
Ica menganga mendengar kata-kata Yordan. Bisa-bisanya sang suami hanya mengalihkan tempat untuk mereka beritual. Padahal mau nya Ica,Yordan menghilangkan kunjungan Jeki di siang hari.
Ica masih tak mau membuka suaranya.
Yordan yang tidak bisa di diamkan seperti itu oleh Ica,mau tidak mau mengalah.
"Ya udah..ya udah. Nanti siang Jeki gak ngapel. Udah akh jangan ngambek lagi,kalau masih ngambek,aku putar ke hotel nih." Ancam Yordan.
Sepertinya ancaman Yordan berhasil membuat Ica membuka suaranya.
"Bener yah?" Tanya Ica memastikan.
Yordan mengangguk.
"Janji?" Tanya Ica lagi.
Yordan kembali mengangguk.
"Iya gue janji,cuma siang ini doang Jeki gak ngapel." Kata Yordan dalam hati.
"Ya udah,nanti kak Yordan mau di bawain makanan apa?" Ica pun mengalihkan pokok pembicaraan mereka.
"Terserah kamu aja Ca. Aku ngikut aja sama kamu."
"Oke."
Tak lama mobil yang di kendarai Yordan pun tiba di depan calon butik Ica. Yordan pun ikut turun dengan sang istri untuk memantau tahap renovasi. Setelah melihat-lihat sebentar,Yordan pun berpamitan pada Ica untuk lanjut ke kantor.
"Aku pergi yah." Pamit Yordan sambil mengecup kening Ica. Sebenarnya Yordan ingin memberikan kecupan di bibir Ica,namun karena di tempat itu bukan hanya ada dirinya dan sang istri,Yordan pun mengurungkan niatnya itu.
Ica menganggukkan kepalanya.
"Hati-hati kak."
Ica mengantar Yordan sampai di depan mobil.
"Sam,Ray. Jaga bini gue yah. Awas kalau sampe bini gue ke gores!!" Kata Yordan pada Sam dan Ray yang kini menjadi pengawal pribadi sang istri.
"Siap den.." jawab Sam dan Ray bersamaan.
Yordan pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju SFF Group.
Karena jarak antara calon butik Ica dengan kantor SFF Group tidak terlalu jauh,jadi Yordan hanya perlu waktu dua puluh menit untuk Yordan tiba di perusahaan milik sang mommy.
Kini Yordan sudah duduk di kursi kebesaran yang ada di ruangannya. Karena mommy dan daddy nya sudah kembali dari acara bulan madu abal-abal,pekerjaan Yordan pun sedikit berkurang. Yah,walaupun sedikit,tapi paling tidak ia bisa pulang dengan tenang ke rumah. Tidak seperti saat orangtuanya tidak ada,walaupun pulang ke rumah tepat waktu sejak Ica ngambek,tapi sampai rumah tetap saja ia harus kembali berkutat dengan laporan dari sana-sini.
Ceklek. Tanpa mengetuk pintu mommy Sarah langsung membuka ruangan anaknya.
Yordan yang sudah tau kalau yang membuka pintu adalah sang mommy,tak mengalihkan pandangannya,ia tetap menatap layar laptopnya.
Sedangkan mommy Sarah langsung duduk di sofa.
__ADS_1
"Mommy mau ngomong." Kata mommy Sarah setelah mendaratkan bokongnya di sofa empuk di ruangan Yordan.
"Ya ngomong aja lah mom. Siapa juga yang bisa ngelarang mommy ngomong." Jawab Yordan santai,ia tetap tak tergoda untuk menatap sang mommy.
"Kalau orangtua ngomong di lihat mukanya,bukan malah lihat laptop!!" Kata mommy Sarah dengan nada sedikit meninggi karena kesal sang anak tak menatap wajahnya saat berbicara.
Yordan membuang nafasnya kasar. Karena tak mau ribut,akhirnya Yordan mengalihkan pandangannya dari layar laptop dan menatap wajah sang mommy.
"Mommy mau ngomong apa?"
Mommy Sarah mengeluarkan amplop putih dari dalam tas nya. Dan melambai-lambaikan amplop putih itu ke udara.
Melihat mommy nya melambai-lambaikan amplop putih,Yordan sudah ketar-ketir duluan.
"Mau bikin kegaduhan apa lagi ini si bule bar-bar?!" Yordan bertanya-tanya dalam hati,ia takut kalau isi amplop itu berupa hukuman untuknya.
"Gak usah curiga gitu sama mommy!! Mau ini gak?!" Kata mommy Sarah sambil terus melambaikan amplop itu di udara.
"Itu apaan lagi sih mom? Mommy kalau mau ngehukum Yordan,yah hukum aja lah langsung,gak usah pake drama gitu. Pake di masukin amplop segala. Buang-buang amplop aja!!"
"Mommy kepret pake saham kamu yah,makin lama makin curigaan aja sama mommy. Udah ini mau di ambil gak. Mommy hitung sampe tiga,kalau kamu gak ambil ini,mommy batalin tiket bulan madu kamu.!!" Ancam mommy Sarah. Ternyata yang mommy Sarah pegang sekarang adalah tiket bulan madu untuk Yordan dan Ica.
Mendengar kata bulan madu,cepat-cepat Yordan berdiri dari kursi kebesarannya.
"Tigaaa!!" Belum juga menghitung angka satu,mommy Sarah sudah menyebut angka tiga begitu melihat Yordan berjalan dengan antusiasnya.
"Ekh...gak bisa gitu,masa langsung tiga,angka satu sama dua nya mana!!"
"Mommy udah sebut kok,tapi dalam hati.." kata mommy Sarah sambil memasukkan kembali amplop itu ke dalam tas nya.
"Balikin gak!! Tadi aja nuduh mommy yang gak-gak!!"
"Ya kan Yordan pikir isi amplop ini hukuman mom,mommy kan sering banget begitu." Jawab Yordan sambil membuka amplop itu untuk memastikan isi amplop itu.
Yordan pun tersenyum sumringah saat melihat isi amplop yang ternyata dua lembar tiket bulan madu ke Hawai.
"Mommy nyuruh kamu bulan madu supaya kamu bisa kerja lebih keras lagi untuk mencetak penerus keluarga kita!! Jadi pergunakan waktu dan tempat yang mommy sediakan sebaik-baiknya."
"Waktu dan tempat,maksudnya?"
"Mommy udah sewa satu pulau kecil disana untuk kalian bulan madu. Dan mommy kasih kamu waktu bulan madu dua minggu."
"Kok dua minggu mom? Kenapa gak dua bulan?"
"Enak aja dua bulan!! Kalau dua bulan,Ica bisa gempor lah kamu bikin. Nanti pulang-pulang bukannya bawa bibit cucu,malah bawa bibit penyakit." Protes mommy Sarah.
"Pokoknya kamu tinggal terima beres disana. Mommy sengaja gak sediain tour guide untuk kalian. Jadi terserah kamu,kamu mau ngurung Ica dalam kamar selama dua minggu,itu urusan kamu. Yang penting abis bulan madu,kalian bawa kabar baik untuk mommy."
"Itu kan tergantung yang di Atas mom,kalau yang di Atas mau ngasih habis kami bulan madu,yah bagus. Kalau gak..."
"Kalau gak yah kalian usaha terus lah!! Kamu juga harus terus ingetin Ica untuk minum vitamin itu. Paham kamu.!!" Kata mommy Sarah memotong kata-kata Yordan.
__ADS_1
"Kalau usaha mah,Yordan orang yang paling gigih mom dalam berusaha. Makanya mommy juga bantu dalam doa dong. Ora et Labora mom,berdoa sambil berusaha. Yordan yang berusaha,mommy yang berdoa." Kata Yordan diakhiri tawa yang menggelegar.
"Cih.."
"Ya udah,mommy balik ke ruangan mommy. Kasih tau Ica,supaya dia siap-siap. Besok malam jam sembilan kalian berangkat pake pesawat pribadi daddy." Mommy Sarah pun berdiri dari tempat duduknya,ia pun keluar dari ruangan Yordan.
"Yes...yes...yes..!!" Yordan bersorak kegirangan setelah sang mommy keluar dari ruangannya.
"Akhirnya gue bisa ngerasain juga yang namanya bulan madu." Kata Yordan bahagia,yang ada di otaknya sekarang,ia bisa menggempur Ica sebanyak yang ia mau tanpa harus memikirkan pekerjaan. Padahal tanpa bulan madu pun,tiap hari juga Yordan selalu menggempur Ica.
⭐⭐⭐⭐⭐
Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore waktu setempat. Kini pasangan pengantin baru yang baru merealisasikan misi bulan madu telah tiba di sebuah pulau kecil di Hawai,pulau yang di kelilingi oleh laut,jadi untuk keluar dari pulau itu Yordan dan Ica harus menggunakan yahct mewah yang sudah mommy Sarah persiapkan untuk acara bulan madu mereka selama dua minggu.
"Aakh enaknya..." Ica langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang king size begitu mereka masuk ke dalam kamar.
"Masa sih?!" Tanya Yordan modus. Ia pun ikut menghempaskan tubuhnya,namun ia menghempaskan tubuhnya di atas tubuh Ica.
"Ikh...kakak!!! Berat tau!!" Pekik Ica saat Yordan menimpa dirinya.
"Cih..setelah sekian lama aku tindih,baru sekarang kamu bilang aku berat.!!"
"Au ah...pindah kak.!!"
Yordan menggelengkan kepalanya.
"Kita test keempukan ranjangnya dulu yuk Ca."
Mendengar kata-kata Yordan,Ica langsung mendorong tubuh suaminya sekuat tenaga.
"Auw.." pekik Yordan,karena Ica mendorongnya sampai ia terjatuh kelantai.
"Tenaga apa sih yang kamu pake,kuat banget dorongnya." Kata Yordan sambil berdiri dari lantai.
"Makanya jangan mesum!! Baru aja nyampe,udah ngajak begituan!!" Protes Ica.
"Siapa juga yang ngajak begituan,kan aku bilang test keempukan ranjang doang,bukan ngajak begituan. Otak kamu aja yang mesum!" Kata Yordan membela dirinya.
Ica memutar bola matanya malas. Tak ingin berdebat dengan suaminya,Ica pun bangun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Yordan yang melihat Ica masuk ke dalam kamar mandi ikut mengekori Ica dari belakang.
"Ngapain ngekor-ngekor?" Tanya Ica kesal karena sang suami mengekorinya.
"Mau liat kamar mandinya lah." Jawab Yordan,padahal mah dia lagi usaha menjalankan misinya untuk memulai ritual.
"Nanti aja,aku dulu yang pake kamar mandi. Kakak di luar dulu." Kata Ica sambil mendorong suaminya.
"Sama-sama aja lah Ca,biar hemat waktu juga."
"Gak!! Emangnya aku gak tau,itu cuma modus kakak doang.! Udah sana keluar.!" Ica pun mendorong Yordan keluar dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Huuuft...!! Gagal maning gagal maning.!!" Gerutu Yordan karena usaha untuk mempertemukan Jeki dan soulmatenya sejak dari dalam pesawat gagal terus.
Padahal Yordan ingin merasakan sensasi mempertemukan sang sahabat dengan soulmatenya di dalam pesawat,tapi selalu gagal. Alhasil mulai malam keberangkatan mereka sampai sore ini,Jeki belum bertemu dengan soulmatenya.