
"Bagus lah. Terus bagaimana dengan wanita itu.?!" Tanya mommy Sarah. Wanita yang dimaksud adalah Fika.
Mommy Sarah yang mendapat laporan dari Ray dan Sam secara detail tentang apa saja yang Yordan lakukan di club tadi malam. Tidak percaya dengan apa yang Yordan lakukan. Meski mommy Sarah tidak menyukai Fika,tapi tetap saja tindakan Yordan sudah di luar batas,dan mommy Sarah berharap,Fika tidak kenapa-kenapa. Mommy Sarah pun menyuruh Ray dan Sam mencari tau tentang keadaan Fika. Mommy Sarah bisa bernafas lega karena ternyata Fika tidak di gilir seperti ketakutannya.
"Wanita siapa?!" Tanya Yordan pura-pura tidak tahu apa maksud sang mommy.
"Mantan kamu itu.!!" Jawab mommy Sarah geram karena Yordan pura-pura tidak tahu.
"Oh.." Yordan malah ber oh ria.
"Kamu tuh yah!!! Bisa-bisa nya kamu punya pikiran berbuat sekeji itu sama dia.!"
"Kan Yordan belajar dari mommy." Yordan membalas kata-kata sang mommy.
"Cih..!! Untung saja perempuan itu gak di gilir betulan,kalau sampai digilir betulan,bisa aja dia akan melakukan serangan balasan ke kamu!!! Syukur-syukur kalau dia balas dendam sama kamu,kalau Ica yang jadi sasaran gimana??"
"Karena Yordan yakin mereka gak akan sudi ngegilir si tante,makanya Yordan berbuat gitu. Yordan cuma ngegertak si tante aja mom. Yordan kan tau seleranya Ryan cs gimana." Jawab Yordan santai.
"Yah...walaupun ternyata si Ryan malah nafsu ngeliat si tante." Kata Yordan lagi sambil ketawa geli karena tadi pagi Ryan menghubunginya dan menceritakan tentang kedahsyatan gempa yang terjadi di private room tadi malam. Bahkan Ryan meminta Yordan mengatur jadwal agar Ryan dan Fika bisa saling membuat gempa.
Mommy Sarah menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar kata-kata Yordan,ternyata Yordan sudah memperhitungkan semuanya sebelum melakukan hal-hal yang di luar nalar.
"Tapi mommy harap kamu gak usah berurusan lagi sama wanita itu. Dan satu lagi,kalau perlu kamu jangan pergi ke club malam itu lagi.!!"
__ADS_1
"Yordan disana kan gak ngapa-ngapain mom,cuma dateng,masuk private room,minum,ngerokok,cerita-cerita sama Igo,udah gitu doang. Yordan manatau kalau si tante tiba-tiba nongol."
"Makanya hal yang tiba-tiba itu yang harus kamu antisipasi. Dari pada kamu tiba-tiba ketemu sama dia,yah mending kamu gak usah kesana lagi bule kampret.!!!" Geram mommy Sarah karena Yordan tak mau mendengar nasehatnya.
"Iya mom,iya. Yordan gak akan kesana sering-sering. Tapi sesekali boleh lah mom,ngilangin penat.!!"
PLETAAK.. Mommy Sarah menjitak lagi jidat Yordan.
"Auw..mom,sakit!!!"
"Habisnya kamu kalau di kasih tau gak mau denger!!! Tinggal bilang 'iya' aja apa susahnya sih bule kampret!! Gak usah pake embel-embel di belakangnya!! Ngilangin penat...ngilangin penat,apa kunjungan kamu ke NY tiga bulan sekali itu belum cukup ngurangin penat??!" Kata mommy Sarah dengan nada yang sudah meninggi.
Yordan memutar bola matanya malas.
"Iya mom,iya. Yordan gak akan kesana lagi." Kata mulut Yordan. Tapi dalam hatinya 'tapi boong,hayuuuuu...!!'.
⭐⭐⭐⭐⭐
Tiga bulan kemudian.
Hari ini adalah hari terakhir Ica ujian semester. Setelah ujian selesai,Bryan dan teman-teman sekelas mereka yang lainnya mengajak Ica untuk merayakan di club malam. Mungkin bagi mereka hal seperti itu biasa,tapi tidak dengan Ica. Cukup sekali ia menginjak club malam saat Ica mencari sang adik yang di bawa lari oleh pacarnnya,dan mulai hari itu Ica tak mau lagi menginjak club malam.
Berulang kali Ica menolak ajakan teman-temannya,tapi teman-temannya terus membujuk Ica agar mau ikut dengan mereka. Pertahanan Ica pun runtuh karena teman-temannya mengancam tidak akan mau berteman lagi dengan Ica. Ica pun mau ikut namun dengan berbagai syarat. Syaratnya adalah mereka harus berada di private room,mereka tidak boleh memaksa Ica untuk ikut ke lantai dansa dan jangan memaksa Ica untuk minum minuman beralkohol,dan pulang tidak boleh lewat dari jam dua belas malam. Teman-teman Ica pun menyanggupi syarat dari Ica,yang penting bagi mereka Ica ikut bersenang-senang dengan mereka.
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh,teman-teman Ica pun datang menjemput Ica di apartemennya. Dengan menggunakan dua mobil,karena jumlah mereka sepuluh orang,mereka pun berangkat ke club malam. Tak lupa dua bodyguard yang Yordan siapkan untuk Ica selalu mengikuti kemana pun Ica pergi,walaupun dua bodyguard itu mengikuti Ica dari kejauhan,karena begitulah permintaan Ica.
Sepertinya Ica lupa kalau hari ini Yordan akan tiba di New York.
Yordan yang baru saja tiba di New York,langsung menyuruh supir yang menjemputnya untuk langsung ke apartemennya yang bersebelahan dengan unit apartemen Ica.
Akibat badan yang sudah sangat lelah, Yordan pun tertidur sepanjang perjalanan dari bandara ke apartemen.
"Tuan,kita sudah sampai." Kata sang supir.
Yordan pun mengerjapkan matanya.
Ia pun keluar dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung apartemen sambil menggeret koper kecil miliknya. Begitu sampai di depan pintu unit apartemennya,Yordan melirik sejenak pintu unit apartemen Ica. Ingin sekali Yordan mampir sejenak ke dalam unit apartemen Ica dan memeluk Ica sebentar sebagai obat penawar jetlag. Namun ia tidak sampai hati melakukan itu karena waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam,Yordan yakin kalau Ica pasti sudah tertidur pulas di dalam kamarnya.
Yordan pun masuk ke dalam unit apartemennya.
"Malam tuan." Sapa salah seorang bodyguard yang bertugas mengawasi apartemen Ica dari layar monitor.
"Malam. Loh,mana teman kalian yang dua lagi?!" Tanya Yordan karena hanya melihat dua orang bodyguard di dalam apartemennya.
"Oh. W dan X sedang mengikuti nona Ica tuan." Jawab salah seorang bodyguard yang Yordan beri panggilan Y.
"Apa Ica masih di luar jam segini?!" Y dan Z pun menganggukkan kepala mereka bersamaan.
__ADS_1
"Kemana?" Tanya Yordan dengan nada yang sedikit meninggi karena tidak ada satupun dari mereka berempat memberi laporan sebelumnya.
Sebenarnya bukan mereka tidak memberi laporan,tapi hp Yordan yang tidak bisa di hubungi jadi mereka hanya mengirim pesan ke nomor Yordan. Namun sayangnya,sampai detik ini Yordan belum memegang hp nya dan membuka pesan yang di kirim oleh bodyguard itu.