
Mendengar kata obat super,sontak Igo langsung menghentikan tawanya. Ia baru ingat kalau ia juga mempunyai kekuatan di atas ring empuk karena jasa si obat super. Wajah ketir pun tak bisa di sembunyikan Igo.
"Kenapa muka loe gitu?!" Tanya Yordan yang melihat perubahan wajah Igo.
"Jangan-jangan nanti nasib gue sama lagi kayak loe!!! Apalagi gue...." Igo tak melanjutkan kata-katanya.
"Kemaren durasi loe berapa menit?!" Tanya Igo penasaran sebelum ia melanjutkan kata-katanya. Hanya sekedar untuk membandingkan ketangguhan Jeki dengan Dragon.
"Dua puluh menit. Itu pun ronde ke dua gue udah kehabisan bahan bakar. Tapi gara-gara si Ica yang masih gelisah,mau gak mau gue push tenaga gue sampe ronde keempat." Jawab Yordan jujur.
"Sial,masih mending dia berarti!!! Lah ini si Dragon cuma tahan lima menit udah nyembur kalau gak pake jasa obat super!!" Gumam Igo dalam hati membandingkan Dragon dengan Jeki.
"Bisa aja kan itu gara-gara si Jeki mabok lubang sempit,makanya durasinya segitu." Kata Igo coba mentransfer pikiran positifnya ke Yordan.
Yordan menggedikkan bahunya.
"Entah lah. Bisa jadi sih begitu."
"Pokoknya mulai besok gue mau rajin olahraga sama makan-makanan sehat,jadi seminggu lagi si Jeki bisa totalitas menampilkan aksi terbaiknya di arena balap.!"
"Seminggu lagi? Emang loe mau gempur si Ica lagi?!" Tanya Igo yang belum mengetahui tentang hajatan besar yang akan terlaksana seminggu lagi.
"Ya iya lah. Kan seminggu lagi status Ica udah berubah jadi bini gue." Kata Yordan sombong sambil menaik turun kan alisnya.
Mata Igo membelalak mendengar kata-kata Yordan.
"Haaaah???? Seminggu lagi?! Yang bener loe?!" Tanya Igo tak percaya dengan mata yang masih membelalak.
"Beneran lah. Lusa gue kirim undangannya."
"Kok cepet banget loe nikahnya? Jangan-jangan waktu si Ica di NY loe udah unboxing duluan lagi,nah terus sekarang si Ica lagi hamidun?!" Tanya Igo curiga.
"Sembarangan loe!!! Orang gue baru unboxing juga semalem kok!!" Protes Yordan tak terima dengan kecurigaan Igo.
"Ini semua keputusan si bule bar-bar yang nikahin kita berdua cepet-cepet. Takut cebongnya si Jeki berubah jadi embrio duluan kalau di tunda-tunda."
"Jadi kemaren pagi loe beneran ke jaring razia sama madam mommy?!"
Yordan menganggukkan kepalanya.
"Wah....bener-bener beruntung loe!!! Kalau emak-emak yang lain,pasti udah di gantung tuh si Jeki di pohon kelapa yang banyak tante kunti nya,biar jadi mainan si tante kunti tuh si Jeki.!"
"Itu lah hebatnya si bule bar-bar. Pikirannya gak sesempit terowongannya si Ica." Kata Yordan membanggakan sang mommy.
__ADS_1
"Eh...ngomong-ngomong gimana rasanya Dan unboxing yang masih bersegel?!" Tanya Igo penasaran,karena dirinya memang belum pernah merasakan rasanya buka segel.
"Sini loe gue kasih tau.!" Yordan menyuruh Igo untuk mendekatkan telinganya ke mulut Yordan.
"Rasanya tuh...HUUUUUUH EDAAAAN!!!"
⭐⭐⭐⭐⭐
Hari yang ditunggu Yordan pun tiba. Setelah melakukan janji sehidup semati dengan Ica di pagi harinya. Kini Yordan dan Ica sedang bersiap-siap untuk acara resepsi yang akan di selenggarakan jam delapan malam.
Ceklek. Yordan membuka pintu ruangan tempat Ica sedang di make up.
Sebelumnya Ica dan Yordan sengaja di pisahkan oleh mommy Sarah setelah acara janji suci selesai. Dengan tujuan,agar Yordan tak membuat jalan Ica terkangkang-kangkang saat resepsi nanti.
"Udah selesai?!" Tanya Yordan pada sang MUA.
"Sudah pak."
"Ya udah keluar sana. Gue mau berduaan sama bini gue dulu." Usir Yordan.
Tanpa membereskan alat make-up nya,tim MUA langsung keluar dari dalam ruangan itu.
"Acaranya udah mau mulai?!" Tanya Ica saat Yordan sudah duduk di sebelahnya.
Yordan tak langsung menjawab pertanyaan Ica,ia malah asik menatap wajah wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya.
Bukannya senang dengan gombalan Yordan,Ica malah memutar bola matanya malas.
"Gak usah ngegombal deh!! Aku tau kakak ngomong gini pasti ada maunya kan?!"
Yordan menyengir karena Ica tau maksud dan tujuannya.
"Kok kamu tau aja sih?!" Goda Yordan sambil menoel dagu Ica.
"Iiikkh jangan di toal-toel kak,nanti make up nya belang.!"
"Ca...."
"Apa?!" Jawab Ica ketus.
"Boleh yah.." rengek Yordan seperti anak kecil yang minta di belikan kinderjoy.
"Gak,pokoknya harus pake pengaman!!" Jawab Ica to the point karena mengerti akan arti rengekan Yordan.
__ADS_1
Tiga hari sebelum hari pernikahan mereka,Yordan sempat menyinggung soal acara malam kedua mereka dengan Ica,karena sebelumnya mereka sudah melakukan ritual malam pertama. Menurut informasi yang Ica dapatkan,kalau memang cebong hasil semburan si Jeki berhasil bertransformasi di dalam rahim Ica,itu berarti Jeki tidak boleh menyemburkan jutaan cebongnya lagi di dalam rahim Ica sampai usia kandungan Ica masuk trimester tiga.
Jadi untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan,meskipun belum ada hasil akurat dari aksi penolongan Yordan terhadap Ica malam itu,Ica memutuskan agar si Jeki memakai APD jika ingin masuk lagi ke dalam terowongan Icablanca. Setelah perundingan yang cukup alot,akhirnya Yordan pun dengan setengah hati menyetujui keputusan mutlak Ica.
Namun sepertinya di jam-jam terakhir sebelum acara balap liar berlangsung,Yordan kembali mengajak Ica bernegosiasi.
"Mana enak sih Ca. Nanti aku suruh Jeki buang di luar deh. Yah..yah..yah.." mohon Yordan.
Ica tetap menggeleng.
"Mau pake pengaman,atau sama sekali gak boleh masuk sampe kandungan aku trimester ketiga." Ancam Ica seolah-olah dirinya memang sudah berbadan dua.
Dan bodohnya Yordan,ia juga sepemikiran dengan Ica kalau cebong premium milik sang sahabat sudah berhasil berenang dan berubah menjadi embrio di dalam sana. Ulah siapa lagi kalau bukan mommy Sarah yang terus-terusan mencuci otak Ica agar Ica percaya kalau cebong si Jeki sedang dalam proses pembentukan jati diri.
Yordan menghela nafasnya,usahanya dalam bernegosiasi dengan Ica gagal total. Terpaksa sang sahabat harus kembali menggunakan APD yang telah lama ia museumkan.
"Iya deh iya.." jawab Yordan pasrah.
Tak lama mommy Sarah dan mama Nivi pun masuk ke dalam ruangan tempat Ica dan Yordan berada.
"Ngapain kamu disini?!" Tanya mommy Sarah menyelidik saat melihat anaknya berada satu ruangan dengan menantu kesayangannya. Ya iya lah menantu kesayangan,kan mommy Sarah cuma punya satu anak.
"Ya mau liat ISTRI Yordan lah mom." Jawab Yordan dengan penuh penekanan saat mengatakan kata istri.
"Cih.." cebik mommy Sarah.
"Udah lah Sar,mereka kan udah sah jadi suami istri,gak masalah lah kalau sekarang mereka berdua-duaan. Kamu kayak gak pernah ngalamin aja." Mama Nivi menjadi penengah sebelum perdebatan antara besannya dan menantunya bulenya di mulai.
Mendapat pembelaan dari mama mertuanya,hati Yordan bersorak gembira. Karena kata-kata mama Nivi sukses membuat mommy nya diam seribu bahasa.
"Kita keluar yuk,tamu undangan udah banyak yang dateng." Ajak mama Nivi.
Yordan pun membantu Ica untuk berdiri dari tempat duduknya dan memasukkan tangan Ica kedalam lingkaran tangannya. Mommy Sarah dan mama Nivi berjalan lebih dulu keluar dari dalam ruangan itu,kemudian diikuti Ica dan Yordan. Sesampainya di luar ruangan itu,ternyata sudah ada papa Fano dan daddy Edwin yang menunggu di depan pintu. Mereka berempat pun berjalan berenam pun berjalan bersama menuju tempat dimana acara resepsi di selenggarakan. Jangan tanyakan keberadaan Nita,adik Ica. Karena Nita sudah lebih dulu berada di tempat resepsi menemani Tia yang risih kerena terus di intilin Igo.
"Ca..aku ke toilet bentar yah." Izin Yordan pada istrinya saat mereka baru saja sampai di pelaminan.
"Iya,jangan lama-lama."
Yordan pun turun dari pelaminan. Tapi tujuannya menuju suatu ruangan dimana kejutan untuk Ica sebentar lagi akan ia tampilkan.
Waktu Yordan datang ke apartemen Igo,Igo menyarankan agar membuat kejutan romantis untuk Ica,karena acara lamaran dan pernikahan mereka yang jauh dari kata romantis dan menegangkan,yah..walaupun mereka menikah karena sedang sama-sama tegang.
"Gimana,kalian udah siap belum?!" Tanya Yordan.
__ADS_1
"Kok loe nanya mereka,harusnya mereka yang nanya loe,loe udah siap mental belum?! Tampil di depan ribuan undangan ini." Malah Igo yang menyahut. Igo sudah menunggu kedatangan Yordan ke tempat itu saat Yordan,Ica dan keluarga mereka masuk ke tempat resepsi.
"Mental gue ini mental baja bos,bukan mental kerupuk kulit,kena air langsung mlempem." Jawab Yordan dengan sombongnya,padahal jantungnya sudah dag dig dug,tangannya pun sudah keringat dingin sangking tegangnya,tapi untungnya si Jeki tidak ikut tegang,dia lagi bobok ganteng bersiap-siap begadang sampai Yordan memanggilnya.