Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 173


__ADS_3

"Kok daddy disini?" Tanya Yordan pada daddy Edwin saat melihat daddy Edwin sedang mondar-mandir di depan ruang bersalin.


"Memangnya daddy bisa masuk!! Cepetan kamu masuk,terus suruh mommy mu keluar!" Perintah daddy Edwin pada Yordan.


Yordan pun mengangguk dan membuka pintu ruang bersalin.


Setelah Yordan masuk,daddy Edwin langsung meminta perawat membawakan barang-barang yang Yordan bawa ke dalam kamar rawat Ica.


"Kamu kemana aja sih Dan lama banget!!! Udah tau istri mau melahirkan bukannya gesit.!" Omel kak Irna saat melihat Yordan di depan pintu ruang bersalin.


Yordan memutar bola matanya malas mendengar omelan Irna,ia tetap meneruskan langkahnya menghampiri Ica yang sedang mencengkram tangan mommy Sarah dan menjambak rambut mommy Sarah untuk menyalurkan rasa sakitnya.


"Auw Dan...cepet kamu gantiin mommy. Mommy udah gak kuat!!" Keluh mommy Sarah. Kini penampakan mommy Sarah sudah sangat acak-acakan.


Yordan menelan slivanya kasar dan berjalan perlahan mendekati ranjang Ica.


"Kok perasaan gue jadi gak enak gini yah." Gumam Yordan dalam hati. Tiba-tiba saja bulu kuduknya berdiri melihat keganasan Ica 'menganiaya' mommy Sarah.


"CEPETAN BULE KAMPRET!!!!" Teriak mommy Sarah saat melihat Yordan yang berjalan seperti kura-kura bunting.


Yordan pun langsung mempercepat langkah kakinya seperti karyawan yang akan mengambil gaji.


"Ica sayang..sekarang kamu jambak-jambakin rambut suami kamu aja yah. Kalau kamu punya dendam pribadi yang belum bisa di luapkan,luapkan aja sekarang. Jambakin,cakarin,kalau perlu kamu tampar aja sekalian suami gendeng kamu ini. Mommy bantu doa aja dari luar." Kata mommy Sarah sambil sekuat tenaga melepaskan tangan Ica yang masih menjambak rambutnya dan mencengkram tangannya,lalu cepat-cepat mommy Sarah menjauhi Ica sebelum kontraksi hebat kembali datang.


"Sini kamu temenin istri kamu!!! Biar kamu juga ngerasain sakitnya melahirkan gimana!!" Mommy Sarah langsung menarik tangan Yordan yang berdiri di tempat yang masih agak jauh dari ranjang Ica.


"Aaaaaaa...." kembali Ica menjerit tanda kontraksi hebat kembali datang.


Mendengar suara jeritan Ica,rasa-rasanya ruang bersalin itu semakin horor saja bagi Yordan. Jika biasanya Yordan sangat menantikan jeritan saat Ica pelepasan,namun kali ini Yordan benar-benar tidak ingin mendengar jeritan itu.


Sama hal nya dengan Yordan yang merasakan kehororan jeritan Ica,mommy Sarah juga merasakan kehororan jeritan menantu kesayangannya. Cepat-cepat mommy Sarah berlari menuju pintu keluar ruang bersalin,namun sebelum mommy Sarah berlari,mommy Sarah mendorong tubuh Yordan agar bisa di jadikan tempat pelampiasan rasa sakit.

__ADS_1


"Mom...mau kemana? Temenin Yordan disini mom!!!" Teriak Yordan saat melihat sang mommy hendak keluar dari ruang bersalin. Sepertinya Yordan lupa akan titah sang raja yang meminta agar ratunya segera keluar dari ruang bersalin.


Mommy Sarah tak menghiraukan teriakan Yordan yang ingin dirinya tetap tinggal di dalam,ia tetap keluar dari ruang bersalin.


"Huft...aman.!!" Kata mommy Sarah sambil menghela nafasnya lega.


Tanpa mommy Sarah sadari keputusannya untuk keluar dari ruang bersalin adalah keputusan yang salah. Karena di depan pintu ruang bersalin,ada daddy Edwin yang sedang menunggu istrinya keluar.


"Ekhem." Daddy Edwin berdehem agar mommy Sarah menyadari keberadaannya.


Mommy Sarah yang sangat hapal dengan suara berat laki-laki yang berdehem tepat di hadapannya,langsung membuka matanya perlahan.


"Ed..." lirih mommy Sarah.


Mata daddy Edwin langsung memperhatikan penampilan istrinya dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Melihat tatapan sang suami yang mengintimidasi,mommy Sarah menelan slivanya susah payah. Ia yakin kalau sebentar lagi dirinya akan kena pasal berlapis dari sang suami.


"Sini kamu." Daddy Edwin langsung menarik tangan istrinya menuju kamar rawat Ica yang sudah jauh-jauh hari di booking.


Daddy Edwin mendudukkan mommy Sarah di sofa yang ada disana,setelah itu ia berjalan menghampiri tas yang berisi baju ganti untuk istrinya.


"Ganti baju kamu!" Perintah daddy Edwin sambil menyerahkan baju ganti itu pada mommy Sarah.


Dengan tangan gemetaran,mommy Sarah mengambil baju ganti untuknya dari tangan sang suami. Mommy Sarah pun berdiri dan hendak berjalan ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.


"Mau kemana kamu?" Tanya daddy Edwin masih dengan nada dinginnya.


Makin tak karuan saja irama jantung mommy Sarah mendengar nada dingin yang keluar dari mulut suaminya.


"Ma...ma..mau ga..gan..ti baju Ed." Jawab mommy Sarah terbata-bata.

__ADS_1


"Disini aja."


"Tapi Ed."


"Kenapa? Kamu malu ganti baju di depan aku?"


Mommy Sarah menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Iya..iya..aku ganti." Mommy Sarah pun mulai membuka kaos yang ia pinjam paksa dari anaknya.


"Kamu sengaja ke rumah sakit cuma pakai lingeri dan ninggalin aku di rumah? Biar kamu bisa pamerin tubuh kamu yang masih kenceng itu di depan dokter-dokter muda?" Daddy Edwin langsung to the point ke inti masalah yang membuat ia kebakaran jenggot.


Mommy Sarah menggeleng.


"Aku gak sadar Ed kalau masih pakai lingeri. Dan gak mungkin lah aku punya pikiran seperti yang kamu pikirkan. Aku tadi tuh benar-benar panik,jadi aku gak inget untuk bangunin kamu."


"Cih. Alasan.!" Daddy Edwin pura-pura tak terima dengan alasan istrinya,karena ia tau istrinya memang berkata jujur. Hanya saja ia masih kesal karena sang istri meninggalkannya sendiri ditambah imajinasi yang ada di kepala daddy Edwin yang membayangkan kalau tubuh istrinya yang masih kencang dan masih terlihat hot itu di pandang oleh banyak mata.


"Beneran Ed. Masa kamu gak percaya sama istri kamu sendiri sih." Jawab mommy Sarah,ia juga berpura-pura ingin menangis agar bisa meluluhkan hati suaminya yang sedang terbakar api cemburu.


Sesuai dengan dugaan mommy Sarah,melihat mommy Sarah ingin menangis daddy Edwin pun jadi tak tega untuk melanjutkan aksinya yang pura-pura marah. Daddy Edwin langsung menarik tubuh mommy Sarah ke dalam pelukannya.


"Hei..bukan gitu maksudnya Sar. Aku percaya kok sama kamu. Tadi tuh aku cuma kesal aja ngebayangin tubuh kamu di lihatin sama banyak orang. Tapi sekarang udah gak lagi kok,udah yah jangan nangis." Bujuk daddy Edwin sambil mengusap rambut istrinya.


Dalam pelukan daddy Edwin,mommy Sarah tersenyum penuh kemenangan. Untungnya ia tau kelemahan suaminya.


"Makanya jangan cemburuan,jadinya otak kamu gak bisa mikir jernih kan. Mana ada sih Ed,orang lalu lalang di rumah sakit jam segini kecuali dokter jaga,perawat dan makhluk halus."


"Tetap aja aku gak suka kalau tubuh kamu di lihatin sama orang lain. Apalagi dada kamu gak di pakein penutup."


"Ya udah maaf kalau gitu."

__ADS_1


"Udah lah gak usah di bahas lagi,mending sekarang kamu ganti baju dan kita tunggu kelahiran cucu kita di depan ruang bersalin."


Mommy Sarah pun menganggukkan kepalanya dan mulai mengganti bajunya dan merapihkan penampilannya yang acak-acakan karena ulah Ica.


__ADS_2