
Bukan hanya Yunda yang kaget,tapi Irlan dan Igo pun sama.
"Serius?"
Fika mengangguk.
Merasa dirinya sudah sangat di permalukan Fika,Yordan pun menarik tangan Yunda dan membawanya ke kamar yang sudah di sediakan pihak club.
Mata Igo dan Irlan membelalak melihat Yordan yang terpancing emosinya karena kata-kata Fika,tapi kenapa harus Yunda yang di bawa Yordan,kenapa bukan Fika???
Yordan terus menarik tangan Yunda ke kamar. Setelah mereka di dalam kamar,Yordan mengunci pintu kamar dari dalam.
"Loe mau apa bule lima belas menit???!" Bukannya takut karena Yordan membawanya ke dalam kamar,Yunda malah mengejek Yordan.
Yordan mengeluarkan kotak yang berisi tiga permen dan memakannya satu.
Permen itu adalah modivikasi dari perpaduan obat kuat dan obat perangsang yang di jual secara ilegal dari Las Vegas. Yordan sengaja membeli obat itu karena sebenarnya ia juga merasa tidak percaya diri dengan durasi yang ia miliki yang hanya bertahan paling lama hanya lima belas menit.
Yordan duduk di pinggiran tempat tidur sambil mengunyah permen itu,matanya terus menatap nyalang pada Yunda.
Setelah permen terkunyah,hanya dalam waktu lima menit tubuh Yordan mulai memanas. Ia langsung mendekat ke arah Yunda dan mulai melakukan pemanasan,setelah tubuh terasa panas Yordan pun mulai beraksi pada tubuh Yunda.
Yunda benar-benar kewalahan menghadapi Yordan yang sangat bringas,bahkan disaat Yunda meminta Yordan untuk menghentikan aksinya karena bagian inti Yunda yang sudah sangat perih,Yordan tak menanggapinya. Yordan malah semakin mempercepat lajunya. Semua yang Fika katakan ternyata tidak benar,begitu lah pikir Yunda.
Yordan pun merasa senang,ternyata suplemen yang ia beli dengan harga dua puluh lima juta satu permen itu,sangatlah berkhasiat. Dan ia bisa mementahkan kata-kata Fika yang mengatakan dirinya hanya bertahan lima belas menit.
Saat Yordan sudah hampir sampai pada puncaknya,Yordan melihat jam yang ada di dinding kamar itu,hati Yordan bersorak senang karena ia berhasil berolahraga satu jam lebih. Setelah Yordan mengalami pelepasannya,Yordan pun membaringkan tubuhnya di samping tubuh Yunda.
Namun sepuluh menit kemudian Yordan merasakan tubuhnya kembali memanas dan butuh pelepasan. Yordan pun kembali menggempur Yunda. Dan itu terjadi hingga tujuh kali dan Yordan hanya membiarkan Yunda beristirahat sepuluh hingga lima belas menit saja.
Paginya,Yordan yang lebih dulu bangun dari Yunda. Melihat Yunda yang tertidur sangat nyenyak akibat kelelahan melayani nafsunya yang tiada tara. Yordan pun bangun dari tempat tidur dan memungut pakaiannya. Ia hendak keluar dari dalam kamar yang ada di club itu. Sebelum ia keluar dari dalam kamar,ia meninggalkan cek sebesar sepuluh juta untuk Yunda di atas meja.
"Eh tunggu..buat apa gue ngasih uang sebanyak ini buat barang murahan??!!" Kemudian Yordan mengambil cek itu dan menggantinya dengan uang sebesar dua juta.
"Buat barang murahan kayak loe dan sejenis loe,harga segini udah paling pantes!!!!" Yordan pun meninggalkan Yunda sendiri di kamar itu.
__ADS_1
"Gue yakin,abis ini loe bakal ngecap si tante girang itu penipu karena udah bilang gue cuma bertahan lima belas menit." Kata Yordan dalam hati.
Yordan tak sadar,jika efek permen itu bukan hanya satu malam melainkan hingga tiga bulan. Dan mulai hari itu sampai tiga bulan,Yordan selalu berganti-ganti partner tiap malam. Selain karena efek obat,Yordan juga ingin membalas penghinaan Fika padanya. Dengan cara mendekati orang-orang yang berada di dekat Fika.
Setelah tiga bulan berlalu dan kekuatan Yordan kembali ke semula,namun ia belum puas membalas penghinaan Fika. Ia pun kembali memakan permen ajaib yang menjadikannya manusia super itu.
Melihat temannya sangat spektakuler dengan durasi,Igo pun meminta resep pada Yordan,dan Yordan memberikan sisa satu permen itu pada Igo. Dan kini jadi lah dua orang itu manusia super yang terkenal dengan kekuatannya di atas ranjang. Yordan tak memberikan permen itu pada Irlan,karena mereka tau kalau Irlan tak pernah melakukan hubungan intim. Irlan hanya melakukan oral dengan pasangannya,ingat pasangannya bukan wanita ons nya.
Flashback Off
Yordan melihat jam yang ada di pergelangan tangannya,waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam.
"Turun yuk.!" Ajak Yordan pada Igo.
Igo membelalakan matanya,padahal tadi baru-baru Yordan mengatakan ingin pensiun dini,kenapa sekarang malah ia yang mengajak turun kelantai dansa.
"Loe bilang mau pensiun dini,kenapa loe ngajak turun?!"
"Emangnya kalau udah pensiun dini gak bisa seneng-seneng? Gue cuma mau cuci mata doang. Udah buruan ayok." Kata Yordan sambil berdiri dari duduknya.
Igo pun mengikuti Yordan,dan mereka pun keluar dari private room menuju lantai bawah.
Mata Yordan hanya melirik kanan dan kiri untuk melihat keadaan sekitar,tidak ada tatapan memburu seperti sebelum ia memutuskan pensiun. Igo pun sama,ia merasa tak percaya diri dengan kemampuannya karena sudah lama tidak berolahraga di atas ranjang,apalagi ia sudah tidak memakan permen super pemberian Yordan.
Namun saat mata Yordan dan Igo tak berburu pun,wanita-wanita yang haus belaian datang mendatangi Yordan dan Igo di table mereka.
"Hai..udah lama banget yah gak keliatan." Sapa Serly pada Yordan dan Igo,kemudian mendudukkan dirinya di sebelah Yordan.
"Banyak kerjaan." Jawab Yordan malas.
"Loe juga gak pernah nongol,banyak kerjaan juga?" Tanya Miya teman Serly pada Igo yang mendudukkan dirinya di sebelah Igo.
"Em.." jawab Igo juga malas.
Serly terus menempel pada Yordan seperti kutil,membuat Yordan sebenarnya sangat jengah. Namun,ia kembali berpikir untuk memanfaatkan momen ini untuk mentherapy sang sahabat.
__ADS_1
"Ikut gue." Yordan menarik tangan Serly.
Melihat Yordan menarik tangan Serly,mata Igo membulat.
"Cih..dasar plin plan. Katanya mau pensiun,tapi si Serly di embat juga.!" Lirih Igo pelan dan dapat di pastikan Miya tak dapat mendengarnya karena suara musik di club yang sangat kencang.
Yordan menarik tangan Serly sampai ke depan mobil Yordan. Serly tersenyum bahagia,karena selama ia mengenal Yordan di club itu,Yordan sama sekali tak bisa tersentuh dirinya.
"Masuk loe." Perintah Yordan. Serly pun memutar langkahnya menuju pintu sebelah kiri.
Yordan pun ikut masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya. Setelah Serly masuk ke dalam mobil dan memakai sabuk pengamannya,Yordan pun melajukan mobilnya menuju apartemen.
Hati Serly sudah berjingkrak-jingkrak karena akhirnya ia bisa merasakan berolahraga dengan Yordan,yang menurut info yang di dengar Serly durasi olahraga Yordan sangatlah lama.
Beda dengan pikiran Serly yang siap di bolak-balik oleh Yordan. Yang ada di pikiran Yordan membawa Serly ke apartemennya adalah untuk memberi stimulasi pada sang sahabat. Apakah dengan nafas buatan yang Serly berikan mampu membuat si Jeki tersadar.
Mobil Yordan sudah terparkir mulus di parkiran gedung apartemen. Yordan dan Serly keluar dari dalam mobil dan melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam lobi. Mereka pun berjalan menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai unit apartemen Yordan berada.
Ting. Pintu lift terbuka. Yordan keluar dari dalam lift menuju unit apartemennya,diikuti Serly yang berjalan dibelakang Yordan.
Bip..bip..bip
Ceklek. Pintu terbuka.
Yordan pun masuk ke dalam unit apartemennya dan diikuti Serly.
Yordan langsung menarik tangan Serly menuju kamarnya.
"Buka baju loe.!" Perintah Yordan pada Serly setelah mereka berada di dalam kamar.
"Bukain dong." Jawab Serly genit sambil tangannya menjalar dari dada ke leher Yordan.
Yordan langsung menepis tangan Serly dari lehernya.
"Gue gak mau banyak basa-basi. Kalau loe gak mau buka pakaian loe sendiri,mending loe balik.!!" Kata Yordan kesal.
__ADS_1
Entah kenapa tubuhnya sangat menolak sentuhan Serly.
Serly menghela nafasnya. Ia menuruti kemauan Yordan daripada malam ini ia harus gagal merasakan kekuatan super Yordan yang banyak di bicarakan oleh para wanita yang pernah tidur dengan Yordan.