
Ica dan bang Satria pergi dari area bioskop untuk mengisi perut mereka disalah satu restoran yang ada di mall itu. Dengan bergandengan tangan layaknya orang yang sedang pacaran. Senyum Ica juga tak pernah luput dari wajahnya. Dan itu semua sukses membuat darah Yordan mendidih. Ingin sekali Yordan menghampiri pasangan tersebut dan memberi bogem mentah ke si laki-laki,tapi untuk saat ini otak Yordan masih bisa berfungsi dengan baik sehingga ia tak melakukan hal memalukan itu. Tapi entahlah kalau ia terus-terusan melihat Ica bermesraan dengan laki-laki itu,bisa jadi rasa cemburu yang belum ia sadari itu menguasai otaknya.
⭐⭐⭐⭐⭐
Ica dan bang Satria memasuki restoran western food,mereka duduk berhadapan.
Pelayan pun datang mengantar buku menu,Ica dan bang Satria memesan makanan mereka. Setelah mengatakan makanan yang ingin mereka makan,pelayan pun pergi meninggalkan meja Ica dan bang Satria
"Gimana hubungan mu sama papa Fano?" Tanya bang Satria setelah pelayan itu pergi.
"Buruk bang,Ica udah gak tinggal dirumah. Papa juga marah besar sama Ica,bahkan papa udah gak mau anggap Ica anaknya lagi." Tampak wajah kesedihan Ica saat mengatakan itu.
Bang Satria mengangguk. Dia bukannya tidak tau apa yang terjadi pada Ica. Ia sudah mendengar tentang Ica dan Nia dari adiknya Tia.
"Kamu yang sabar yah,lambat laun papa Fano pasti akan berubah. Yang penting sekarang kamu harus berusaha keras untuk sukses dan tunjukkan sama papa Fano kalau apa yang dia pikirkan baik tidak selamanya baik untuk anaknya.
Ica mengangguk lemah.
"Oh iya kabar kak Yola gimana?" Ica menanyakan kabar kekasih bang Satria yang sudah lima tahun lebih menjalin kasih dengan bang Satria
"Baik. Dia di New York sekarang. Lanjutin sekolah design."
"New York?" Lirih Ica. Dia jadi teringat dengan tawaran mommy Sarah.
"Kenapa? Kamu mau sekolah ke New York juga?" Tanya bang Satria
Ica pun menceritakan tentang tawaran mommy Sarah kepada bang Satria
"Wah kesempatan bagus itu Ca. Ambil aja.!! Kapan lagi ada orang baik yang mau nyekolahin kamu jauh-jauh ke sana. Udah terima aja." Bujuk bang Satria
"Justru karena itu bang,Ica takut nanti hasilnya ngecewain mommy Sarah." Ica menunduk.
Bang Satria pindah tempat duduk ke samping Ica. Ia membelai kepala Ica dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Kerja keras gak akan mengkhianati hasil Ca,jadi kamu jangan menyerah gitu dong. Masa belum masuk ke medan perang udah ngibarin bendera putih duluan. Apalagi bakat kamu emang di seni,jadi apa yang perlu kamu putus asain?? Ayo dong Ca semangat!!" Kata bang Satria memberi semangat pada Ica.
Mendengar kata-kata penyemangatan dari bang Satria,api semangat Ica kembali berkobar.
Pelayan pun datang membawa makanan pesanan mereka.
Selesai makan mereka kembali ke area bioskop karena film yang akan mereka tonton akan segera di mulai. Lagi dan lagi Ica dan bang Satria berjalan dengan bergandengan tangan,membuat sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka semakin panas.
Sepertinya otaknya sudah berhasil di kuasai oleh rasa cemburu yang membara.
Yordan berjalan dengan cepat ke arah Ica dan bang Satris. Dan menyentakkan gandengan tangan Ica dan bang Satria dari belakang. Membuat Ica dan bang Satria menoleh ke arah Yordan.
"Kak Yordan???" Mata Ica membulat sempurna melihat siapa pelaku yang sudah berani melepaskan paksa gandengan tangannya dengan bang Satria.
Sedangkan bang Satria mengernyitkan keningnya bingung,karena melihat ekspresi Yordan yang sepertinya sangat marah pada mereka berdua.
"Jadi ini laki-laki yang sedang kamu kencani?" Tanya Yordan dengan raut wajah marah bak laki-laki yang sedang cemburu karena mendapati kekasihnya selingkuh.
Ica menyeringai licik,dia merasa ini kesempatan balas dendam. Biar Yordan tidak besar kepala karena sudah mematahkan hati Ica.
"Iya emang kenapa?" Jawab Ica dengan tampang songongnya.
Bang Satria yang mendengar kata-kata Ica langsung menatap Ica dalam-dalam. Ica yang mendapat tatapan dari bang Satria mengerlingkan satu mata nya untuk memberi kode seolah mengatakan 'ikutin aja drama Ica bang!!'. Untungnya bang Satria paham dengan kode yang Ica berikan.
"Beb kenalin ini tuh anaknya mommy Sarah."
Mata Yordan membulat sempurna mendengar Ica memanggil laki-laki itu dengan sebutan beb. Otaknya langsung treveling,karena wanita-wanita ons nya selalu meneriakkan kata 'beb' disetiap desahan mereka ketika sedang olahraga ranjang dengan Yordan.
Melihat ekspresi Yordan yang kaget,bang Satria tersenyum penuh arti.
"Kayaknya seru juga ngerjain nih bule." Kata bang Satria dalam hatinya.
Bang Satria menjulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri pada Yordan.
__ADS_1
"Satria."
Namun Yordan tidak menyambut uluran tangan bang Satria
"Cih.." malah Yordan membalas dengan berdecih. Lalu arah matanya menatap Ica.
"Ayo balik ke kantor,ini masih jam kantor!!" Yordan menatap tajam pada Ica.
"Kurang jelas yah yang tadi aku bilang,aku udah izin sama mommy Sarah kalau aku kerja setengah hari." Ica tak kalah tajam menatap Yordan.
"Iya tapi mommy kan gak tau kalau kamu izin buat pergi kencan!!" Balas Yordan.
"Mommy tau kok!!! Malah mommy yang suruh aku untuk pesen hotel sekalian.!!" Kata Ica lagi ditambah sedikit bumbu-bumbu kebohongan.
Yordan dan bang Satria sama-sama terkejut mendengar kata-kata Ica.
Yordan sudah berpikir yang aneh-aneh mendengar kata-kata hotel,ia seolah tidak rela jika Ica berduaan dengan bang Satria di kamar hotel.
Sedangkan bang Satria,ia tak menyangka otak Ica yang dia kenal sangat polos,bisa-bisanya menyebutkan kata hotel.
"Kenapa gak percaya? Biar aku telpon mommy!!! Sekalian aku laporin ke mommy kalau kak Yordan ngintilin aku pacaran!!" Ancam Ica.
"Ish...ke geeran loe!! Siapa juga yang ngintilin!! Orang gue baru kelar makan siang juga,gue gak nyangka aja bisa ketemu sama loe disini!!" Jawab Yordan gugup.
"Cih..gak usah boong!! Terus ngapain kak Yordan sampai ke lantai ini?? Mau nonton bioskop juga?" Tanya Ica. Karena memang di lantai itu,hanya khusus bioskop.
Yordan melihat sekeliling,dia baru sadar kalau sekarang ia sudah berada di lantai khusus bioskop. Tamat lah harga diri Yordan,karena ia sudah tak bisa mengelak lagi dari tuduhan Ica.
"Udah..udah kok jadi ribut-ribut sih beb. Mending kita masuk aja,film nya udah mau mulai." Bang Satria menarik tangan Ica untuk mendekat ke sisinya,menengahi perdebatan Ica dan Yordan.
"Loe mau ikut nonton bareng kita atau mau pulang bro?" Tanya bang Satria pada Yordan.
Sejenak Yordan berpikir,pulang ke kantor pun ia juga tidak bisa bekerja karena pikirannya pasti tidak akan tenang memikirkan Ica.
__ADS_1