
"Yes..seminggu lagi Jek!!!!" Sorak Yordan dalam hati.
"Ya sudah,sekarang kalian siap-siap!!" Kata mommy Sarah sambil bangkit dari sofa.
"Dan kamu bule kampret,jangan minta tambah ronde!!!" Mommy Sarah langsung memberi peringatan pada Yordan. Karena mommy Sarah takut,Yordan minta tambahan ronde ketika Ica sudah dalam keadaan sadar. Maklum,dulu daddy Edwin kan begitu.
"Iya mom." Jawab Yordan.
"Denger tuh Jek,hari ini sampe seminggu ke depan gak boleh main jungkat-jungkit dulu!!" Kata Yordan pada sang sahabat dalam hati.
Mommy Sarah pun berjalan ke arah pintu.
"Mom.." panggil Yordan saat mommy nya hampir sampai di depan pintu. Mommy Sarah pun memutar tubuhnya menghadap Yordan.
"Apa?!"
"Tolong pesenin baju sama pakaian dalam untuk Ica yah mom." Pinta Yordan pada sang mommy.
"Cih..!!!" Mommy Sarah mencebik.
"Iya. Tapi inget,jangan minta tambah ronde!!" Sekali lagi mommy Sarah memberi peringatan pada Yordan.
"Iya mom." Jawab mulut Yordan. Tapi dalam hatinya 'gak janji yah bule bar-bar,semua tergantung pertahanan Jeki.'
Mommy Sarah pun kembali berjalan ke arah pintu dan keluar dari dalam unit kamar anaknya.
Setelah mommy nya keluar,Yordan menghampiri Ica yang masih duduk di ruang tamu.
"Kamu kenapa Ca?!" Tanya Yordan yang melihat Ica menutup wajahnya dengan bantal sofa.
Ica pun mengangkat wajahnya dan menatap Yordan.
Ica pun mengangkat wajahnya dan menatap Yordan.
"Kalau aku nikah secepat ini,terus impian aku gimana kak?!"
__ADS_1
Yordan mendekati Ica dan duduk disamping Ica.
"Kamu masih bisa berkarir kok Ca. Emangnya kamu punya mimpi apa?! Tinggal bilang sama aku,kalau aku bisa pasti aku wujud in."
"Aku mau punya butik kak. Tapi kalau aku nikah dan punya anak,pasti nanti aku jadi gak bisa fokus sama butik aku."
"Bisa kok Ca. Sekarang kamu gak usah mikirin itu dulu yah. Kasihan calon dedeknya kalau kamu sampe stres. Inget di dalam sini mereka lagi berlomba untuk jadi Yordan junior." Kata Yordan sambil mengusap perut Ica yang masih rata,seolah sudah pasti kecebong-kecebong yang Jeki lepaskan akan berhasil menjadi Yordan junior.
"Sekarang kamu mandi dulu yah. Apa perlu aku mandiin?!" Goda Yordan.
"Cih..Gak usah,aku bisa mandi sendiri." Cebik Ica. Ica pun langsung berdiri dari sofa dan berjalan ke arah ruang tidur. Begitu pun Yordan yang mengikuti Ica masuk ke ruang tidur.
"Kakak ngapain ngikutin aku?!"
"Apaan sih,orang aku mau ngambil hp kok.!" Jawab Yordan sambil mengambil hp nya dari atas nakas. Setelah hp di tangan,Yordan pun keluar dari ruang tidur.
Melihat Yordan yang sudah meninggalkan ruang tidur,Ica langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi.
Setelah sampai di luar ruang tidur,Yordan langsung melakukan panggilan ke nomor Igo.
"Diem loe!!! Gue bakal bikin perhitungan sama loe nanti!! Sekarang,mending loe ke ruang cctv dan hapus semua rekaman cctv saat loe naro obat perangsang ke minuman Tia sebelum si bule bar-bar tau. Bisa jadi bubur manado loe di bikin si bule bar-bar.!!" Perintah Yordan pada sahabat laknatnya.
"Gak usah loe suruh juga udah gue hapus dari kemaren.!!" Jawab Igo dengan entengnya.
"Beugh cepet juga loe!!"
"Igo gitu loh!! Terus loe sendiri gimana?! Bae-bae kan loe?! Ginjal loe masih ada di tempatnya kan?!"
"Ngapain loe ngawatirin gue?! Harusnya loe khawatirin diri loe sendiri!! Kalau perlu siapin dari sekarang liang lahat buat kuburan loe!!" Balas Yordan.
"Bukannya terimakasih loe sama gue,malah nyumpahin gue loe!!"
"Udah diem loe!! Pokoknya loe hapus semua rekam jejak loe tadi malam kalau loe masih mau hidup!!" Tanpa menunggu balasan dari Igo,Yordan langsung mengakhiri panggilannya.
Setelah keluar dari unit kamar Yordan,sambil berjalan menuju lift mommy Sarah kembali melakukan panggilan ke nomor anak buahnya untuk menyuruh pihak hotel menyiapkan pakaian untuk Ica dan Yordan. Setelah memberi perintah,mommy Sarah mengakhiri panggilannya.
__ADS_1
Kini mommy Sarah sudah berada di lorong tempat unit kamarnya berada. Dengan langkah cepat,mommy Sarah berjalan menuju unit kamarnya.
Ceklek. Mommy Sarah membuka pintu kamarnya.
"Ada apalagi ini Sar?!" Tanya daddy Edwin yang melihat wajah masam istrinya.
"Ed...." mommy Sarah mendekati sang suami yang sedang duduk di sofa depan ranjang dengan ipad di tangannya.
"Kenapa?! Ada apalagi?!" Tanya daddy Edwin makin penasaran.
Mommy Sarah langsung memeluk sang suami.
"Karma tau jalan pulang Ed." Isak mommy Sarah di pelukan sang suami. Air matanya tak bisa lagi ia bendung kala mengetahui karma yang selama ini mommy Sarah wanti-wanti ternyata tau dimana tempatnya pulang.
"Maksudnya?!" Tanya daddy Edwin masih belum paham akan situasi yang terjadi.
"Yordan...Ica...mereka...mereka...mereka.. Kejadian kita dulu terulang lagi ke mereka Ed. Padahal mommy sudah sekuat tenaga menjaga mereka berdua agar kisah kita gak terulang lagi. Tapi hari ini kejadian kita dulu terulang lagi ke mereka dan penyebabnya pun sama persis dengan kejadian kita,gara-gara obat perangsang." Kata mommy Sarah memberi penjelasan.
Daddy Edwin tak tau harus berkata apalagi. Mungkin ini yang namanya karma warisan. Orangtua yang berbuat,tapi anak yang harus menanggung karma.
"Sudah lah mom,mau di apa kalau jalan takdir mereka berdua sama seperti kita. Mungkin awal kisah kita tidak sebaik orang lain,tapi kita bisa membuktikan kalau sekalipun awal kisah kita tidak baik,kita masih bisa bertahan sampai sekarang. Kita doakan saja,semoga saja Yordan dan Ica juga bisa bertahan lama dalam rumah tangga mereka,sama seperti kita. Apalagi mereka berdua sama-sama cinta." Kata daddy Edwin menenangkan istrinya.
Kata-kata daddy Edwin masuk di akal mommy Sarah,ia pun melepaskan pelukannya dari sang suami.
"Kamu benar Ed."
"Jadi apa rencana mu selanjutnya?"
"Kita harus melamar Ica hari ini juga. Minggu depan mereka harus menikah. Mommy khawatir kalau Ica cepat tekdung gara-gara ulah anak mu yang nyembur di dalam."
"Secepat itu?! Gimana kalau papanya Ica gak setuju?! Apalagi Ica baru selesai kuliah." Tanya daddy Edwin sedikit terkejut dengan rencana istrinya.
"Itu tugas kamu bernegosiasi sama papa nya Ica,kan kamu papanya si bule kampret.!! Biar mommy yang mempersiapkan ***** bengek pernikahan mereka."
Daddy Edwin hanya bisa menghela nafasnya,kalau ibunda ratu sudah mengeluarkan titah,dia bisa apa?! Selain mengerjakan titah ibunda ratu. Buat daddy Edwin,lebih baik bernegosiasi dengan klien dari pada bernegosiasi dengan orangtua kekasih anaknya untuk meminta anak gadis mereka dinikahkan dengan anaknya. Daddy Edwin yakin kalau nanti akan banyak sekali drama sebelum papa Fano menerima lamaran Yordan.
__ADS_1