Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 114


__ADS_3

Setelah seminggu di New York,Yordan kembali pulang ke negaranya,dan urusan mengekori Ica,Yordan serahkan ke para bodyguard.


Mommy Sarah yang mendapat laporan dari Sam dan Ray tentang yang terjadi antara Yordan dan Ica di New York,sudah tak sabar ingin menjitak kepala anaknya sampai amnesia. Bisa-bisanya Yordan berprasangka buruk dan menghina Ica.


Kini mommy Sarah sudah siap menunggu kedatangan Yordan di dalam ruangan anaknya.


Ceklek. Pintu ruangan Yordan terbuka. Akhirnya yang ditunggu-tunggu sedari tadi datang juga.


Melihat sang mommy sudah berada di dalam ruangannya firasat Yordan langsung tidak enak.


"Kok firasat gue gak enak yah? Berasa kayak mau akhir zaman aja.!!" Gumam Yordan dalam hati.


"Pagi mom.." sapa Yordan sambil pura-pura tersenyum.


"Duduk sini kamu.!" Perintah sang mommy sambil menepuk sofa di sebelahnya.


Yordan menghela nafasnya kemudian berjalan menuju sofa dan duduk di tempat yang sudah mommy nya tunjuk.


"Ada apa mom?!" Tanya Yordan pura-pura tenang,padahal hatinya sudah dag dig dug.


Mommy Sarah tersenyum sambil mengelus rambut anaknya. Namun perlakuan sang mommy seperti ini membuat bulu kuduk Yordan semakin merinding.


"Mampus gue!! Tamat beneran riwayat gue hari ini.!!" Gumam Yordan lagi dalam hati.


"Gimana kabar Ica?" Tanya mommy Sarah,tangannya masih mengelus rambut sang anak.

__ADS_1


"Baik. Ica baik-baik aja kok mom." Jawab Yordan sedikit gugup.


"Oh.. Terus hubungan kalian gimana?" Tanya mommy Sarah basa-basi.


"Ba..baik mom. Hubungan Yordan sama Ica baik kok mom." Makin grogi saja Yordan.


"Yakin baik? Atau ada yang mau kamu ceritain ke mommy? Mommy siap kok jadi pendengar setia." Tanya mommy Sarah dengan nada yang mengintimidasi.


Yordan menghela nafasnya,ia yakin pasti sang mommy sudah tau kejadian tentang dirinya dan Ica.


"Yordan yakin mommy udah tau,jadi Yordan gak perlu lagi cerita apa-apa lagi ke mommy." Jawab Yordan pasrah. Pasrah kalau dia harus di amuk sang bule bar-bar.


"Jadi menurut mu,kalau mommy sudah tau,kamu gak perlu bicara lagi sama mommy?!" Sambil menoyor kepala anaknya.


"Sekarang cerita sama mommy,apa masalah mu sama Ica?" Tanya mommy Sarah lagi.


"Ica minta break mom." Dengan wajah tertunduk,akhirnya Yordan jujur dengan sang mommy.


"Karena?" Pancing mommy Sarah lagi.


Yordan menghela nafasnya. Kemudian ia pun menceritakan kepada sang mommy tentang keributan yang terjadi dengan dirinya dan Ica saat dirinya baru tiba di NY.


Mommy Sarah menggeleng-gelengkan kepalanya saat Yordan telah selesai bercerita.


"Syukur-syukur Ica cuma minta break. Kalau mommy jadi Ica,mommy kekeh mau putus!!"

__ADS_1


"Mom!!" Rengek Yordan.


"Bisa-bisanya kamu tuduh Ica begitu. Kamu gak inget perjuangan kamu untuk dapetin Ica gimana? Apa kamu mau mommy buat kamu berjuang lebih keras lagi buat dapetin hati Ica,biar kamu bisa lebih menghargai arti sebuah hubungan?!"


"Saat itu pikiran Yordan gak jernih mom. Yordan takut Ica di apa-apain di club,makanya emosi Yordan gak terkontrol."


"Emosi boleh,cemburu boleh. Tapi jangan sampe ngeluarin kata-kata yang akan melukai hati pasangan. Lagian Ica ke club kan bukan hanya berdua dengan laki-laki,Ica juga kesana di kawal dua bodyguard. Apalagi coba yang harus kamu khawatirin? Kamu khawatir kalau Ica di garap laki-laki lain disana?" Mommy Sarah menjeda kata-katanya untuk mengambil oksigen.


"Makanya kamu juga jangan suka ngegarap anak orang kalau masuk club!!! Dan satu lagi,kalau kamu gak mau Ica masuk club,kamu juga jangan lagi masuk club. Kamu ngelarang Ica masuk club,sedangkan kamu masih keluar masuk club. Anggap aja itu karma instan buat kamu." Lanjut mommy Sarah dengan nada sinis menyindir.


Mendengar kata-kata sang mommy,Yordan seperti mendapat pencerahan. Benar yang di katakan sang mommy,tidak adil rasanya kalau Yordan mengekang Ica dengan berbagai peraturan dan pengawalan ketat sedangkan dirinya disini bebas kesana-kesini. Harusnya ia percaya kalau Ica tidak akan berbuat macam-macam meskipun sedang berada di club,karena ia sudah di kawal oleh bodyguard. Dan kalau ia tidak mau Ica pergi ke club,dirinya juga harus berhenti keluar masuk club agar Ica tak lagi ke tempat seperti itu.


"Jadikan masalah kamu ini pelajaran!!! Sekarang kamu duduk di kursi itu dan kerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk." Kata mommy Sarah sambil menunjuk meja kerja sang anak.


"Terus hubungan Yordan sama Ica gimana mom?"


"Yah mau gimana lagi,kalau Ica maunya kalian break dulu,yah break aja. Itung-itung kamu belajar percaya sama pasangan kamu. Dan Ica disana juga belajar lebih dewasa. Intinya,biar kalian berdua sama-sama saling menghargai."


Yordan pun mengangguk-anggukkan kepalanya. Setelah memberi nasehat pada sang anak,mommy Sarah keluar dari dalam ruangan Yordan. Bersyukur bagi Yordan karena hari ini ia tak perlu mendapatkan amukan dari sang mommy. Namun rasa syukur Yordan hanya beberapa saat karena saat Yordan melangkah di meja kerjanya,ada amplop putih yang sudah bertengger di atas meja kerjanya.


Dan disaat Yordan membuka dan membaca isi amplop itu,mata Yordan membulat sempurna,ia pun terduduk lemas di kursi kebesarannya. Karena isi amplop itu mengatakan bahwa mommy Sarah akan menemani daddy Edwin perjalanan bisnis selama satu bulan dan selama sebulan itu,mau tidak mau Yordan harus menangani dua perusahaan berbeda genre sekaligus.


"Aaaakkhhh....Mommy!!!" Teriak Yordan frustasi.


"Mending gue dapet amukan si bule bar-bar lah,dari pada harus kerja rodi begini!!! Oh God,berilah keajaiban pada hamba Mu. Bikin si bule bar-bar hamil lagi God. Biar hamba Mu ini ada yang bantuin ngurus perusahaan." Cih..memangnya kalau dia punya adik,adiknya itu bisa langsung urus perusahaan??

__ADS_1


__ADS_2