
"Kalau kakak segitu gak percayanya sama aku,buat apalagi kita terusin hubungan ini.!! Sedangkan aku aja percaya sama kakak kalau kakak gak akan berbuat macam-macam disana. Aku buang semua bayangan masa lalu kakak dari otak aku,supaya hubungan kita baik-baik aja. Tapi kenapa malah kakak yang gak percaya sama aku? Apa aku punya masa lalu yang sama dengan masa lalu kakak?!" Ica menghela nafasnya lagi.
"Aku minta maaf Ca,aku terlalu cemburu,sampe-sampe aku gak bisa berpikiran jernih. Tapi aku janji gak akan mengulangi kejadian malam ini lagi." Mohon Yordan lagi.
"Maaf,aku gak bisa. Aku capek kak,terus di cemburuin,di curigain,di posesifin.!! Kakak kan udah sediain bodyguard buat aku,terus kenapa kakak masih curigaan? Kakak cari cewek lain aja yang seneng kalau di di posesifin." Kata Ica sambil menggeser tubuh Yordan agar pindah dari depan pintu. Namun Yordan malah berlutut di hadapan Ica sambil memohon pengampunan.
"Gak Ca,aku gak mau cari cewek lain,yang aku mau cuma kamu Ca. Plis kasih aku kesempatan sekali lagi Ca. Pliis.."
"Kalau memang kakak cuma mau sama aku,seharusnya kakak percaya sama aku dong!!!" Teriak Ica jengah karena Yordan tak kunjung membiarkannya pergi.
"Ia aku tau aku salah,aku khilaf. Aku sadar aku terlalu cemburu dan posesif sama kamu,tapi aku mohon kasih aku kesempatan sekali lagi Ca,aku janji akan mengurangi tingkat cemburuan ku dan keposesifan ku Ca."
"Kayaknya kita berdua sama-sama perlu waktu deh kak untuk saling introspeksi diri. Mungkin bukan hanya kakak yang harus ngerubah sifat jelek kakak,kayaknya aku juga harus ngerubah sifat aku yang masih suka gak enakkan sama orang,dan sifat aku yang kekanak-kanakkan,yang buat kakak jadi over thinking dan over protektif sama aku."
"Maksudnya?"
"Aku mau kita break dulu kak."
"Break? Sampai kapan?"
"Sampai hati aku benar-benar yakin dengan kesungguhan kakak. Dan aku bisa ngelupain kejadian malam ini."
Itu tandanya sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Yordan menggelengkan kepalanya tidak menyetujui keinginan Ica.
"Gak Ca,aku gak mau. Kalau kamu mau balas aku,mending kamu ambil pisau terus tikam aku Ca,tapi jangan sampe mati,cukup sampe aku koma karena kehabisan darah. Itu lebih baik buat aku daripada harus pisah sama kamu sampai batas waktu yang gak bisa di tentukan."
"Iya,abis aku nikam,aku masuk penjara,masa depan aku suram. Itu yang kakak mau.!!" Jawab Ica kesal,karena permintaan Yordan terlalu konyol menurutnya.
"Ya udah kalau kakak gak mau break!!! Kita putus aja kalau gitu!!"
Mata Yordan membulat mendengar Ica mengatakan kata-kata putus lagi. Yordan pun menyetujui permintaan Ica yang ingin break,walaupun tidak tau sampai kapan batas waktunya,tapi begini lebih baik dari pada Ica minta putus darinya.
"Oke. Kita break. Tapi aku minta sama kamu,kamu tetap pake cincin pemberian aku dan W,X,Y dan Z tetap jadi bodyguard kamu. Aku mau kamu tetap dalam penjagaan selama kamu di negri orang." Kata Yordan mulai bernegosiasi. Ia pun berdiri dari aksinya yang barusan berlutut meminta pengampunan.
"Kalau gitu aku juga punya permintaan,selama kita break,kakak jangan hubungin aku,atau deket-deketin aku!!! Kalau kakak mau dateng ngunjungin aku silahkan aja,tapi kita jaga jarak,buat seolah-olah kita gak punya hubungan apa-apa!" Balas Ica. Sepertinya Ica ingin menguji mental Yordan,apa kata-kata Yordan yang mengatakan akan mengurangi sifat posesifnya itu bisa di pegang atau tidak.
__ADS_1
Yordan sejenak berpikir,sepertinya tak ada pilihan lain selain menyanggupi permintaan Ica. Mereka berdua pun saling berjabat tangan menyetujui permintaan masing-masing pihak.
"Deal..deal.." kata mereka berdua bersamaan.
"Ya udah awas aku mau pulang.!!" Dengan angkuhnya Ica berjalan melewati Yordan.
"Ca..." Yordan menahan tangan Ica.
"Apa?!" Jawab Ica jutek sambil menghentakkan tangan Yordan.
"Aku peluk bentar yah." Pinta Yordan dengan tidak tahu malunya. Dan itu sukses membuat mata Ica membelalak.
"Sebagai penawar jetlag aku Ca. Pliss." Mohon Yordan.
Ica pun mengiyakan permintaan Yordan yang ingin memeluk dirinya,selain karena Ica juga memang sangat merindukan Yordan, Ica pikir kata jetlag yang di maksud Yordan adalah kata jetlag yang sesungguhnya mengingat Yordan baru saja sampai di kota itu. Namun sayangnya,kata jetlag yang di maksud Yordan tidak sama dengan kata jetlag yang ada di pikiran Ica. Karena kata jetlag yang di maksud Yordan adalah jetlag karena aksi tangan dan bibirnya yang sempat berjelajah ke gunung dan lembah. Meskipun gunung dan lembah itu masih di tutupi kain pengaman,tapi itu sudah mampu membuat si Jeki jetlag.
Setelah lima menit berpelukan,Ica pun keluar dari dalam apartemen Yordan menuju unit apartemennya. Meninggalkan Yordan yang masih terbengong-bengong melihat kepergian Ica. Ia tak menyangka kedatangannya kali ini malah membawa petaka bagi hubungannya dengan Ica. Ia terus merutukki kebodohannnya kerena berpikiran buruk dan berkata-kata pedas pada Ica.
⭐⭐⭐⭐⭐
Ica bukannya tidak tau kalau laki-laki serba hitam itu adalah Yordan,tapi ia pura-pura tidak tau saja.
"Ica.." panggil Bryan saat melihat Ica sedang duduk sendiri di bangku kantin.
Ica pun menoleh,mata Ica membulat melihat wajah Bryan yang bonyok. Bryan kini sudah duduk di sebelah Ica.
"Astaga Bry...pasti sakit banget ini yah.?!" Tanya Ica sambil memegang wajah Bryan yang bonyok.
Bryan sok-sok an menggeleng. Padahal aslinya sangat sakit.
"Kok sendiri? Mana tunangan kamu yang over posesif itu?" Tanya Bryan karena tak melihat keberadaan Yordan.
Ica menggedikkan bahu.
"Maafin sikap kak Yordan kemaren yah Bry,maafin aku juga,harusnya aku inget kalau hari itu kak Yordan mau datang. Kalau aku tau dia mau datang,pasti masalahnya gak sampe kayak gini." Kata Ica dengan raut wajah menyesal.
__ADS_1
"Kamu gak salah kok,memang kemaren aku nya aja yang sial. Kalau aku di posisi tunangan kamu juga bakalan salah paham kali. Pacar masuk club,berduaan dalam private room dan posisi kita yang mendukung untuk orang salah paham sama kita. Tapi kemaren kamu gak di apa-apain kan sama si uncle?"
Ica menggeleng,tidak mungkin kan ia menceritakan pada Bryan kalau Yordan hampir saja mengunboxing dirinya.
"Bagus lah,aku pikir semalam dia sudah memaksamu di atas ranjang. Karena raut wajahnya semalam terlihat jelas sangat cemburu."
Mata Ica membulat,kenapa Bryan bisa tau kalau tadi malam Yordan hampir melakukan itu padanya.
"Memangnya semua bule kalau marah begitu yah?!" Tanya Ica yang penasaran.
Bryan tertawa mendengar pertanyaan Ica.
"Aku rasa cuma tunangan mu aja yang seperti itu. Karena di lihat dari wajah si uncle,sepertinya dia sudah tidak sabar ingin memiliki mu seutuhnya."
"Cih.." Ica mencebik mendengar kata-kata Bryan.
"Tapi sepertinya tunangan mu itu sangat mencintai mu,makanya ia tidak melakukan hal itu. Cepat-cepatlah kamu menikah dengannya,agar si uncle tidak lagi posesif pada mu." Bryan memberi saran.
"Justru kalau aku cepat-cepat menikah dengan dia,dia malah semakin posesif." Jawab Ica tak setuju dengan saran Bryan.
Bryan menggeleng.
"Kalau di lihat dari tampang si uncle,dia gak akan posesif lagi sama kamu setelah kalian menikah,apalagi kalau kalian punya anak. Perhatian dan kasih sayangnya pasti akan terpecah untuk anak kalian. Gak percaya? Coba aja dulu."
"Enak aja!! Aku tetap pada pendirian ku,tidak mau menikah sebelum pendidikan ku selesai. Karena gak mudah untuk ku sampai di tahap ini."
"Ya...ya...terserah,aku kan cuma ngasih saran. Tapi apa kamu gak kasihan sama si uncle kalau dia lama menunggu mu?!"
"Kasihan?! Kasihan dalam hal apa?!" Tanya Ica yang tidak mengerti maksud Bryan.
"Akh sudah lah,kamu gak ngerti.!!" Kata Bryan sambil berdiri dari kursinya.
"Ayo kita masuk kelas." Ajak Bryan sambil menepuk pundak Ica. Mereka pun pergi dari kantin menuju kelas mereka.
Meninggalkan Yordan yang sedang mengepalkan tangannya karena melihat Ica dan Bryan yang terlihat sangat akrab. Walaupun Yordan sangat cemburu,tapi ia berusaha untuk menahan cemburunya demi hubungannya dengan Ica. Karena kalau ia menghampiri Yordan dan meninjunya lagi,pasti Ica tidak akan pernah memaafkannya dan hubungan mereka benar-benar berakhir. Kesabaran Yordan benar-benar di uji kali ini.
__ADS_1
¤¤¤ Maaf yah,buat para readers yang gak tau kenapa othor tiga hari belum up,itu karena othor lagi sakit sayang (cacar air,bukan koronses yah.!). Sebenarnya tangan othor masih gemetaran ini buat ngetik,tapi othor bela-belain up hanya untuk kalian. ¤¤¤