
Yordan yang mendengar teriakkan Ica yang menggelegar,tanpa menunggu nyawanya terkumpul semua,ia langsung membuka matanya dan mendudukkan tubuhnya.
"Kamu kenapa Ca.?" Tanya Yordan panik bercampur kaget.
"Jelasin sama aku ini apa!!" Tanya Ica dengan nada mengintimidasi sambil menyodorkan hp itu ke hadapan suaminya.
Yordan pun mengambil hp itu dan mulai membaca pesan yang di kirimkan kak Irna.
Sama dengan Ica,mata Yordan juga membelalak kaget. Kaget karena Ica sudah membaca pesan itu.
"Mampus gue!! Alamat perang dunia ini mah,terancam bobok di luar ini Jeki!!" Gerutu Yordan dalam hati.
"Ini...ini.." Yordan terbata-bata,ia tak tahu harus memberi alasan apa,karena si otak licik belum memberikan ide padanya.
"Jadi kakak sengaja ganti pil kb aku sama vitamin penyubur kandungan?!" Tanya Ica dengan nada meninggi.
"Maaf Ca." Hanya kata itu lah yang terlintas di kepala Yordan.
"Kita kan udah sepakat kak,tapi kenapa kakak ngingkarin kesepakatan kita dengan cara licik kayak gini? Kakak mempermainkan aku?!"
"Maaf Ca." Sekali lagi Yordan hanya mampu mengucapkan kata maaf.
"Aduh otak,kerja dong kerja!! Kasih gue ide. Singa betina udah ngamuk ini.!!" Gerutu Yordan pada si otak dalam hati.
__ADS_1
Ica semakin kesal karena Yordan terus mengatakan kata maaf tanpa memberikan penjelasan padanya. Ia menarik semua selimut dan menggulung selimut itu untuk menutupi tubuhnya yang polos.
"Aku mau pulang aja!!" Kata Ica sambil menurunkan kakinya ke lantai.
Mendengar Ica yang ingin pulang,Yordan langsung menarik tangan Ica.
"Jangan gini dong Ca. Kan aku udah minta maaf." Mohon Yordan dengan wajah memelas.
Ica menghempaskan tangan Yordan dan beranjak dari atas ranjang. Dengan susah payah ia memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai dan membawanya ke dalam ruang ganti. Yordan pun tak tinggal diam,ia juga memunguti jeruji kain si Jeki dan menyusul istrinya ke ruang ganti.
"Ca..jangan gini dong Ca. Baru satu malam kita bulan madu,masa kamu udah mau pulang sih?"
"Kakak mikirin perasaan aku gak sih waktu kakak ganti pil kb dengan vitamin itu? Kakak,kak Irna,mommy,daddy. Kalian semua bohongin aku!!!" Teriak Ica kesal.
"Mereka gak ada sangkut pautnya Ca,aku yang maksa mereka. Jadi kamu jangan bawa-bawa mereka dalam hal ini."
"Wajar kan Ca kalau kamu hamil,kamu kan udah punya suami. Apa kamu mau kelihatan seperti anak gadis terus,biar semua laki-laki bisa deketin kamu.!!" Inilah kebiasaan Yordan yang Ica tidak suka,Yordan sering sekali balik menyudutkan Ica jika ia sudah merasa terpojok.
"Terus aja tuduh aku kayak gitu!!! Kan aku udah bilang,aku bukannya gak mau hamil,aku cuma mau nunda!!! Aku mau fokusin kasih sayang dan perhatian aku buat kakak,begitu juga sebaliknya aku mau kakak fokusin perhatian dan kasih sayang kakak buat aku. Karena kalau kita punya anak,kita udah gak punya waktu untuk berduaan kak. Kasih sayang kakak juga pasti akan terbagi ke anak,begitu juga aku. Apa kakak gak bisa ngerti maksud aku?!" Teriak Ica. Setelah menumpahkan kekesalannya,Ica berjongkok dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya untuk menumpahkan airmatanya.
Yordan mengusap wajahnya kasar. Ia menyesal telah menyudutkan istrinya. Ia juga menyesal karena tak bisa mendalami maksud dan tujuan istrinya yang ingin menunda kehamilan. Ia mendekati Ica dan ikut berjongkok tepat di hadapan Ica. Yordan menarik tangan Ica agar memperlihatkan wajahnya.
"Maafin aku Ca yang kurang paham maksud kamu. Jujur,aku ngelakuin itu karena aku takut kamu ninggalin aku kalau ada laki-laki yang lebih muda dari aku deketin kamu. Aku pikir dengan kehadiran anak di dalam rumah tangga kita,itu bisa memperkokoh rumah tangga kita Ca."
__ADS_1
Ica mencubit dada Yordan sangking kesalnya dengan pemikiran suaminya.
"Auw..sakit Ca." Ringis Yordan sambil mengusap dadanya.
"Siapa suruh punya pikiran dangkal banget!! Apa dimata kak Yordan aku seperti perempuan yang mudah berpindah ke lain hati? Kalau memang gitu,kenapa kak Yordan dari dulu gak cari perempuan yang lebih baik dari aku?"
"Maaf Ca.."
"Aku gak mungkin kayak gitu kak,aku juga cinta sama kakak. Jadi buang jauh-jauh pikiran itu dari otak kakak!!"
Yordan pun mengangguk.
"Maafin aku yah Ca?" Tanya Yordan sambil menggenggam tangan istrinya.
Melihat wajah tulus sang suami,Ica pun luluh. Ia pun mengangguk.
"Jadi kamu masih mau kan minum vitamin itu?"
"Gak. Aku mau kita tetap nunda punya anak. Aku masih mau berduaan kayak gini kak."
"Kalau pasukannya Jeki udah berhasil masuk dan membajak pabrik untuk mencetak generasi aku gimana? Masa mau di gugurin?"
"Ya kalau udah jadi,yah mau gak mau kita terima. Tapi kalau bulan depan aku dateng bulan,aku mau langsung pake alat kontrasepsi aja."
__ADS_1
Yordan tak ingin menyerah untuk bisa memiliki buah cintanya dengan Ica. Apalagi ia teringat dengan wajah sang mommy yang sudah sangat ingin menimang cucu.
"Ca..umur aku tuh udah gak muda lagi. Umur aku udah matang,dan aku juga udah mapan. Setelah aku mendapatkan kamu,sekarang yang aku ingin sekali aku miliki itu cuma anak dari kamu Ca. Aku gak butuh hal lain di dunia ini selain kamu dan anak kita. Jadi aku mohon banget sama kamu,kasih aku satu anak dulu. Baru setelah itu kamu mau nunda bertahun-tahun untuk kita punya anak ke dua,aku ikhlas. Tapi kalau sekarang kamu mau nunda,jujur Ca,aku gak ikhlas."