Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 36


__ADS_3

Igo melototkan matanya pada Yordan seolah mata itu bertanya "loe kenapa?".


Yordan yang mengerti arti tatapan itu hanya menggedikkan bahu.


Setengah jam berlalu tapi tak ada juga yang membuka obrolan,sampai suara hp Yordan berbunyi memecahkan keheningan di ruangan itu.


Yordan mengambil hp nya dari dalam kantong celana. Tertera nama Mom sedang melakukan panggilan padanya.


Jantung Yordan berdebar sangat kencang takut-takut Ica melapor pada mommy nya atas perlakuannya pada Ica.


Dengan tangan gemetaran Yordan menggeser tombol hijau.


"Pulang kamu ke rumah mommy SEKARANG!!!" teriak mommy Sarah saat Yordan menerima panggilan itu.


Yordan langsung menjauhkan hp nya dari telinganya,karena suara mommy nya yang sangat memekakkan telinga.


Tanpa mendengar jawaban dari Yordan,mommy Sarah langsung mengakhiri panggilannya.


Yordan menghela nafasnya kasar.


"Nyokap loe??" Tanya Igo.


Yordan mengangguk. Lalu berdiri dari tempat duduknya.


"Gue cabut dulu. Loe jaga bae-bae tuh mayat


hidup.." pamit Yordan pada Igo dan Irlan,tapi matanya memberi kode kepada Igo dengan melirik ke arah Irlan.


Setelah berpamitan,Yordan pun keluar dari ruangan Irlan,melangkahkan kakinya menuju pintu keluar kafe.


Sampai di dalam mobil,Yordan berdoa terlebih dahulu dalam hati,agar hari ini dirinya masih bisa keluar hidup-hidup dari kandang macan betina yang sedang datang bulan.


Sedangkan Ica,waktu sudah sampai mall karena sudah janjian dengan mama Nivi dan Nita akan bertemu dan menghabiskan waktu bersama,tiba-tiba mendapat telpon dari mommy Sarah untuk datang kerumahnya. Jadi saat ia sudah bertemu dengan mama dan adiknya,ia mengajak mama dan adiknya untuk sama-sama kerumah mommy Sarah,sekalian berkenalan dengan mommy Sarah.


Mama Nivi pun menyetujuinya,karena sekalian ingin mengenal sosok mommy Sarah,mama Nivi juga ingin berterimakasih sekaligus ingin menitipkan langsung anak gadisnya ke mommy Sarah.


Mereka pun pergi ke rumah mommy Sarah menggunakan mobil yang mama Nivi pakai.


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Sampai lah mobil Yordan didepan mobil mommy Sarah. Sebelum ia memasukkan mobilnya ke dalam,tak lupa ia kembali berdoa dalam hati.


Kini mobil Yordan sudah berada di halaman rumah,Yordan keluar dari dalam mobil. Yordan mengernyitan keningnya karena ada mobil lain yang terparkir di halaman rumah orangtuanya.


"Apa ada tamu?!!" Tanya Yordan dalam hati. Dengan langkah ragu-ragu,Yordan berjalan masuk kedalam rumah.


Sampai Yordan diruang tamu,tak ada orang disana. Tapi Yordan mendengar orang sedang bercengkrama di ruang keluarga. Karena penasaran Yordan pun melangkahkan kakinya ke ruang keluarga.


"Kak Yordan..." teriak Nita dari arah ruang makan dengan membawa nampan berisi cemilan.


"Loh..kok kamu bisa disini?" Tanya Yordan heran.


"Aku kesini sama mama sama kak Ica juga." Jawab Nita sambil berjalan ke hadapan Yordan.


"Ada Ica disini??? Mampus lah gue sengsara lagi..!!!" Gerutu Yordan dalam hati.


Nita pun berlalu dari hadapan Yordan meneruskan langkahnya ke ruang keluarga.


"Cemilan datang..." teriak Nita.


Sontak semua mata menoleh ke arah Nita. Begitu juga mata Ica,tapi yang Ica lihat bukan adiknya melainkan Yordan yang berjalan di belakang Ica.


Melihat Yordan yang membuang muka dari nya,hati Ica terasa sakit sekali. Ica menahan nafasnya sesaat untuk meredam sakit di hatinya.


Yordan pun duduk di single sofa.


"Dari mana kamu?" Tanya mommy Sarah dengan tatapan tajam.


"Dari kafenya Irlan mom." Jawab Yordan


Mommy Sarah memicingkan matanya,mencoba mengintimidasi anaknya.


"Beneran mom,kalau gak percaya telpon aja Dimas..!! Kata Yordan yang paham akan pandangan mommy nya.


Lah kok jadi Dimas yang di bawa-bawa? Kan harusnya Yordan menyuruh mommy nya bertanya pada Igo atau Irlan. Itu karena mommy Sarah sudah sangat tau bagaimana tabiat tiga sahabat gesrek itu. Saling menutupi kebusukan sahabat-sahabatnya. Hanya Dimas yang mommy Sarah percayai.


Mendengar nama Dimas disebutkan,mommy Sarah baru percaya pada anaknya.


Mommy Sarah dan mama Nivi asik berbincang-bincang. Entah pembicaraan apa yang sedang mereka bicarakan hingga melupakan orang-orang yang ada diruangan itu. Sedangkan Ica sesekali mencuri pandang pada Yordan,begitu pun Yordan yang sesekali mencuri pandang pada Ica. Lalu bagaimana dengan Nita dan daddy Edwin.

__ADS_1


Nita asik dengan hp nya,sedangkan daddy Edwin tetap setia duduk mendengarkan istrinya berbincang dengan teman barunya itu.


Merasa bosan dan tak dianggap Yordan pun permisi ke halaman belakang. Entah karena sedang asik berbincang dengan mama Nivi,mommy Sarah mengizinkan Yordan keluar dari ruangan itu.


Yordan berjalan ke halaman belakang,ia duduk di kursi taman. Ia mengeluarkan rokoknya dan korek dari dalam saku celananya,lalu mengambil sebatang rokok dari dalam bungkusnya dan memantikkan api kerokoknya. Ia menghisap rokok itu dan membuang asap nya ke udara.


Baru tiga kali hisap,tiba-tiba Ica datang dan langsung duduk disampingnya. Buru-buru Yordan membuang rokoknya ke tanah dan menginjaknya dengan sandal rumah yang ia pakai.


"Kenapa?" Tanya Yordan setelah mematikan rokoknya.


"Kakak sendiri kenapa?" Bukannya menjawab,Ica malah balik bertanya.


"Aku?" Sambil menunjuk dirinya.


"Emang aku kenapa?" Lanjut Yordan lagi.


Ica menghela nafasnya,ia sudah tidak tahan dengan sikap Yordan yang berubah seketika.


"Kakak kenapa sih dari tadi pagi gak jelas banget. Kasar,marah-marah,jutekin aku,emang aku salah apa sama kakak?" Tanya Ica dengan nada suara yang sedikit nge gas.


Yordan terdiam,ingin sekali ia mengatakan kalau dirinya selalu terangsang jika berdekatan dengan Ica,tapi tidak mungkin ia mengatakan itu pada gadis polos yang ada disampingnya.


"Masa sih?? Perasaan aku biasa aja." Elak Yordan.


"Aku ada salah yah sama kakak? Bilang kak,kalau aku ada salah,jangan malah jutekin aku.!"


"Gue biasa aja,loe kenapa sih baperan banget!!" Kini Yordan sudah sedikit kesal karena Ica yang terus mendesak Yordan jujur.


"Apa sih artinya aku buat kakak?" Tanya Ica,kini air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi.


Yordan melihat ke arah Ica,ia tak mengerti maksud dari pertanyaan Ica.


"Jawab kak!!" Kini mata mereka saling beradu.


Yordan menghela nafasnya. Kini ia tau apa maksud pertanyaan Ica.


"Loe tuh aspri gue,orang yang dipercaya mommy gue untuk ngintilin gue..!" Kata Yordan dengan berat hati,sebenarnya ia tidak ingin mengatakan hal ini,tapi ia juga tak mau bermanis-manis di hadapan Ica karena takut perasaan Ica padanya semakin mendalam.


Yordan bukan tidak tahu bagaimana perasaan Ica padanya,tapi Yordan selalu berpura-pura tidak tahu. Ia tidak ingin memberi harapan pada Ica,bukan karena Ica yang tidak pantas untuknya,tapi dia lah yang merasa tidak pantas untuk gadis sebaik Ica.

__ADS_1


__ADS_2