Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 187


__ADS_3

Setelah hampir setengah jam berkendara membelah jalanan,akhirnya mobil yang Yordan kendarai tiba juga di hotel miliknya yang ia bangun bersama Irlan dan Igo.


Yordan dan Ica melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam gedung hotel. Yordan pun meminta pada manajer hotel untuk memberikan kartu untuk membuka kamarnya yang ada di lantai paling atas. Setelah kartu sudah di tangan,Ica dan Yordan menaikki lift khusus untuk pemilik hotel menuju kamar mereka.


Ceklek. Yordan membuka pintu kamarnya.


Ica pun masuk terlebih dahulu baru disusul Yordan dari belakang. Setelah Yordan masuk,cepat-cepat Yordan mengunci pintu kamarnya dari dalam secara manual. Takut-takut keberadaan mereka di hotel tersebut terendus si bule bar-bar dan si bule bar-bar menyusul mereka ke hotel karena tidak sanggup mengasuh baby Millie.


Begitu Yordan selesai mengunci pintu,Yordan langsung menarik tangan Ica dan mendorong Ica ke tembok dan menghimpit tubuh Ica. Tanpa basa-basi,Yordan langsung meraup bibir Ica dan mengunyah bibir indah itu dengan sangat rakus. Dan aksi Yordan itu mendapat sambutan meriah dari Ica,karena Ica juga membalas kunyahan bibir sang suami tak kalah rakusnya.


Tangan Yordan juga tak tinggal diam,perlahan tangan itu membuka sletting dress Ica. Setelah sletting terbuka,Yordan membuka dress Ica sehingga memperlihatkan pundak mulus istrinya. Yordan berhenti mengunyah bibir Ica agar Ica bisa mengambil nafas,namun bibir Yordan tak tinggal diam begitu saja. Kini bibir Yordan sedang menjelajah ke leher jenjang sampai ke pundak sang istri dan memberikan tanda kepemilikannya disana.


"Ssshh...ah..kak." desah Ica saat tangan Yordan juga bermain di pintu terowongan Icablanca.


Mendengar ******* sang istri,hasrat Yordan semakin menggebu-gebu,di bawah sana sang sahabat juga sudah siap untuk kembali balapan.


Saat tangan Yordan yang satunya sedang bermain dengan pintu terowongan,tangan Yordan yang satu lagi sedang berusaha membuka dress Ica agar bisa menampakkan buah siicakama yang masih tertutup pembungkus. Hanya dengan sekali tarikan,kini dress Ica sudah terbuka di bagian atasnya. Kini tangan Yordan beralih ke pengait pembungkus buah siicakama yang berada di belakang. Tak perlu susah payah untuk Yordan membuka pengait itu,karena memang tangannya sudah sangat terlatih untuk membuat polos tubuh sang istri.


"Ah..kak..stop dulu." Ica menahan mulut Yordan yang hendak menikmati buah siicakama.


"Kenapa?" Tanya Yordan dengan suara serak dan nafas yang memburu karena hasrat yang sudah menggebu.


"Aku pompa dulu." Kata Ica sambil mendorong tubuh Yordan pelan.


Yordan menggelengkan kepalanya, ia tidak sanggup harus menunggu Ica memerah sari-sari buah siicakama.


"Gak usah Ca,biar aku pompa manual aja."


"Enak aja!! Ini tuh buat Millie."


"Aku kan juga butuh asupan nutrisi Ca,bukan cuma Millie doang. Udah akh gak usah banyak alasan,pokoknya aku udah gak bisa nunggu." Yordan langsung mengangkat tubuh Ica dan berjalan menuju sofa.


Sesampainya di sofa,Yordan langsung merebahkan tubuh Ica dan mulai menindihnya. Yordan kembali mengunyah bibir Ica dengan sangat rakus,tangannya juga tak mau tinggal diam dan ikut bekerja memberi sengatan-sengatan pada buah siicakama.


Tak perlu waktu lama bagi Yordan untuk menjatuhkan Ica dalam jurang kenikmatan,karena hanya dengan sedikit sengatan,Ica langsung terbuai dengan permainan sang suami. Yordan pun buru-buru melepas semua kain yang menempel di tubuhnya dan tubuh Ica. Kini mereka sudah sama-sama polos.

__ADS_1


Yordan mulai menindih tubuh Ica dan kembali melakukan pemanasan sebelum Jeki balapan di terowongan Icablanca.


"Ini beneran udah bisa Ca?" Tanya Yordan yang sudah siap menggiring sang sahabat masuk ke arena balap. Masih ada keraguan dalam diri Yordan untuk membawa Jeki ke dalam terowongan milik Ica.


"Udah kak." Jawab Ica dengan nafas yang terengah-engah,padahal balapan belum di mulai.


"Kalau nanti longsor lagi gimana?"


"Ya gak bakalan lah kak."


"Bener yah? Pokoknya jangan salahin aku kalau sampe terowongannya kena longsor susulan nanti."


Ica mengangguk.


Yordan pun mulai menggiring sang sahabat untuk masuk ke dalam terowongan.


"Tunggu...tunggu.." Ica menahan kepala Jeki yang sudah menyundul pintu terowongan.


"Apalagi sih Ca? Jangan bilang kamu berubah pikiran!!" Kesal Yordan.


Yordan menganga mendengar permintaan Ica.


"Gak akh,gak mau.!" Tolak Yordan.


"Aku belum kb kak."


"Astaga Ca.!!! Harusnya kamu prepare dong Ca sebelum minta Jeki balapan.!!" Geram Yordan.


"Aku lupa."


"Jadi gimana ini? Aku gak punya stok APD."


"Ya udah beli dulu."


"Ngaco kamu!! Kenapa tadi pas di jalan kamu gak bilang. Sekarang lagi enak-enaknya,kamu suruh aku jeda dulu cuma buat beli APD. Udah lah kita gas aja,nanti selesai ini,aku suruh orang beli pil kb buat kamu."

__ADS_1


"Gak akh. Aku gak mau pake pil,nanti kakak ganti lagi pil nya sama vitamin penyubur kandungan."


"Astaga Ca,itu kan dulu. Kalau sekarang,aku juga gak mau kamu hamil lagi."


"Cih.." Ica berdecih sambil memutar bola matanya malas.


"Mau diterusin gak nih? Atau kamu mau kita debat aja."


Ica menggeleng.


"Ya udah ayo terusin."


Yordan pun kembali menggiring sahabatnya untuk masuk ke dalam terowongan Icablanca.


Suara ghoib pun keluar dari mulut Ica,mata Ica juga hanya kelihatan putihnya saja saat Jeki berhasil masuk ke dalam terowongan miliknya.


Beda dengan Ica yang sudah seperti orang kesurupan saat Jeki masuk kedalam terowongan Icablanca,ekspresi Yordan malah terlihat datar.


Ica membuka matanya saat tak mendengar suara ghoib keluar dari mulut sang suami.


"Kenapa kak? Terowongannya udah gak enak lagi yah?" Tanya Ica saat melihat wajah datar sang suami. Ica jadi insecure pada dirinya sendiri.


Yordan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa muka kakak datar gitu?"


"Aku cuma lagi mikir aja Ca,ini terowongan udah kena pelebaran jalan,tapi kok rasanya masih sama kayak pertama kali aku buka jalan."


Ica tersenyum malu saat mendengar pengakuan Yordan


"Rasanya tuh gigit banget. Kalau gini mah,gak bisa cuma sekali putaran Ca."


"Ya udah,kalau gitu malam ini kita nginap disini aja." Kata Ica sambil mengalungkan lengannya ke leher Yordan dan menarik leher Yordan agar Ica bisa mendaratkan bibirnya dengan bibir sang suami.


Dan siang itu,untuk pertama kalinya setelah Jeki puasa empat puluh tiga hari akhirnya Jeki bisa kembali balapan di terowongan yang sebenarnya,bukan balapan di goa bergigi maupun balapan di tebing lagi.

__ADS_1


__ADS_2