
Yordan berjalan ke arah nakas mengambil hp nya. Ada panggilan dari nomor yang tidak tertera namanya. Yordan menggeser tombol hijau.
"Halo."
"Halo tampan,loe gak lupa kan sama janji loe malam ini?" Tanya Rika di seberang telpon.
"Iya gue inget." Jawab Yordan malas.
"Oke,aku udah disini. Gue harap loe jangan buang-buang waktu gue dengan datang telat."
"Hemh.." jawab Yordan lagi dan langsung mengakhiri panggilannya.
Sumpah demi apapun Yordan paling malas berhadapan dengan wanita seperti Rika. Tapi mau tidak mau Yordan harus menghadapi Rika,karena dengan Rika lah Yordan akan memberikan tantangan untuk Ica.
"Kalau bukan gara-gara tantangan buat loe Ca,gue ogah berurusan sama cewek model begini.." gerutu Yordan.
Kemudian Yordan mengetik pesan untuk Ica.
Yordan : loe masih inget kan sama tantangan yang akan gue kasih malam ini? Kalau inget,jangan sampe telat. Kita berangkat sendiri-sendiri di hotel xxx. Gue mau mempersiapkan dulu tantangan buat loe.
Pesan pun terkirim ke hp Ica. Ica hanya membaca tapi tidak membalas.
Yordan tak mau ambil pusing mau Ica membalas atau tidak. Setelah dirasa dirinya sudah cukup siap,Yordan pun keluar dari unit apartemennya.
Sedangkan Ica saat mendapat pesan dari Yordan jantungnya semakin berdegup kencang saja.
"Huh..semangat!!!" Ia membuang kasar nafasnya dan memberi semangat untuk dirinya.
⭐⭐⭐⭐⭐
Yordan sudah sampai di hotel xxx,dan ia langsung menuju kamar dimana Rika sudah menunggu disana.
Yordan mengetuk pintu kamar. Tak lama Rika membuka pintu kamar. Rika menyambut Yordan dengan lingerie yang memperlihatkan bahu Rika yang terbuka.
Tapi sayang tidak dengan Yordan,tubuhnya tak bereaksi sama sekali melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Yordan buru-buru masuk ke dalam dan duduk di sofa.
Rika pun menutup pintu dan mengikuti Yordan dari belakang. Ia langsung duduk di pangkuan Yordan,dan tanpa disangka-sangka tangan Rika langsung bergerilya kemana-mana.
"Auuuw.." rintih Yordan karena merasakan ngilu.
Yordan langsung menghempaskan tangan Rika dari bagian bawahnya. Dan mendudukkan Rika disampingnya.
"Nanti dulu,gue lagi nunggu tamu." Yordan memberi alasan.
"Loe lagi gak nyari alasan untuk ngulur waktu kan tampan??!" Tanya Rika menyelidik.
"Gak. Bentar lagi juga orangnya dateng."
"Oke. Gimana sambil nunggu tamu loe dateng kita pemanasan dulu. Biar pas olahraga gak salah urat." kata Rika berbisik ditelinga Yordan.
"Gue gak suka yang tanggung-tanggung. Jadi tunggu urusan gue sama tamu gue selesai,baru kita selesaikan urusan kita" Yordan memberi alasan.
Setengah jam menunggu,akhirnya pintu kamar hotel itu pun ada yang mengetuk.
Sedangkan Rika menurut pada Yordan untuk menunggunya di dalam.
Ceklek. Yordan membuka pintu kamar.
Dan benar dugaan Yordan,Ica lah yang datang.
Begitu melihat Ica didepan pintu,jantung Yordan berdetak sangat kencang. Padahal tiap hari Yordan selalu melihat Ica,tapi hari ini Ica terlihat sangat cantik dan seksi. Tubuh Yordan gemetar melihat kecantikan Ica malam ini.
"Giliran ngeliat Ica kok tubuh gue bereaksi gini??!!" gerutu Yordan dalam hatinya.
Yordan menyuruh Ica masuk hanya dengan kode mata.
Ica menarik nafasnya lalu membuangnya kasar.
"Kamu bisa Ca!!!" Kata Ica dalam hati menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1
Ica pun masuk ke dalam. Ia berdiri menunggu Yordan menutup pintu dan jalan di depannya.
Yordan pun jalan didepan Ica,melangkahkan kakinya menuju kamar dimana Rika berada.
Saat mereka sudah sampai didepan pintu kamar,mata Ica membulat kaget melihat sosok wanita lain di dalam ruangan itu dan yang paling membuat Ica kaget si wanita hanya menggunakan pakaian kurang bahan.
Ica menengok ke arah Yordan.
"Dia siapa kak...?"
"Dia partner gue." Jawab Yordan tanpa dosa.
"Partner? Maksudnya?" Tanya Ica yang tak mengerti maksud kata partner versi Yordan.
Belum sempat Yordan menjawab,Rika sudah menghampiri Ica dan Yordan di depan pintu.
"Dia tamu yang loe bilang tampan?" Rika melirik Ica dari atas sampai bawah,ia memandang sinis pada Ica.
Ica yang mendapat tatapan sinis dari Rika tidak merasa terintimidasi,malah Ica memandang sinis balik Rika.
"Loe tunggu gue disana." Yordan menyuruh Rika menunggunya di atas tempat tidur. Rika pun menurut.
Yordan menarik Ica sedikit menjauh dari pintu kamar.
"Ca,gue ini laki-laki brengsek. Dan gue sering gonta-ganti partner. Gue gak pantes buat loe. Loe pantes buat ngedapetin yang lebih baik dari gue." Yordan mencoba menjelaskan siapa Yordan yang sesungguhnya pada Ica.
"Maksud kakak apa sih,aku gak ngerti!!"
Yordan menghela nafasnya,ia mulai bingung harus menjelaskan dari mana lagi.
"Ca..gue ini playboy,pemain cewek,gue gak pernah bertahan sama satu cewek. Cewek buat gue cuma gue jadiin pelampiasan buat gue doang Ca. Dan perempuan yang di dalem itu salah satu dari sekian banyak cewek yang akan jadi partner gue,pelampiasan gue!!! Gue gak pantes buat loe Ca. Loe lupain perasaan loe ke gue." Yordan menjelaskan sekali lagi.
Mendengar pengakuan dosa Yordan pada Ica,tak bisa Ica pungkiri dunia Ica seakan runtuh seketika.
Menyukai bahkan mulai mencintai laki-laki yang seorang bastard. Ica tak pernah menyangka dibalik sisi Yordan yang perhatian,gentleman,penolong bahkan penyabar versi Ica ternyata Yordan adalah seorang casanova. Tapi sisi lain Ica tak ingin langsung mempercayai pengakuan dosa Yordan.
__ADS_1