksi Ica,Yordan tak mampu berkata apa-apa,ia hanya memejamkan matanya sambil menikmati kecupan-kecupan Ica untuk sang sahabat.


Setelah semua bagian tubuh Jeki sudah mendapat tanda bibir dari Ica,sekarang saatnya kang Jeki mendapat tanda lidah dari Ica. Ica menarik nafasnya dalam-dalam sebelum memasukkan kang Jeki ke dalam goa bergigi.


"Akh..Ca..jangan gini Ca..!!" Pekik Yordan saat merasakan Jeki sudah berada di dalam goa bergigi. Yang anehnya mulut berkata jangan,tapi tangan Yordan malah menekan kepala Ica agar tubuh Jeki bisa masuk semua ke dalam goa bergigi.


"Sshh...ah..." desah Yordan saat lidah Ica membelai tubuh sahabatnya seperti sedang menikmati ice cream cone.

__ADS_1


Mendengar ******* sang suami,hasrat Ica makin melambung. Ia mengeluarkan kang Jeki dari dalam goa bergiginya. Dengan nafas yang makin memburu seperti orang kesurupan,cepat-cepat Ica melepas semua kain yang menempel di tubuhnya. Melihat sang istri yang melepaskan semua kain penutup tubuhnya,Yordan pun sama,ia mendudukkan tubuhnya dan cepat-cepat melepaskan kain penutup bagian atasnya,karena kain penutup bagian bawah sudah Ica buka.


Kini mereka berdua sudah sama-sama dalam keadaan polos. Ica langsung memposisikan dirinya di atas pangkuan Yordan dan melahap bibir Yordan dengan sangat rakus. Aksi kunyah mengunyah bibir dan belit membelit lidah pun semakin panas,tapi tangan Yordan tak kunjung menyentuh buah siicakama dan itu membuat Ica sudah tak sabaran lagi. Ia menarik tangan Yordan dan mengarahkan tangan sang suami untuk membelai buah siicakama.


"Ah..uh..ssh...ah.." desah Ica saat Yordan memilin-milin boba yang ada di puncak buah.


"Ah..kak.." desah Ica lagi.


"Yes honey.." jawab Yordan dengan suara berat sambil menatap wajah Ica yang sudah merem melek.


Ica yang sudah tidak sabar ingin merasakan lahapan mulut Yordan di buah siicakama,langsung menyingkirkan tangan Yordan dari buah siicakama dan langsung menyumpal mulut Yordan dengan buah siicakama.


"Yes berhasil!!" Teriak Yordan dalam hati,karena niatnya yang ingin membuat buah siicakama menjatuhkan dirinya sendiri kedalam mulutnya berhasil. Sekarang tinggal menunggu terowongan Icablanca yang datang menghampiri Jeki dan membuat guncangan pada Jeki. Dan untuk membuat harapannya itu terwujud,dengan ikhlas Yordan menyedot sari-sari buah siicakama bergantian,dan sesekali ia memilin boba yang ada di puncak buah dengan lidahnya.


Nampaknya Ica sudah tidak sabar untuk terlempar ke langit ketujuh. Entah sadar atau tidak,kini tangan Ica sudah menggenggam lembut tubuh Jeki dan menuntun Jeki untuk masuk ke dalam terowongan.


Pelan tapi pasti,akhirnya Jeki bertemu juga dengan dedek soulmate setelah beberapa kali ia gagal ngapel.


"Ah kak...ah Ca.." desah keduanya saat merasakan tubuh Jeki sudah masuk seluruhnya ke dalam rumahnya.

__ADS_1


"Gerakin dong Ca." Pinta Yordan karena setelah seluruh tubuh Jeki masuk ke dalam terowongan,Ica tak kunjung mengguncang sang sahabat.


"Gimana caranya?" Tanya Ica malu-malu. Maklum,namanya juga pemula ia takut nanti salah gerak dan bisa membuat Jeki keseleo.


"Gini." Yordan pun mulai mengajari Ica. Ia menaik turunkan roti burger Ica secara perlahan.


"Aaaah...kak...!!" Teriak Ica.


Yordan yang kaget mendengar teriakan Ica,tak melanjutkan materi pelajarannya.


"Kenapa Ca,sakit yah?" Tanya Yordan khawatir, ia takut materi pelajarannya tadi malah menyakiti Ica karena Ica berteriak bukan mendesah.


Ica menggeleng.


"Terus kenapa teriak?"


"Enak banget kak,terasa banget nancepnya." Jawab Ica,sepertinya ia sudah lupa diri sangking nikmatnya.


Yordan bernafas lega mendengar jawaban Ica. Dia pun kembali melanjutkan pelajarannya pada Ica. Tak butuh waktu lama untuk Ica memahami pelajaran yang Yordan berikan. Karena sekarang tanpa bantuan Yordan,Ica terus mengguncang Jeki layaknya seorang profesional.

__ADS_1


Nafas Ica makin memburu,racauan-racauan tak jelas juga semakin menjadi-jadi keluar dari mulut Ica. Keringat juga sudah membanjiri tubuh keduanya,padahal pendingin ruangan sudah berada di suhu terendah. Tak ingin Ica kelelahan sebelum Jeki sampai garis finish,Yordan langsung membalikkan tubuh Ica dan sekarang saatnya Jeki beraksi ugal-ugalan di terowongan Icablanca. Dan dalam waktu empat puluh lima menit akhirnya Jeki sampai juga di garis finish.


Cup cup cup. Yordan mengecup kening dan bibir Ica bertubi-tubi setelah pasukan cebong shift satu keluar semua untuk menyerbu pabrik pembuatan generasi Yordan.


__ADS_2